Sebuah latar berwarna hitam menemani langkahnya menyusuri salah satu sudut kota dengan khidmat, seolah hendak menikmati dan mematri setiap detail yang ditampilkan jalanan dan gedung bertingkat ke dalam ingatan. Terhenti. Manik obsidian terpaku pada dua sosok yang menarik perhatiannya.
Sekarang di depan matanya, tertampil bayangan dari seorang pemuda berbalut malam yang menatap dengan dingin, pistol ada di salah satu genggaman pemuda itu.
Bayangan masa lalu itu berakhir saat telinganya sayup-sayup mendengar suara yang begitu akrab---akrab, tetapi saat ini ia sama sekali tidak mengenali suara yang terdengar lebih berwarna itu.
Tiga tahun terlewati sejak dunia serasa jatuh menimpanya, saat mentor yang paling dihormatinya dipastikan berkhianat dan tidak lagi pernah terlihat. Kini ia tahu ke mana Dazai Osamu menghilang, tetapi setelah itu apa? Dia tidak bisa begitu saja maju dan menyapa Dazai, dia bahkan tidak bisa---tidak punya cukup keberanian---untuk menampakkan diri di depan Dazai dan menanyakan alasan sang senior pergi meninggalkan tempat yang telah membesarkannya.
"Tidak mungkin, Kunikida-kun~! Aku ini orang yang sangat polos dan baik. Ah~ apa itu 'membunuh'? Aku sangat ketakutan saat mendengarnya ...."
"Hmph." Lucu. Percakapan tadi cukup menyedihkan sampai Akutagawa ingin tertawa mendengarnya.
Bahkan, setelah berkali-kali melihat---mengamati---sosok sang mentor yang mengenakan busana sewarna pantai di jalan-jalan Yokohama, sang mafioso masih saja bertanya-tanya, siapakah lelaki ini? Ke mana perginya pemuda berpakaian serba hitam yang selalu memandangnya dengan dingin? Lalu, di manakah kira-kira Dazai menyembunyikan sisi dirinya yang licik, yang dapat dengan mudah mengayunkan tangan untuk menghilangkan nyawa orang?
"Bagian mana dari dirimu yang 'sangat polos dan baik', hah?!"
"Ah, tidak~ Kunikida-kun mau melihatku?!" Dazai memeluk dirinya sendiri sambil menatap horor, menggoda lelaki pirang di sampingnya.
Akutagawa hanya mengetahui satu orang yang sejak awal bicara dan berteriak seenaknya pada Dazai, apakah sekarang jumlah orang seperti itu sudah bertambah?
"KISAMA!"
Lelaki pirang itu mulai mencekik Dazai, sementara si perban membuat wajah aneh saat obsidian milik Akutagawa tertangkap oleh dua permata hazel. Cukup lama waktu berlalu seakan itu telah terhenti untuk selamanya, sampai ia mengakhiri kontak mata dan menunduk, berlalu untuk menenggelamkan diri dalam kegelapan yang diciptakan kota ini.
"Jaga dirimu ...."
[]
KAMU SEDANG MEMBACA
BSD (Bungou Sengklek Dogs)
FanfictionOneshots Berisi cerita angst; misteri; comedy; romance; chara x OC, random ship---pokoknya tergantung mood author-nya yang agak absurd. Masing-masing chapter berdiri sendiri. ______________ Bungou Stray Dogs © Asagiri Kafka & Harukawa_35
