Gagal.
Pemuda itu terbaring di aspal, ia menatap langit, menggapai, lantas menyerah. Tangannya terkuai lemah, seluruh tubuhnya ditempa oleh rasa sakit.
Ia benar-benar telah gagal.
Orang-orang mulai berkerumun, sementara kesadarannya perlahan menghilang.
Ia tahu kepalanya pecah. Darah yang berbau amis menggenang di sekitar tubuhnya. Rasa sakit itu benar-benar merobek tubuhnya. Namun, ia belum mati ... dan hanya menemui kegagalan.
Gagal lagi.
Tubuhnya terasa hancur. Mungkin seluruh tulangnya telah patah. Ia sama sekali tidak bisa merasakan tangan kanannya.
Perban membalut hampir sekujur tubuh, hanya menyisakan setengah dari wajah yang tanpa emosi. Hatinya sudah lama kehilangan seluruh semangat dan perasaan. Ia menyerah untuk bertahan.
Karena hanya ada kegagalan.
Perban di sekujur tubuh awalnya sangat mengganggu. Anehnya, itu terasa nyaman sekarang.
Iris cokelatnya menatap ke arah lain selain pemandangan monoton di depan. Beberapa anak yang sakit, atau terlibat kecelakaan, atau mengalami penindasan. Mereka ditemani oleh keluarga, orang-orang terdekat yang bersedih untuk mereka. Sementara pemuda belia itu hanya dibersamai oleh rasa sepi.
Namun, ia sama sekali tidak terganggu.
Ia ... hanya ingin mati.
"Kalau aku hidup, aku merasa hanya akan menemukan tragedi yang menyebalkan seperti mimpi buruk. Apa kau tidak bisa membiarkanku mati dengan tenang saja?" katanya, kepada dokter berambut hitam yang tengah memeriksa grafik.
Emosi benar-benar telah lenyap dari suara itu. Sang dokter mengangkat pandangannya, bertemu dengan sebelah manik cokelat yang tanpa cahaya. Ia tersenyum lembut dan menggeleng.
"Kau belum bisa mati sekarang, Dazai-kun," ujar dokter yang mengenakan name tag bertuliskan 'Mori Ougai'.
[]
KAMU SEDANG MEMBACA
BSD (Bungou Sengklek Dogs)
FanfictionOneshots Berisi cerita angst; misteri; comedy; romance; chara x OC, random ship---pokoknya tergantung mood author-nya yang agak absurd. Masing-masing chapter berdiri sendiri. ______________ Bungou Stray Dogs © Asagiri Kafka & Harukawa_35
