Dazai Osamu menatap kosong ke luar jendela, mencari penghayatan dan ide yang dapat ditorehkannya menjadi cerita. Dari tempatnya duduk, lelaki itu bisa melihat lautan. Debur ombak menghantam karang hingga pecah, dan suaranya sudah menjadi candu bagi penulis muda itu. Camar laut juga sedang ceria, ramai betul mereka mengelilingi sebuah titik; mencari ikan-ikan.
Ah, benar-benar laut. Pikiran Dazai mulai diambil alih; oleh indahnya pemandangan, oleh damainya suasana siang.
Lelaki itu tersenyum lembut. Lengan kurusnya menyangga wajah sembari ia bergumam pelan, "Jadi ini pemandangan yang diinginkan Odasaku?"
Melihat laut dari luar jendelanya sambil memikirkan sebuah tulisan.
"Eh?" Lelaki itu tertegun, merasa aneh saat jantungnya tiba-tiba berpacu cepat dan perasaan duka yang amat samar mulai mengakar di salah satu sudut hatinya. Seakan-akan perasaan itu dikirimkan oleh seseorang kepadanya; seseorang yang bahkan tidak Dazai kenal.
"Odasaku?" Lelaki itu mengeja lagi nama yang baru saja dia gumamkan. Barusan itu, Dazai bahkan tidak mengerti apa yang dia gumamkan.
Dan sekarang dia mulai panik.
"Siapa Odasaku?"
Lelaki itu mencari dalam ingatannya, setiap kenalan dan orang-orang yang ia tahu namanya. Teman, tetangga, rekan sesama penulis, orang-orang terkenal---tapi tidak ada nama Odasaku dalam daftar itu. Dia tidak mengenal, atau bahkan sekadar mengetahui sosok berambut merah dengan mata sebiru air lautan.
Lelaki itu panik lagi. Sampai ia teringat sesuatu dan buru-buru bangkit dari tempat duduk. Menuju ke sudut ruangan tempat setumpuk koran bekas menggunung, Dazai segera mencari-cari dengan gelisah. Rasanya dia pernah membaca nama itu sekali di suatu tempat.
"Ah, ketemu."
Sebuah koran edisi dua bulan lalu. Seorang pria, namanya Oda Sakunosuke, ditemukan tewas di sebuah gang dekat distrik perbelanjaan dengan banyak luka di tubuhnya. Pasti ini, pikir Dazai.
"Apa aku mengenal orang ini?" Dia bertanya pada diri sendiri. Namun, tidak. Dazai sama sekali tidak kenal.
Akan tetapi, kenapa hatinya seakan mencelos saat membaca berita tersebut? Kenapa dia berduka atas seseorang yang bahkan tidak dikenalnya? Dazai bertanya-tanya sembari meraba air mata yang mengalir tanpa sebab.
___________🥀
AU di mana Dazai jadi penulis, gak sadar kalau dia punya kemampuan khusus, dan pertemuannya dengan Odasaku tidak pernah terjadi.
Hm~
Jaa, mata itsuka ne!(人*´∀`)。*゚+
KAMU SEDANG MEMBACA
BSD (Bungou Sengklek Dogs)
FanficOneshots Berisi cerita angst; misteri; comedy; romance; chara x OC, random ship---pokoknya tergantung mood author-nya yang agak absurd. Masing-masing chapter berdiri sendiri. ______________ Bungou Stray Dogs © Asagiri Kafka & Harukawa_35
