Double Black

259 33 5
                                        

(Re-write episode 21/ 9 season 2. Lagi gak ada ide, tapi kangen banget nulis ini)

•••

"Aaa ... tidak semangat kerja ...." Aku bisa mendengar eranganku sendiri.

Sambil berbaring telungkup di sofa ruang tamu Agensi Detektif Bersenjata, aku mengerang. Membiarkan rekan kerja dan para staf kantor mendengarkan 'nyanyian' pagi yang akan menghibur mereka---kalau saja mereka benar-benar memiliki selera humor akan hal seperti ini.

Pagi ini benar-benar membosankan seperti biasa saat aku gagal mengakhiri hidup dan terus terbangun di hari yang baru---mendapati diriku sendiri terus mengalami mimpi buruk di dunia yang telah tercemar dan berbau busuk.

Meskipun, aku tidak berpikir itu masalahnya hari ini. Perang tiga arah dengan Guild dan mafia cukup menyita waktuku untuk memikirkan strategi baru dalam bunuh diri yang nyaman dan sehat. Namun, apa yang kemarin diminta oleh Direktur benar-benar hal yang buruk dan hampir tidak dapat ditoleransi.

Bolehkah kukatakan, ini semua berkat Atsushi-kun sehingga aku harus bernegosiasi dengan Kouyo-san, mengatur pertemuan rahasia dengan bos Port Mafia, dan akhirnya terancam akan harus bekerja sama dengan makhluk kecil bertopi itu? Dia dan ide gilanya itu benar-benar hebat. Aku jadi harus bekerja sama dengan si chibikko itu setelah sekian lama ... tentu itu hanya kemungkinan.

Ah, sungguh hari yang buruk. Semangatku menghilang hanya dengan memikirkannya lebih jauh.

"Jangan membuat suara seperti terompet rusak pagi-pagi begini!" Interupsi yang tegas itu datang dari Kunikida-kun. Dia berkacak pinggang sambil memarahiku seperti anak kecil.

Aku tidak menyangka dia akan mengibaratkan suaraku dengan terompet rusak. Apakah mereka mirip? Apakah aku harus mulai bermain musik?

"Sekarang ini aku sedang tidak ada tenaga untuk bicara pada orang lain, tahu, Kunikida-kun ...."

"Berkat tindakanmu dan Atsushi, kota terselamatkan. Tapi kenapa sekarang malah seperti ini?" Kunikida-kun menghela napas besar saat bertanya alasan kenapa aku sangat tidak termotivasi pagi ini.

Bagaimana mungkin aku termotivasi? Dengan kemungkinan 99.9% bahwa nanti malam aku harus bekerja sama dengan si cebol itu sebagai hasil dari ide Atsushi-kun dan pemikiran logis Mori-san yang hanya mencari keuntungan?! Tidak! Ah, sial ... syukurlah aku sudah memikirkan beberapa cara untuk menjahilinya kali ini.

"Ini karena pekerjaan selanjutnya yang Direktur berikan ...." Aku masih mengerang, seperti anak kecil yang tidak ingin disuntik. Yakin bahwa suaraku terdengar lucu sehingga tidak ada yang akan sadar hal menyebalkan apa yang sejak tadi memenuhi kepalaku.

Aku. Ingin. Mati. Saja.

"Tentang Direktur dan Atsushi yang bicara panjang kemarin?" Kunikida-kun bertanya lagi.

Sebelum sempat kujawab, pemimpin kami telah lebih dulu hadir. Aku duduk tegak, mau tidak mau. Menatap Direktur yang tegas seperti biasa. Siapa menyangka orang seperti beliau lemah terhadap hal-hal yang imut? Imut seperti diriku? Tidak, sayangnya itu adalah Kyoka-chan dan anak kucing.

Kalau dipikir-pikir, apakah Atsushi-kun juga termasuk 'anak kucing'? Maksudku, harimau adalah sejenis kucing, kucing besar yang sangat imut karena dia bisa saja membunuhku dengan sangat mudah. Argh ... kalau saja kemampuan Atsushi-kun mempan padaku ....

"Benar." Direktur yang menjawab itu.

"Selamat pagi, Direktur." Kunikida-kun memulai dengan sapaan formalnya. Namun, perhatian Direktur saat ini tertuju padaku.

"Dazai, bagaimana proses untuk pertemuan dengan Port Mafia?"

Ah ... sial, membayangkan wajah Chuuya membuat perutku sakit.

[]

BSD (Bungou Sengklek Dogs)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang