Salsa yang berusaha mengeluarkan isi perutnya mendapat kekhawatiran oleh ibu Nita yang menyaksikan bagaimana kondisi anaknya saat ini.
Ibu tiga orang anak itu berusaha mengelus punggung Salsa berharap bisa sedikit meredakan rasa mualnya.
"Ibuuu" rengek Salsa manja, memeluk sang ibu sembari berjalan keluar dari kamar mandi.
Seberapa mandirinya pun dia selama beberapa tahun ini, Salsa tetaplah anak bungsu dengan sifat manjanya.
"Gimana perasaan kamu sekarang nak? Masih mual?"
Salsa hanya mengangguk lemas, tenaganya terserap saat tadi mencoba mengeluarkan isi perutnya.
Ada praduga yang juga berupa harapan dari ibu Nita terhadap putrinya, walaupun mual-mual bisa merujuk pada kondisi kesehatan yang lain, tapi harapannya Salsa seperti ini karena tengah mengandung cucu kedua untuknya.
"Kamu udah datang bulan, bulan ini Er?"
"Belum bu" jawab Salsa lemas
"Kamu udah telat?"
Mendengar itu, Salsa terdiam memikirkan bahwa benar dirinya sudah telat datang bulan lima hari dari tanggal biasanya.
"Baru lima hari bu"
"Kamu sepertinya hamil nak, Alhamdulillah" terlalu dini memang menyimpulkan seperti itu, namun saking senangnya ibu Nita bahkan memeluk putrinya dengan hangat, air matanya tak bisa dia tahan lagi.
Berbeda dengan Salsa, raut wajahnya tak menunjukan ekspresi apapun, sangat sulit dibaca, mungkin perasaannya pun demikian.
Walaupun hanya dugaan ibunya, tapi berhasil membuat Salsa cukup ketakutan.
Sangat aneh bukan, biasanya seorang istri akan merasakan kebahagiaan kala mendapati dirinya berbadan dua. Apalagi selama ini Romy sangat menginginkan anak kedua.
Salsa ketakutan, bayangan-bayangan kelam saat dia mengetahui dirinya hamil dan mendapati perilaku suaminya yang berbeda dan berubah tega kepadanya, lalu bayangan-bayangan saat hamil, melahirkan sampai membesarkan Aca tanpa suami di sampingnya membuatnya tak bisa menahan sesak di dada.
Sebab dia pernah sangat bahagian dan haru saat mengetahui adanya Aca di dalam perutnya, namun ternyata sang suami tak merasakan seperti yang dia rasakan.
Bagaimana jika situasi yang sama kembali terjadi, sungguh Salsa tak akan siap untuk mengulagi dirinya yang hancur sama seperti dulu.
Salsa menangis, namun bukan haru seperti ibunya, melainkan ketakutan karena takut semuanya akan terluang kembali.
Sungguh, hamil dan melahirkan tanpa suami mendampingi sangat sulit di jalani.
Dan tanpa Salsa dan ibu Nita sadar bahwa ada sosok anak kecil yang memperhatikan mereka dari jauh. Dia adalah Aca, bocah kecil yang setelah itu masuk kedalam kamar dan melaporkan kejadian yang lihat dan dengar kepada cinta pertamanya.
***
Acara pengajian berjalan dengan khidmat, Salsa beberapa kali merasa mual namun untungnya saat acara berlangsung agak sedikit reda.
Rumah yang tidak terlalu luas dipenuhi oleh para keluarga dan beberapa tetangga ikut menghadiri acara pengajian sebelum akad nikah yang akan dilaksanakan besok.
Salsa tampak anggun dengan baju gamis putih, sama seperti ibu Nita dan juga Aca yang nampak menggemaskan dengan gamis dan jilbab putihnya yang membuat wajahnya semakin terlihat membulat dengan pipi yang mirip dengan mochi.
Sedangkan ayah Abi dan Refal memakai baju koko juga berwarna putih dengan bawahan sarung yang bermotif sama anatara ayah dan anak pertamanya itu.
Lalu nadila? Tentu saja dia berbeda dengan yang lain, dia memakai gamis berwarna hijau sage berlapis kain tile penuh payet juga ada sentuhan viel dengan tepian brokat, sangat indah di padukan dengan wajah cantik Nadila.
KAMU SEDANG MEMBACA
If it is You
Romance"Jika kamu hancur sebesar diriku Akankah kamu tahu? Semua rasa sakit yang memenuhi diriku Ke titik di mana hatiku akan meledak, Betapa aku menginginkanmu?" ~if it'S You
