Ponakan Kai Otw

1.5K 153 49
                                        


Disebuah pemakaman yang nampak lebih mencekam di malam hari, Dipta ada disana duduk diantara makam ayah dan neneknya, tak mengatakan apapun namun air matanya yang sejak tadi dia tahan akhirnya luruh juga.

Hanya ada tempat ini yang bisa dikunjungi saat suasana hatinya sedang tak baik-baik saja, hanya dengan ini dia merasa punya rumah yang siap menerima tangisan dan keluh kesahnya.

Sekali lagi dia tak menyalahkan siapapun, adanya dia disini hanyalah sebuah bentuk kerinduan untuk semua ya telah diambil lebih dulu oleh Tuhan.

"Apa ayah, nenek dan kakek juga akan menyayangi Aca seperti orang lain menyayangi istri Dipta itu?" tanyanya pada tumpukan tanah yang tentu saja tak mendapat jawaban atas pertanyaannya

"Ayah, Aku juga mau memberikan mertua yang baik untuk Aca, memberikan besan yang baik untuk orang tua istriku, tapi nyatanya aku hanya sendiri, tanpa orang tua dan tanpa keluarga" lanjutnya, suara isakannya bahkan terdengar sangat pilu.

"Aku takut Tuhan kembali mengambil atau memisahkan aku dari orang yang aku sayangi lagi"

Tak peduli suasana malam di pemakaman yang biasanya menakutkan bagi orang lain itu, tak peduli pakaiannya sudah menjadi kotor akibat bersentuhan langsung dengan tanah dan tak peduli gerimis mulai berjatuhan dan membasai tubuhnya, Dipta tetap berada disana, duduk dengan kerapuhan, walau segala ucapannya tak mendapatkan jawaban atau kalimat penenang untuk segala riuhnya malam ini.

Dipta tak menyadari bahwa beberapa menit yang lalu, seorang gadis baru saja berdiri di belakangnya menyaksikan dan mendengarkan kekacauannya malam ini.

Teman-teman maaf yah part ini aku lagi mode cari uang hehehe.

Jika berkenan baca silahkan mampir dikarya karsa atau email yang tertera di profil yah. harganya cuman 6k.

Mohon untuk tidak menyebar luaskan bentuk pdfnya yah, mari saling menghargai. Terima kasih

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang