Aca sadar (?)

1.6K 234 68
                                        

Hari ini Dipta sudah kembali bekerja di sebuah bengkel tempatnya bekerja dulu, seminggu libur membuatnya harus kembali banting tulang mencari rejeki guna melanjutkan hidup dengan sang nenek.

Seminggu bersama Aca, Dipta perlahan mulai menerima kehadiran Aca disekitarnya, walaupun pria dingin itu tak sepenuhnya mencair, namun suhunya sudah mulai turun tak se kaku dulu lagi.

"Tata, nanti kita ke kampus lagi?" tanya Aca, gadis itu sibuk memperhatikan Dipta yang sedang sibuk memperbaiki mesin mobil.

Dipta mengangguk, tangan lincahnya mengobrak abrik mesin mobil yang sedang rusak di depannya, ilmu STM nya sedang diterapkan.

"Emang kuliah sampai malam ta?"

"Nggak kuliah, gue mau rapat persiapan" jawab Dipta.

"Persiapan apa?"

"Inaugurasi, lo nggak bakalan ngerti!" jawab Dipta lagi.

Yah begitulah, walaupun Dipta tak sedingin dulu, namun omongan pedasnya akan terus keluar dari mulutnya, mau bagaimana lagi, omongan apa yang dikatakan pria itu benarkan? Aca tidak akan mengerti tentang kegiatan yang diucapkan Dipta.

"Nanti kita ketemu sama Kala?"

"Sok akrab banget lo. Kenapa? Lo suka sama Kala?"

Aca terdiam, pertanyaan Dipta terdengar tak masuk akal, namun anehnya perlahan mulut Aca menciptakan senyum mendengar itu.

"Emang boleh kalau Aca suka sama Kala?"

"Nggak" jawab Dipta, bahkan sedekit pun belum berlalu setelah Aca mengucapkan pertanyaannya.

"Dia itu manusia, lo setan!"

Bibir Aca mengerucut mendenga itu, gadis yang baru saja tersenyum kini cemberut saat perandaiannya dipatahkan.

"Ya udah, Aca suka sama Tata aja"

Ucapan Aca berhasil membuat pergerakan tangan Dipta yang sejak tadi sibuk tiba-tiba diam, entah sihir apa hingga membuat Dipta tersenyum tipis mendengarnya.

"Lo pikir gue bukan manusia, gue sama Aja sama Kala, sama-sama manusia, yang beda itu lo!"

"Tapi kalau Aca berubah jadi manusia, Tata mau nggak jadi suami Aca?"

Uhuk.

Dipta bahkan tersedak dengan ludahnya sendiri mendengar omongan gadis disebelahnya itu. kemarin menjadi teman, kenapa hari permintaannya berubah menjadi suami?

"Omongan setan memang benar –benar bahaya" lirihnya

"Ish Dipta, Aca itu bukan setan. Kenapa sih Dipta selalu bilang Aca setan"

"Terus lo mau dipanggil ap? Hantu?"

Dan anehnya Aca malah mengangguk menyetujui tawaran Dipta, dibanding kata setan, Hantu lebih terdengar halus ditelinganya.

"Setan kocak" Dipta semakin tertawa melihat anggukan polos Aca yang menyetujui panggilan barunya, untung saja teman kerjanya yang lain masih istirahat.

"Bukan setan Tata, tapi--

"Iya hantu, maaf yah tu, gue salah ngomong" terdengar mengolok sebenarnya, namun Aca tak mempermasalahkan itu, baginya Dipta mau menjadi temannya pun sudah sangat membahagiakan.

Tawa Dipta masih tersisa, kehadiran Aca seolah menjadi hiburan disaat hidupnya berjalan dengan monoton. Aca dengan kepolosannya selalu bisa membuat aca tersenyum bahkan tertawa lepas, hal yang sangat jarang dia lakukan setelah meninggalnya sang ayah.

"Pokoknya kalau Aca jadi manusia lagi, Aca akan cari tata buat minta dinikahin"

Tawa Dipta mendadak berhenti, tergantikan dengan senyuman yang lebih hangat dari sebelumnya.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang