Bertemu dengan Mama mertua.

1.3K 239 69
                                        

Waktu sudah menunjukan pukul dua dini hari, namun Dipta tak kunjung bisa terlelap berada di situasi yang menjebaknya antara gengsi dan kebutuhannya.

Pria itu menatap lekat pada arah ranjang dimana sang istri sedang tertidur lelap diatasnya, tidak dengan anggun, Dipta sudah paham bahwa tidurnya sang istri lebih bar-bar dibanding saat dia sadar.

Lihat saja, Aca tak lagi berselimut dan sialnya malah semakin menampakkan seluruh tubuh istrinya sekarang. Akhirnya, pria itu memutuskan, dibanding dia berada disana memandangi pemandangan indah yang sebenarnya halal namun berusaha tak ingin dia jamah, Dipta memutuskan untuk keluar dari kamar, membebaskan diri dari serangan Aca walaupun gadis itu tak melakukan apapun sebenarnya.

Dengan wajah lelah kurang istirahat, Dipta berjalan menuju ruang keluarga yang berada  tepat di depan kamarnya, tak menyangka ternyata ada Kai disana sedang bermain PS5 miliknya.

Tak mengatakan apapun, Dipta duduk disamping adik iparnya yang membuat Kai kaget bukan main.

"Astagfirullah"

Bayangkan di jam larut, yang tadinya dia hanya seorang diri di ruangan ini, lalu tiba-tiba saja dikagetkan dengan datangnya Dipta yang tak mengatakan apapun dan langsung duduk disampingnya .

Apalagi wajah Dipta yang terlihat lesu, pucat dan nampak kelelahan.

Kai mengelus dadanya berusaha menetralkan kembali detak jantung akibat jump scare dari abang ipar, belum sampai situ dengan anehnya Dipta malah membaringkan diri di sofa panjang dalam keadaan yang tengkurap.

"Kai, kakakmu memang suka menyiksa tanpa menyuntuh yah?" tanya Dipta, suaranya lemas nyaris tak terdengar.

Kai tak langsung menjawab, sebab di banding fokus pada pertanyaan Dipta, Kai lebih tertarik mengamatai kondisi abangnya yang memperhatinkan.

"Abang belum pernah tidur?" Tanya Kai yang di jawab Anggukan oleh Dipta.

"Kenapa nggak tidur? tanyanya lagi

Kali itu tak ada jawaban dari Dipta, membuat Kai semakin kebingungan mencerna kondisi pria itu. Namun, selang beberapa detik, Kai mulai menghubungkan sesuatu yang sebelumnya dia dengar dan kondisi abang iparnya sekarang.

Kai bahkan menutup mulutnya saking tak percaya saat baru mengerti maksud ucapan Dipta sebelumnya, Kakak perempuannya itu menyiksa suaminya? Apa kakaknya  seganas itu?"

"Kayaknya sebentar lagi, aku akan jadi rich uncle" batinnya merayakan.

***

Adzan subuh berkumandang, Aca yang baru saja mengambil wudhu dan mengenakan mukenahnya dibuat kesal kala tak mendapati Dipta di kamar mereka.

Dengan wajah yang masih basah, Aca keluar kamar guna mencari keberadaan suami nakalnya itu, dan baru membuka pintu, dia sudah menemukan orang yang dia cari.

Di depan sana, Aca melihat suaminya tidur dengan nyenyak di atas sofa, dan di sofa yang lain ada Kai yang juga sedang terlelap dengan stik PS yang masih berada di tangannya.

Aca mempercepat langkahnya, yang pertama dia lakukan adalah mematikan televisi yang masih menyala entah sudah berapa lama, rasa kesalnya berkali lipat, baik pada Dipta juga pada sang adik yang memanfaatkan moment untuk bisa memain PS hingga larut malam.

Kalau ayah dan ibunya tau, bisa habis Kai di ceramahi tanpa judul dirumahnya.

"Bangun nggak kalian!!!" teriak Aca

Dan hasilnya tak ada yang peduli teriakannya, baik Dipta maupun Kai masih tak terganggu sama sekali.

"Mereka ini tidur jam berapa sih" lanjut Aca menggerutu.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang