Terhitung sudah seminggu, sejak terakhir kali Kaila menjalankan misi pertamanya untuk mempertemukan Dipta dan juga Aca, dia fikir akan mudah untuk melakukan planing B saat rencana awalnya gagal total.
Hanya saja, perbedaan pendapat kembali dia dapati dari Kai, pria menyebalkan yang sialnya menjadi sepupunya itu meminta untuk menunggu terlebih dahulu sampai kumpul keluarga ini berakhir dan menyisahkan mereka berdua yang ditugaskan menemani Aca selama disini.
Bukankah lebih muda menjalankan aksi saat yang ada dirumah hanya tinggal mereka berdua
Harusnya sih begitu, sebelum oma Rosa memutuskan untuk ikut menemani para cucunya disini dengan alasan bahaya jika tak ada orang tua yang mengawasi. Keputusan oma Rosa membuat Kai dan Kaila memutar otak, mencari cara agar tetap bisa melancarkan rencananya tanpa diketahui oleh oma mereka.
Sementara Dipta, saat hari dimana Kaila mengantarkannya makanan dan mengatakan bahwa itu suruhan dari Aca, pria itu sangat terharu juga sedih dalam waktu bersamaan, Acanya bagaimanapun kecewa dan sakitnya, tetap peduli padanya.
Dan setelah hari itu, Dipta semakin memupuk rindu pada Aca, tak ada lagi Dipta yang memarkirkan mobil disekitaran Vila hanya untuk menunggu Aca keluar, sebab pada agen yang sudah disewa dengan harga yang tak murah menyuruhnya untuk tidak datang dulu sampai keadaan kondusif.
Dipta menuruti, keadaan membuatnya memasrahkan semua usahanya pada kedua adik iparnya itu, dan setelah hari itu, setiap saat Dipta menunggu kabar dari mereka untuk menyuruh Dipta datang kesana untuk bertemu Aca, namun sampai saat ini belum ada kabar sama sekali.
Dipta semakin rindu, tidak taukah dua bocil kematian itu, bahwa merindu pada seorang istri bisa membuat sakit kepala dan meriang berkepanjangan.
Oke, Dipta hanya akan menunggu hingga sore, jika sampai waktu itu Kai dan kaila tidak menelfonnya maka Dipta sendiri yang akan kesana dan berupaya bertemu dengan istrinya sekalipun resikonya besar, sebenarnya Romy tak menutup pintu untuk Dipta bisa bertemu dengan Aca, dengan catatan yang penting Acanya juga mau.
Nah itu masalahnya, Aca belum mau bertemu dengan Dipta, terbukti dengan pesan yang hanya dibaca dan panggilan yang tidak di angkat selama hampir sepuluh hari ini.
Drtt..drrrttt....drrrtt
Handphone miliknya bergetar, nama Kaila tertera dilayar pipih itu, tak menunggu lama Dipt segera mengangkat terlfon dari adik iparnya itu.
"Kaila gimana? Abang udah bisa kesitu?" Tanpa salam tanpa sapaan, Dipta segera melemparkan pertanyaan yang diharapkan jawabannya ada persetujuan.
"Iya bang, cepetan yah, mumpung oma pergi Arisan" jawab Kaila.
Tut
Telfon Dipta matikan, lalu pria itu dengan segera mengambil kunci mobil dan menuju ke tempat dimana pujaan hatinya berada.
***
Kai dan Kaila saling tatap saat Aca sedang tenang-tenangnya memakan cemilan sembari menonton serial kartun favoritenya, kedua sepupu itu sejak tadi gelisah menunggu kedatangan Dipta.
Bukan karena itu saja, tapi keduanya cukup takut mendapati respon Aca nantinya jika bertemu dengan suaminya itu. Bagaimana kalau Aca marah dan berakhir keduanya juga mendapat amukan dari wanita itu? Apakah mereka akan menukar amarah kakak perempuannya dengan iphone keluaran terbaru?
Apple to apple? Atau too much yah?
"Kak Aca suka nonton kartun?" Tanya Kaila basa-basi untuk sekedar menyamarkan gugupnya saat ini.
Aca mengangguk menoleh pada Kaila, lalu kemudian tangannya menyuapi cemilan kemulut adiknya itu.
"Kalau aku sukanya drakor kak, terus suka Exo juga. Kak Aca tau Exo?" Tanya Kaila kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
If it is You
Romantiek"Jika kamu hancur sebesar diriku Akankah kamu tahu? Semua rasa sakit yang memenuhi diriku Ke titik di mana hatiku akan meledak, Betapa aku menginginkanmu?" ~if it'S You
