Begin again

961 131 35
                                        

Katanya, setelah pertengkaran hebat terlebih berpisah lama, pasangan suami istri akan semakin harmonis dan romantis jika berhasil melalui cobaan dan masalahnya.

Aca dan Dipta buktinya, sejak tadi Dipta menatap hangat pada Aca yang masih tertidur pulas disampingnya, tepatnya di pelukannya. Setelah melaksanakan shalat subuh, Aca tak bisa menahan kantuknya dan berakhir tertidur lagi dan belum terbangun di jam yang sudah menunjukan pukul sembilan pagi.

Berbeda dengan Aca, Dipta tetap terjaga dan terus menatap wajah cantik sang istri, kendati jam tidurnya semalampun sama kurangnya dengan Aca, namun bagi Dipta memandangi wajah polos Aca lebih penting dari rasa kantuknya saat ini.

Dipta menatap masa depannya, wanita yang telah menerima apa adanya dirinya dan berjanji tak akan meninggalkan. Dipta menyadari, fase kebahagiaan setelah melalui jalan terjal kini telah tiba, dan Aca adalah jawaban dari bagaimana tuhan menunjukan baiknya setalah Dipta beberapa kali mempertanyakan kebesaran tuhan terhadapnya.

Wajah cantik Aca benar-benar membuat kagum sang suami, Dipta sesekali menciumi kening sang istri sebagai bentuk rasa terima kasihnya karena Aca masih mau kembali dan tak mempermasalahkan apapun tentang masa lalu ataupun keluarganya.

"Sayang bangun dulu, kamu harus makan" ujar Dipta, tangannya mengelus lembut pipi sang istri agar kiranya Aca segera bangun sebab harus mengisi perut pagi ini.

Namun, bukannya bangun, Aca semakin mengencangkan pelukan yang sempat Dipta urai sebelumnya, nampaknya dibanding rasa lapar, rasa kantuk Aca lebih mendominasi.

"Bangun dulu ca" Sayangnya, dibanding membuat Aca bangun, Dipta malah mengelus lembut punggung istrinya membuat Aca semakin nyaman dan semakin terlelap dalam tidurnya.

Dipta melirik makanan yang sempat diantarkan room service hotel sejam yang lalu, tentu saja makanannya sudah dingin menunggu Aca yang tak kunjung menyantapnya.

"Aca bangun dulu, ayah sama ibu udah mau check out"

Dipta baru saja membaca pesan yang dikirim oleh Kai yang meminta izin untuk pulang lebih dulu, karena menunggu dirinya dan Aca akan sangat lama, padahal semalam mereka semua sudah sepakat akan pulang pagi karena masih ingin mengadakan acara dirumah milik Romy, khusus untuk keluarga saja.

"Abangku, kami pualng diluan, nunggu kalian berkembangbiak bakalan lama ini mah"

Dipta hanya tersenyum membaca pesan Kai yang terkesan meledek, namun Dipta juga merasa tak enak sebab tak menyapa keluarga istrinya pagi ini, terlebih mereka sudah akan pulang.

Hanya saja, Aca yang berada disampingnya masih juga nyenyak dalam tidurnya, membuat Dipta tak tega membangunkan dengan paksa berakhir Dipta hanya membiarkan sampai Aca akan bangun sendiri, entah karena rasa laparnya atau tidurnya sudah cukup.

Belasan menit berlalu, Aca perlahan membuka matanya setelah terbangun dari tidurnya yang cukup lama, detik selanjutnya dia sadar bahwa saat ini posisinya berada di dekapan sang suami.

Dengan malu-malu Aca tersenyum lalu mendongak menatap wajah Dipta yang kini sedang tertidur, keadaan berbalik, Dipta yang sejak tadi menunggu Aca bangun akhirnya ikut menyusul sang istri ke alam mimpi sampai saat ini, hingga Aca yang lebih dulu bangun.

"Ganteng banget suamiku" lirihnya, berbangga hati pada sang suami, dan pada dirinya sendiri yang telah mendapatkan sosok suami seperti Dipta.

Awalnya Aca hanya mengelus lembut pipi Dipta, namun lambat laun tangannya merambat pada alis tebal pria itu, hidung mancungnya dan terakhir pada bibir yang berhasil membuat Aca salah tingkah hanya dengan melihat dan memegangnya.

Aca berusaha menghilangkan fikiran tidak warasnya, berusaha menampik segala godaan di pagi hari bahkan saat perutnya sudah merasa sangat lapar, namun saat Aca baru saja hendak menarik tangannya dari wajah Dipta, tangan suaminya itu lebih dulu menahan.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang