Tawaran menggiurkan

920 170 35
                                        

Diskusi antar keluarga besar, baru berakhir di jam satu malam, semuanya sepakat untuk memberikan waktu pada Aca menenangkan dirinya dan Dipta berhak tau keberadaan istrinya, walaupun jika nanti Aca menolak kehadiran Dipta, maka Dipta juga harus menghormati kemauan Aca.

Romy sebagai penyambung tangan antara putri dan menantunya itu tentu saja segera mengirimkan kabar pada Dipta, seperti dugaannya bahwa di jam dini hari ini, pria itu masih diluar, mencari sosok istri yang dia tak tau keberadaannya.

Mendapati kabar dari Romy, Dipta malam itu juga ingin segera menuju lokasi villa keluarga milik istrinya dimana Aca berada, namun Romy melarang, untuk malam ini biarkan Dipta istirahat lebih dulu mengingat dua malam energi  menantunya itu terforsir kuat.

Di sambungan telfon tadi, Dipta menyetujui titah dari sang ayah mertua, hanya saja kenyataan yang dia lakukan berbeda, sebab tepat di jam tiga dini hari, Dipta sudah sampai di depan bangunan mewah yang dia yakini ada istrinya di dalam sana.

Senyumnya terukir, bahkan hanya melihat tempat keberadaan Aca saja, Dipta sudah sangat bersyukur. Di dalam sana mungkin saja istrinya sudah terlelap dengan nyaman, sementara diluar, ada Dipta yang tak jenuh menatap lekat pada bangunan Villa seolah menatap sang kekasih yang sudah sangat dirinduinya.

"Acaa, aku rindu sayang" lirihnya, menyeka air mata yang lagi-lagi berhasil lolos malam ini.

Sementara itu, jika Dipta fikir Aca sudah terlelap dalam mimpinya, nyatanya salah, sebab sang wanita juga sama gelisahnya, terbiasa tidur dengan sang suami membuat Aca cukup merasakan perbedaan malam ini tanpa adanya Dipta disampingnya.

Padahal semalam, saat dia menginap dirumah sakit, dia tak merasakan apa-apa, bahkan benci hanya dengan menatap wajah Dipta, namun malam ini kenapa rasanya berbeda, kenapa Aca sangat merindukan suami jahatnya itu.

Sungguh, jika ditanya mengenai perasaannya pada Dipta, dengan yakin Aca akan menjawab iya, namun bagaimana dengan pria itu, semuanya masih abu-abu dimata Aca, Dipta dengan perasaannya nampak membingunkan untuk Aca baca.

Cinta sungguhan kah? Atau hanya sekedar kewajiban suami pada sang istri disamping jika dendam pada Romy sudah tidak ada lagi.

Aca tak tau apa yang sedang dilakukan suaminya diluaran sana, khawatir? Rindu? Ataukah merasa bebas dan lega berjauhan seperti ini dengan Aca?

Aca takut rindu sendiri, Aca takut ternyata Dipta ternyata menunggu moment ini.

Dan sepasang suami istri itu melalui malam dengan segala kerinduan yang tak tersampaikan satu sama lain.

***

Ada hikmah dibalik segala kejadian, seperti hari ini keluarga besar Aca bisa berkumpul dan akhirnya melakukan liburan mendadak, walaupun tujuan utamanya adalah untuk menghibur Aca dan tak membuat Aca merasa sendiri.

Romy, Paul dan Refal memutuskan untuk berenang, sementara para nenek dan kakek menikmati hidengan pagi di taman belakang.

Sementara itu Kai baru saja tiba bersama dengan Kaila setelah berbelanja di supermarket dekat Villa, kedua sepupu yang baru saja bertemu kembali itu nampak berboncengan dengan sepeda motor yang tentu saja dikendarai oleh Kai.

Namun, ada yang menarik perhatian Kai, sebuah mobil yang dia kenali terparkir di depan sebuah mesjid yang berada di kawasan vila, mobil itu, mobil kakak iparnya.

"Astaga, ngapain ngerem mendadak sih Kai, lo nggak lagi modus sama gue kan. Ingat gue saudara sepupu lo bego" Protes Kaila, bagiaman dia tidak mengoceh, Kai dengan tiba-tiba menghentikan kendaraannya membuat tubuh Kaila otomatis maju kedepan bahkan hampir terjungkal.

Kai tidak membalas, pria itu menajamkan penglihatannya kearah seorang pria yang baru saja keluar dari mesjid.

"Bang Dipta" lirihnya, namun Kaila yang berada dibelakangnya bisa mendengar.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang