Suda terhitung satu bulan setelah lamaran Paul untuk Nadila, dan kurang dari sepuluh hari pernikahan itu akan terlaksana.
Malam tadi pemerintah sudah menetapkan lebaran idul fitri jatuh pada hari esok, itu artinya ini hari terakhir untuk berpuasa di bulan ramadhan tahun ini.
Jam masih menunjukan pukul 03.30 dini hari, Salsa sudah di sibukkan di dapur memasak makanan sahur untuk keluarganya, wanita yang dulunya sering gagal dalam mengolah masakan itu, kini sudah sangat ahli dan tak pernah mengecewakan, sungguh dia bertransformasi sangat baik.
Berbeda dengan Salsa, Romy baru saja keluar dari kamar mandi dan mendapati Aca yang mengerjap lucu nampaknya terbangun dan mencari keberadaan nya juga Salsa.
Selama ramadhan memang tidak jarang Aca ikut terbangun dan turut serta makan sahur waalupun gadis kecil itu belum bisa berpuasa, namun salsa dan Romy sepakat untuk mengajarkan hal itu pada anaknya, sedikit demi sedkiti.
"Anak ayah udah bangun?" Romy mendekat menghampiri Aca yang masih nampak mengumpulkan kesadarannya.
"Ayah"
"Iya sayang?"
"Ayah habis mandi? Sekarang sudah pagi yah, Aca kan belum makan sahur" ujar Aca, bukan tanpa alasan pertanyaan itu keluar dari mulut polos Aca, sebab tampilan Romy yang hanya memakai handuk dibagian pinggang kebawah, juga rambut yang masih tampak basah.
"Ini masih subuh ko, kita masih bisa makan sahur, ibu juga masih masak di dapur"
Aca terdiam, menatap polos pada Romy yang baru saja memberinya jawaban, nampaknya ada kebingungan tentang kebiasaan ayahnya di hari sebelumnya dan yang dia lihat sekarang.
Melihat Aca diam, Romy menggendong tubuh mungil Aca untuk dia bawa ke dapur bersama Salsa, pria itu khawatir jika anaknya akan menanyakan sesuatu yang akan membuatnya kesulitan untuk menjawab.
"Aca sama ibu dulu yah, Ayah mau pake baju dulu sebentar" ujarnya sambil berjalan menuju dapur dimana istrinya berada sekarang.
Namun sebelum sampai di dapur dan bertemu Salsa, Romy lebih dulu menemukan Paul yang baru saja turun dari lantai dua rumahnya.
"Baru sampai?" tanya Romy.
"Iya baru aja, tadi Salsa yang bukain pintu" jawab Paul, calon pengantin yang seminggu lagi akan melepas masa lajangnya itu memilih lebaran bersama Romy, salsa dan Aca, sebab di jakarta dia hanya sendiri karena mama Rosa menyusul papa Raka ke Kalimantan, dan Paul tidak berniat kesana.
"Papau" rengek Aca, merentangkan tangannya ingin berpindah kegendongan Paul.
Paul dengan senang hati mengambil alih Aca dalam gendongan Romy, namun pria itu baru menyadari wujud Romy yang hanya memakai handuk di subuh-subuh buta seperti ini.
"Abang titip Aca yah, abang mau pake baju dulu" ujar Romy, lalu berlalu menuju kamarnya.
Tatapan Paul mengikuti langkah Romy, ada sesuatu yang dia tebak namun agak malu hanya sekedar untuk memikirkannya.
***
Romy keluar dari kamar dan mendapati Paul dan Aca sudah duduk di meja makan bersiap untuk makan sahur. Aca nampaknya sedang rindu dengan om yang dipanggilnya dengan sebutan Papau itu, terlihat dengan bagaimana dia tak ingin lepas dari pangkuan Paul sampai sekarang. Sedangkan Salsa masih sibuk menyajikan masakannya.
Hatchhi
Itu suara bersin Romy saat baru saja duduk, berhadapan dengan Paul yang tentu saja sedang di tempeli oleh Aca sekarang
"Oh sorry ul, abang kayaknya lagi flu. Maklum hampir setiap hari abang keramas setiap subuh" ujar Romy menjelaskan, padahal Paul tak menuntut penjelasan.
KAMU SEDANG MEMBACA
If it is You
Storie d'amore"Jika kamu hancur sebesar diriku Akankah kamu tahu? Semua rasa sakit yang memenuhi diriku Ke titik di mana hatiku akan meledak, Betapa aku menginginkanmu?" ~if it'S You
