Lagi-lagi Kai.

1K 151 10
                                        

Kamar yang nampak terlihat feinim dengan warna pink muda yang mendominasi, kini di isi oleh seorang pria yang sedang berbaring santai di atas ranjang dengan sprei berwarna merah maroon.

Dipta, pria yang kini sedang memperhatikan sang istri sedang melamun entah memikirkan apa, yang jelasnya Dipta cukup tak menyukai situasi sepi tanpa adanya suara istrinya sejak tadi.

Keduanya dalam posisi terlentang, Aca menatap langit-langita kamarnya, sedangkan Dipta menatap pada cintanya.

"Sayang, kenapa hmm?"

Bahkan saat Dipta bertanya pun, Aca tak menggubris sedikit sama sekali, wanita itu larut dalam fikirannya sendiri, sampai pada Dipta mengelus lembut keningnya, barulah Aca sadar atas lamunannya dan menatap sang suami.

"Kenapa ta?"

"Kamu yang kenapa? Dari tadi diam aja" Dipta tidak marah kok, dia mengucapkan itu dengan lembut sembari memainkan ujung rambut milik Aca.

"Maafin Aca, Aca cuman sedng mikirin Kala sama kak Ara aja"

Seketika wajah teduh Dipta berubah datar bahkan menghentikan sentuhannya pada rambut Aca, dan detik itu pula Aca menyadari kesalahannya menjawab pertanyaan sang suami.

"Maksud Aca, Aca lagi mikirin tentang pernikahan mereka"

"Kenapa? Kamu nggak suka sama pernikahan mereka? Kamu kecewa karena Kala udah nikah?" Tanya Dipta

Usai mengatakan itu, Dipta hendak beranjak, dia tak bisa berada di dekat Aca saat kondisi hatinya sedang tidak baik-baik saja perihal cemburu, sudah Dipta katakan kan sisi buruknya bisa terlihat saat dirinya merasa miliknya diusik, termasuk saat dia cemburu, dan satu-satunya wanita yang bisa membuat dia seperti itu hanyalah Aca, istrinya.

"Diptaaa, bukan gitu maksud Aca" Aca menahan saat Dipta baru saja hendak turun dari ranjang, Aca akui dirinya telah salah namun demi apapun tuduhan Dipta tidaklah benar.

Aca sekalipun tak pernah kecewa tentang Kala yang menikah, justru sebaliknya dia turut berbahagai sahabat kecilnya itu telah memulai ibadah panjang terlebih wanita yang menjadi istrinya adalah Ara, wanita yang Aca kenal sejak dulu.

Hanya saja, ada yang mengganjal bagi Aca, sikap Kala, sikap Ara, juga situasi yang tak menunjukan kebahagian di sebuah pernikahan membuat Aca ikut tak nyaman menyaksikannya, bagaimanapun Kala dan Ara adalah sahabat sejak dia kecil hingga saat ini sudah Aca anggap sebagai saudara sendiri.

Aca mengerti jika pernikahan itu bukanlah kemauan keduanya, dan justru hal itu yang membuat Aca merasa khawatir, jikalau Ara akan merasakan sakitnya penolakan dan tak diterima di hati sang suami, seperti Aca dulunya di awal-awal pernikahannya bersama Dipta.

Aca semakin khawatir saat Kala yang selama makan malam tadi tak sekalipunmengajak Aca ngobrol bahkan terkesan mengabaikan, walaupun Rony dan Salsa sudah menyuruhnya.

"Aku nggak apa-apa, aku cuman mau ke balkon sebentar" ujar Dipta, namun Aca sama sekali tak mempercayai itu.

Dipta sedang cemburu, Aca bisa membaca bahkan hanya dengan menatap wajah prianya itu "Kenapa ke balkon? Ini udah malam"

"Cari angin" jawab Dipta

"Kenapa angin di cari? Mending disini sama Aca, Aca janji bakalan peluk Dipta sampai tidur"

Tawaran yang menggiurkan, Dipta menoleh dan menatap Aca yang tengah tersenyum manis menggodanya "Kenapa kita harus tidur?"

"Hah?"

Dipta tersenyum tipis melihat respon Aca atas ucapannya, dia terhibur hanya saja rasa kesal dan cemburu dihatinya masih terasa membuatnya tak menghiraukan larangan Aca bahkan mengabaikan pelukan yang ditawarkan istrinya itu.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang