Dipta, Aca dan Kala.

1.4K 213 36
                                        


"Siapa yang pengantin?"

Suara seorang pria yang merupakan ayah dari Salsa memutuskan obrolan antara Aca dan Dipta, Aura tenang juga ramah seketika tak terlihat lagi diwajah Romy yang berhasil membuat Dipta berdigik ngeri.

"Kok diam? Kalian bicarain apa sampai ayah dengar obrolan tentang pengantin tadi?"

Tak ada yang menjawab, keduanya seolah sepakat untuk bungkam. Dipta menjadi pihak yang merasa di intimidasi oleh tatapan pria dihadapannya kini, dan Aca merasa bingung harus menjelaskan apa pada sang ayah, tidak mungkinkan dia mengatakan bahwa Dipta telah menduuhnya sebagai calon pengantin pria itu.

Tidak, bisa-bisa Dipta dibuat lumpuh saat ini juga jika Aca mengatakan itu.

Salsa yang baru saja keluar dari kamarpun merasakan aura yang beda dengan bebrapa menit yang lalu saat dia memasuki kamarnya, dilihatnya sekarang Aca, Dipta dan juga Romy tengah berdiri dalam kondisi sama-sama diam. Tapi satu hal yang Salsa tau, tatapan suaminya tak sehangat sebelumnya.

"Dipta ganteng, ini bayaran untuk hari ini kamu ngajarin Aca, jangan kapok yah ajarin anak ibu, dia gini-gini kalau belajarnya serius juga bisa pintar kok" ujar Salsa, mencoba mencairkan suasana yang dia sendiripun tak tau penyebab memanasnya.

Dipta dan Aca bisa sedikit bernafas lega, saat Salsa mengalihkan pembicaraan dari pertanyaan Romy. Hanya saja, tidak berlaku bagi Romy sebab dia malah semakin jengkel saja mendengar sang istri memuji pria lain walaupun pria itu umurnya sangat berbeda jauh darinya.

Tapi tetap saja, bagi Romy selain dia tak boleh ada yang dipuji tampan oleh sang istri. Jangankan Dipta, Kai yang merupakan anak kandung mereka saja kadang membuat Romy cemburu pada anak sendiri.

"Sayang, kok ngatain Dipta ganteng di depan Mas sih" dan seperti sebelum-sebelumnya, Romy jika sudah cemburu bahkan tak mengenal situasi dan kondisi, dia tetap merengek menunjukan ketidak sukaannya.

"Itu bukan ngatain mas, aku lagi muji Dipta ganteng karena wajahnya memang ganteng" jawab Salsa, sudah terbiasa mendapati sikap Romy yang seperti ini dan hanya dengan melihat mulut membel Romy, Salsa menjadi terhibur.

"Tetap aja, mas nggak suka. Pokoknya dimata kamu, mas harus yang paling ganteng"

Tuhkan, semakin menjadi-jadi saja bapak dua anak itu, makanya dibanding meladeni tantrumnya Romy, Salsa memilih memberikan beberapa lembar uang kepada Dipta sesuai dengan ucapannya tadi.

Dipta hanya diam sembari meringis dalam hatinya, pria itu melirik sekilas pada Aca yang sudah nampak biasa saja menyaksikan pertengkaran yang terkesan menggemaskan orang tuanya itu. sejenak Dipta bertanya dalam hatinya "Sungguh, apakah benar ada pernikahan yang membahagiakan seperti ayah dan ibu Aca?"

"Dipta, ini uangnya" Ujar Salsa

"Terima kasih banyak tante, tapi ini kelebihan dari yang kita sepakati" ujar Dipta, sesaat setelah menghitung jumlah uang yang di berikan Salsa ternyata berjumlah 700 ratus ribu, padahal kesepakatan mereka hanya 500 ribu saja.

"Nggak apa-apa, anggap aja sebagai uang bensin kamu" ujar Salsa kembali.

"Tapikan saya nggak naik motor kesininya tante, lagipula rumah saya disebelah, jalan sedikit juga saya sudah sampai" Bukannya Dipta tak menyukai uang, hanya saja menurutnya ini terlalu berlebihan untuk gajinya yang hanya mengajar Salsa selama dua jam, apalagi dengan segala jenis makanan dan minuman yang tersuguhkan, membuat Dipta semakin tak enak hati.

"Nggak apa-apa nak, terima aja yah. Kapan kamu bisa mengajar Aca lagi?"

"Saya usahakan mencari jadwal kosong lagi tante, sekali lagi terima kasih banyak" jawabnya.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang