Kunjungan pertama mertua.

1.3K 207 76
                                        

Kai baru saja tiba dirumah di jam dua siang, baru saja memasuki rumah pria itu disambut dengan tatapan kekhawatiran dari kedua orang tuanya.

"Kai, kakak kamu kok tiba-tiba pulang semalam?" Romy menanyakan perihal kepulangan Aca, merasa ada yang tidak beres dengan putrinya itu.

"Kakakmu pulang sama abangmu? Mobilnya aja masih ada di garasi, kenapa mereka berdua pulang tanpa pamit langsung sama ibu dan ayah" Salsa ikut menimpali, sebagai orang tua dia cukup merasa tak di hargai saat putri dan menantunya bahkan tak pamit baik-baik padanya, wajar kan?

Kai masih diam, mempersilahkan kedua orang tuanya menyelesaikan segala pertanyaan dan tuduhan-tuduhan untuk Aca dan juga Dipta.

"Ibu bahkan nggak bisa tidur semalam, kepikiran mereka berdua" Lanjut Salsa.

"Kai jangan diam aja, ayah tau kamu semalam nginap dirumah mereka" Romy cukup geram melihat tingkah Kai, saat dirinya dilanda kecemasan, putranya itu malah diam tak menjawab.

Dipersilahkan seperti ini, Kai merasa waktunya untuk bicara sudah tiba tanpa memotong ataupun membantah segala ucapan ayah ataupun ibunya

"Ayah, ibu, maaf kalau Kai lancang, tapi menurut aku kak Aca dan bang Dipta wajar bersikap seperti semalam" ucap Kai

"Ayah sama ibu merasa nggak melakukan kesalahan yang menyinggung bang Dipta ataupun kak Aca? Tanya Kai

Kali ini Romy dan Salsa yang diam, ucapan Kai rasanya terdengar seperti tuduhan yang dibalut pertanyaan. Kai mengehela nafas, menyaksikan kedua orang tuanya tak memiliki jawaban atas pertanyaannya.

"Pertama, Ayah, ibu, tante Sal dan om Rony hanyut dalam percakapan yang hampir seluruhnya membahas tentang kak Aca dan kak Kala dulunya, pembahasan yang tentu saja tak nyaman untuk bang Dipta, tapi kalian seolah mengabaikan fakta itu" ujar Kai, kali ini dia nampak serius dari biasanya.

Sebagai anak laki-laki, Kai tumbuh menjadi sosok yang akan menyampaikan pemikirannya tanpa harus memendam, menurutnya akan lebih baik jika bicara dibanding harus diam dan menyimpannya sendiri.

"Kedua, ayah sama ibu benar-benar memperlakukan kak Kala dengan baik, memperhatikan dan juga terus memuji, sebenarnya tidak masalah jika saja ayah dan ibu belum mempunyai menantu dan menguapkannya didepan menantu kalian langsung"

"Ayah, ibu, aku memang belum terlalu tau tentang keluarga bang Dipta, tapi aku cukup bisa membaca situasi bahwa bang Dipta saat ini hanya hidup seorang diri tanpa keluarga, akan sangat sensitif jika terang-terangan kita membahas di depannya langsung apalagi dengan keluarga orang lain"

Salsa dan Romy merasa tertampar dengan ucapan putranya, mereka dengan umur yang lebih tua dinasehati dengan bijak oleh putra mereka. bukannya tersinggung, namun keduanya merasa cukup malu dengan tingkahnya.

"Soal mereka pulang kerumahnya semalam, itu keputusan dari kak Aca, bang Dipta hanya ke makam keluarga dan berniat pulang kerumah ini setelah selesai, tapi saat kak Aca menyusul, putri ayah dan ibu itu sendiri yang memutuskan untuk pulang kerumah mereka berdua, tidak lagi ke rumah ini" ujar Kai kembali

"Ibu nggak bermaksud seperti itu Kai" ujar Salsa

"Sama bu, kak Aca dan Bang Dipta juga nggak bermaksud kurang sopan dengan pulang tiba-tiba semalam, namun ibu menangkapnya demikian kan?" jawab Kai.

Salsa menyesal, benar-benar menyesal, dia fikir tak ada kecemburuan lagi bagi Dipta mengingat keduanya telah menikah, namun Salsa lupa jika dulunya alasan terbesarnya meninggalkan Romy adalah masa lalu suaminya itu, padahal dia sudah berstatus sebagai istri yang sah.

"Kak Aca hanya tak ingin suaminya merasa tak nyaman, tanpa bermaksud membuat ibu ataupun ayah tersinggunng" lanjutnya.

Romy sejak penejalasan Kai memilih diam saja, penyesalan kembali dia rasakan padaha sebelumnya dia sudah berjanji pada Dipta akan menjadi sosok ayah yang baik untuk pria itu, namun belum lama setelah mengucapkan janji itu, Romy merasa mengingkari.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang