Aca malu :(

1.4K 207 51
                                        

Suasana semakin hening ketika baru saja Romy selesai bicara perihal penejelasannya tentang kejadian yang terjadi pada Aca dan juga Dipta.

Aca mengeratkan genggamannya di jemari sang suami, gadis itu sejak tadi hanya tertunduk sembari sesekali menyeka air matanya saat Romy menjelaskan kejadian sebenarnya.

Mungkin, tak ada yang menyadari jika sikap tenang dan terlihat nampak bahagia hari ini adalah bentuk usaha Aca agar keluarga besarnya tidak khawatir memikirkan pernikahannya dengan Dipta.

Mencoba untuk terlihat mesra dihadapan keluarga besarnya merupakan sebuah usaha dari Aca agar kiranya keluarga besarnya bisa percaya bahwa Aca telah bahagia hidup bersama suaminya.

Namun diantara usahanya ada ketakutan memikirkan bagaimana kehidupan pernikahannya nanti, apakah akan berubah menjadi keluarga harmonis seperti keluarga ayah dan ibunya, ataukah justru sebaliknya.

Bagaimanapun Aca hanyalah gadis biasa yang memimpikan pernikahan sekali seumur hidupnya, dan menyadari bagaimana Dipta yang terlihat tidak menginginkan pernikahan ini membuatnya memutuskan akan berusaha untuk tetap mempertahankan rumah tangganya.

Perihal sikap Dipta, Aca akan mewajari dan sebisa mungkin memaklumi, walaupun seringkali seorang Aca, si gadis cengeng ini akan menangis menyendiri.

Sementara itu, Dipta terlihat nampak tenang dan kali ini menemukan keberanian untuk tak lagi merasa gugup. Pria itu memperhatikan satu persatu wajah yang pernah dia kenali di empat tahun lalu.

Tak ada yang menduga bahwa sebenarnya Dipta sedang menikmati dan merayakan kemenangan saat bagaimana wajah terkejut dan kaget keluarga Aca mendapati kabar pernikahannya.

Seru bukan? Dipta yakin, yang hadir di ruang keluarga saat ini akan tak menyetujui pernikahannya dengan Aca, dan yang akan disalahkan adalah Romy yang tak bisa menjaga putrinya dengan baik.

Ini yang Dipta tunggu-tunggu, keluarga yang pernah menghancurkannya itu akan terpecah belah setelah mendengar pernyataan dari Romy perihal kejadian yang sebenarnya.

Tak ada lagi keluarga harmonis, tak lagi menjadi keluarga yang hangta, keluarga Aca perlahan akan seperti keluarganya yang hancur tak tersisa.

"Kenapa kamu baru bilang soal pernikahan Aca Rom, kalau mama tau lebih dulu, mama bisa nyiapin pesta yang besar untuk pernikahan cucu oma"

Dan kalimat dari ibu Rosa mematahkan semua persepsi Dipta tentang keluarga ini, bagaimana mungkin Aca yang menjadi primadona di dua keluarga besar itu di lepaskan menikah dengan pria asing sepertinya.

Bukankah terlalu mudah? Setidaknya Dipta menunggu pernyataan dari orang-orang disana bahwa mereka tak menyukainya.

"Iya, mama kamu benar Rom. Ayah memang cukup kaget mendengarnya tapi ayah sadar bahwa kita semua tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mendoakan pernikahan Aca dan juga Dipta untuk selalu bahagia"

Pak Abi menimpali, sosok yang selalu terlihat tenang itu menatap lembut kearah sang cucu. Walaupun sempat kaget dan tak menyangka, tapi Ayah Abi dan bijaksana mencoba menerima semuanya.

"Takdir memang tak pernah melewatkan garisnya. Aca, Dipta, kakek berharap kesalahan beberapa tahun lalu tidak mempengaruhi kebahagiaan keluarga kecil kalian" lanjutnya

Disamping pak Abi, ibu Nita mengangguk menyetujui perkataan suaminya walaupun banyak pertanyaan besar yang ada di benak ibu Nita perihal Dipta.

Terutama kemana anak itu selama ini?

Dan juga sampai di empat tahun setelah meninggalnya Nenek Mina, ibu nita belum mengucapkan bela sungkawa atas kematian tetangganya itu.

Dia tak berada dirumahnya saat nenek Mina berpulang, sebab saat itu besannya meninggal dunia dan dia harus terbang ke Rusia untuk mengucapkan bela sungkawa dan saat pulang ketanah air, ibu Nita serta Pak Abi mendapati kabar bahwa nenek Mina telah meninggal dunia.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang