Sepasanng suami istri baru saja menyelesaikan ibadah shalat subuhnya, Romy yang bertindak sebagai imam baru saja melangitkan doa dengan Aamiin sebagai penutupnya.
Ucapan syukur tak henti mereka panjatkan, Tuhan benar-benar baik mempertemukan kembali dengan keadaan dan versi lebih baik.
Romy berbalik menatap netra mata teduh istrinya, Salsa meraih tangan suaminya untuk dia cium punggung tangannya. Romy, adalah imamnya, Salsa bersyukur dia kembali berjodoh dengan prianya itu, walaupun sempat merasa mustahil sebelumnya.
Setelahnya, kali ini Romy yang mencium kening istrinya cukup lama, rasa cinta dan syukurnya dia salurkan lewat itu. Salsa, perempuan yang berhati besar yang menerimanya kembali walau hatinya telah dihancurkan Romy dulunya.
Romy kemudian beralih mengelus perut Salsa yang masih rata, merasakan getaran yang tak biasa kala tangannya kembali berada diatas perut istrinya. Rasa sedihnya menyelinap bercampur dengan rasa bahagia yang dirasakan Romy, merasa bersalah pada Aca karena putri pertamanya itu tak pernah dia sentuh saat dalam perut Salsa.
Romy berjanji akan membayar semuanya pada Aca, kasih sayang juga rasa cinta tak akan membuat Aca kehilangan peran cinta pertamanya lagi.
Anak keduanya dia pastikan akan merasakan kasih sayang serta kebahagiaan dari kedua orang tuanya yang akan selalu ada disampingnya mulai dari perut hingga selamanya, tak ada yang berbeda, baik anak keduanya yang masih berupa janin, ataupun Aca yang sudah berusia hampir empat tahun, keduanya adalah permata hati bagi Romy dan Salsa.
Walaupun sudah mempunyai Aca, namun kehamilan Salsa kali ini merupakan pengalaman pertama bagi Romy. Karena itulah pria itu sangat overprotektif pada isitrinya, tak di biarkan Salsa melakukan kegiatan yang berat, bahkan ke kamar mandi pun Romy akan menemani dengan alasan Takut Salsa terpeleset di dalam sana.
"Assalamualaikum anak ayah, masih bobo yah dalam perut ibu?" Romy mendekatkan wajahnya pada perut Salsa, sejak semalam pria itu tak bosan-bosannya mengajak bicara anaknya yang masih berupa janin di dalam perut Salsa.
"Ayaaahhhh" Bukan, itu bukan suara janin yang berasal dari perut Salsa, melainkan suara si kakak yang baru saja bangun dan masih setengah sadar.
Sontak Salsa dan Romy menoleh pada Aca, menatap wajah menggemaskan Aca yang baru saja bangun, rambutnya yang tergarai rapi sebelum tidur pun kini sangat berantakan.
"MasyaAllah anak ayah udah bangun" ujar Romy, dirinya berdiri dan menghampiri putrinya.
Romy membubuhi kecupan manis di area wajah anaknya, Aca tak keberatan, hal seperti itu sudah di lakukan Romy setiap hari padanya "Anak ayah ko bau acem yah, belum mandi pasti nih"
"Ayah udah isiin perut ibu adek bayi belum" Ucapan pertama Aca ternyata masih perihal alasannya menangis malam tadi.
Bocah kecil itu, tak melupakannya.
Romy tersenyum hangat, keinginan Aca sudah di kabulkan Tuhan, pria itu membawa putrinya mendekat pada Salsa yang masih duduk diatas sejadahnya.
Romy membawa tangan mungil Aca mengelus perut Salsa, Aca pun mengikuti gerakan tangan ayahnya
"Di perut ibu, udah ada adeknya Aca. Aca sebentar lagi jadi kakak" ucap Romy, hatinya semakin menghangat melihat wajah polos Aca yang perlahan tersenyum mendengar ucapannya.
"Beneran ayah?"
"Beneran dong sayang, Aca akan jadi kakak yang baik buat adek bayi" jawab Romy, kini tangannya beralih mengelus lembut surai hitam putrinya.
"MasyaAllah, Omaigat. Aca akan jadi kakak-kakak cantik yang bonceng adek keliling kompleks" kini Aca sudah berdiri, berlompat mengekspresikan kebahagiaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
If it is You
Romansa"Jika kamu hancur sebesar diriku Akankah kamu tahu? Semua rasa sakit yang memenuhi diriku Ke titik di mana hatiku akan meledak, Betapa aku menginginkanmu?" ~if it'S You
