Aca Vs Lika

1.2K 197 72
                                        

Seminggu kembali berlalu membuat Aca dan Dipta perlahan memahami kebiasaan satu sama lain, walaupun keduanya sama-sama sulit untuk menerima, seperti Aca yang akan selalu mengomel saat Dipta menaruh baju atau handuk basah di atas tempat tidur, dan Dipta yang kadang tidurnya terganggu karena Aca yang kerap kali ngigau dalam tidurnya.

Hari ini, cukup melelahkan bagi Aca sebab dikantornya Film 'Senja terakhir" sudah masuk dalam tahap Development, dia yang ditunjuk sebagai Assosiate produser memiliki tanggung jawab cukup besar di film pertamanya.

Dipta juga berada di bangunan yang sama dengannya, pria itu beberapa hari ini juga datang guna membicarakan elemen-elemen penting dalam film nantinya tetap terjaga, pertemuan Dipta dengan sutradara benar-benar dimanfaatkan pria itu agar kiranya tak ada makna yang melenceng antara film dan novelnya.

Aca menunggu Dipta di loby kantornya, ini sudah hari ketiga dia berencana membeli cincin pernikahan dan kemudian mengurus surat nikah mereka seperti keinginan keluarganya.

Hanya saja, sudah dua hari dipta lebih memilih pergi dengan gadis yang merupakan artis yang entah karena apa selalu mengikuti Dipta akhir-akhir ini. Pencitraan? Atau mengincar peran utama dalam film yang akan dirilis nantinya, Aca tidak tau, yang jelasnya wanita yang berada di sebelah Dipta itu benar-benar membuatnya kesal.

Selama dua hari, Aca berusaha sabar dan memaklumi Dipta mengabaikan ajakannya, tapi untuk hari ini, jika Dipta kembali tak bisa, maka Aca tak bisa tinggal diam.

Sudah cukup dia menahan amarah di dadanya saat melihat Dipta bepergian berdua dengan wanita lain, hari ini dia sabarnya sudah habis tidak dapat di isi ulang lagi.

Di kantor, gerakan Aca terbatas sebab Dipta sudah memberi ultimatum untuk tak menyebarkan berita pernikahan mereka ke teman kantor sampai hari resepsi tiba, dan hal itu berhasil membuat keduanya layaknya orang asing yang di pertemukan dalam sebuah proyek film.

"Dipta"

Si pemilik nama menghentikan langkahnya, pun dengan gadis yang berjalan disampingnya.

Segera Aca mendekat, memperhatikan situasi yang sudah nampak sepi, hanya ada mereka bertiga di loby saat ini.

"Dipta udah janji untuk cari cincin hari ini sama Aca" ujar Aca

Pertanyaan yang membuat alis Dipta menukik tajam "Kapan gue janji?"

"Dua hari yang lalu, Aca udah bilangkan sama Dipta kalau kita harus segera beli cincin dan ngurus surat nikah di KUA"

Kali ini, orang ketiga yang berada diantara merekalah yang terkejut bukan main mendengar pernyataan Aca. Nikah? Mereka berdua mau menikah?

"Gue nggak pernah janji kan untuk ngelakuin itu? lo aja yang terlalu percaya diri" ujar Dipta.

Cukup sesak di dada Aca mendengarnya, dia sadar bahwa selama ini hanya dia yang berjuang dan terlihat saat ingin, tapi Dipta seolah mengabaikan perasaannya dan mengira Aca tak bisa kecewa.

Melihat diamnya Aca dan juga Dipta, lika yang merupakan seorang yang berada diantara mereka merasa ini waktu yang pas untuk menanyakan perihal obrolan keduanya.

Dia sudah cukup lama mengenal Dipta, dan gadis itu rasa mereka cukup dekat, lalu? Gadis yang nampak kekanak-kanakan di depannya kini baru saja dia temui beberapa hari yang lalu dan itupun perihal pekerjaan.

Lalu, kapan keduanya bertemu? kapan keduanya dekat hingga memicarakan perihal pernikahan ?

"Kalian mau nikah?"Tanyanya dengan rasa penasaran yang amat tinggi.

Jika Dipta hanya diam, tidak untuk Aca, gadis itu menggebu-gebu dalam melayangkan tatapan tajam pada gadis dihadapannya kini.

Aca seolah menguliti Lika saat dimana dia menatap gadis itu mulai dari Atas sampai kebawah. Aca menyadari bahwa gadis di hadapannya itu nampak cantik dengan rambutnya yang terurai panjang, tapi bajunya yang kekurangan bahan membuat Aca risih melihatnya.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang