Resepsi..

1K 89 24
                                        

Seorang pria dengan mata yang di tutup dan mulut yang dilakban tengah duduk di sebuah kursi kayu dengan tangan yang terikat kebelakang, kondisinya sangat memprihatinkan terlebih si pemilik raga belum juga sadar dari pingsannya.

Lalu, menit-menit selanjutnya sang pria kini mulai membuka matanya perlahan, cahaya lampu yang cukup mewah cukup sulit beradaptasi dari matanya yang entah berapa lama tertutup akibat ketidaksadarannya.

Pria itu kemudian memperhatikan sekelilingnya, dia berada disebuah hotel mewah seorang diri, dan saat menyadari tangan dan kakinya diikan menyatu dengan kursi, pria itu mulai panik

Dia adalah Dipta, pria yang beberapa jam lalu mencari keberadaan istrinya namun berakhir diserang hingga tak sadarkan diri.

Tidak, Dipta tak bisa diam saja disini, melihat dirinya yang dilukai dan dibawa ditempat ini, Dipta meyakin dirinya menjadi korban kejahatan, Namun dibanding takutnya, Dipta lebih ingin segera lari dari tempat ini untuk segera menemui sang kekasih hati, ingatan terakhirnya tentang kedatangan Aca membuatnya berharap bahwa yang terjadi adalah kenyataan, bukan hanya angannya saja.

Dipta berusaha melepaskan ikatan kaki dan tangannya, sembari mulut yang terus memaki siapapun yang telah melakukan ini padanya.

"Sialan, lepasin gue brengsek" ucapnya, seakan sang pelaku ada didepannya.

Hanya saja, puluhan menit berlalu dan Dipta tak juga berhasil, ikatan tali di tangannya sangat kuat sehingga dipastikan yang mengikatnya bukanlah orang sembarangan.

Karena diam saja bukanlah perlawanan, Dipta tak menyerah, dengan memaksimalkan usahanya, pria itu menggerakkan tangannya agar bisa terlepas. Namun, alih-alih terlepas, tangan Dipta malah memerah dan lecet akibat gesekan tangannya dengan tali pengikatny.

Ceklek.

Apa yang dilakukan Dipta terjeda, pria itu menatap ke sosok wanita yang baru saja masuk ke kamar berjalan dengan elegan dan menatapnya dengan senyuman manis.

Dipta seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat, tak menyangka bahwa pelakunya adalah seseorang yang tak pernah dia sangka.

"Sayang kamu udah sadar?" Tanyanya, bahkan dengan berani wanita itu duduk di pangkuan Dipta dengan jari tangan yang menjalar ke dada pria itu.

Dipta dibuat semakin menggeram saat merasakan apa yang di lakukan wanita dihadapannya itu, anehnya, tubuhnya tak menolak dan hanya diam di perlakukan demikian.

Gaes, Maaf yah untuk part ini bisa kalian baca di karyakarsa atau di pdf jika berkenan, ini part berbayar yang terakhir  untuk judul ini.

Di part ini ada dua bab yang aku gabung, harganya 10k, bisa langsung beli di karyakarsa, pdf melalui email, atau yang sudah hubungik aku di WA sebelumnya bisa langsung chat aja.

Terima kasih yah, sehat selalu 

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang