Saya tidak bersalah pak!!

1.2K 193 81
                                        

Ruangan kedap suara dengan luas yang cukup kecil dan sederhana kini di isi oleh beberapa polisi dan seorang pria yang baru saja di tangkap dan ditetapksan sebagai tersangka.

Suasana cukup menakutkan bagi seseorang yang tak pernah memasuki ruangan seperti ini, ruang introgasi, begitu tulisan yang ada di depan pintu ruangan tersebut.

Pria yang sempat menolak untuk ikut dengan polisi dan berakhir di seret paksa itu masih merasakan kebingungan untuk apa yang terjadi, mengapa dia harus berada di ruangan seperti ini? Walaupun tak bisa dipungkiri ketakutannya kian menjadi-jadi saat beberapa kali polisi memberikan pertanyaan periahal dirinya.

"Saudara Dipta, Anda tau tentang kecelakaan yang terjadi di jalan pahlawan, siang hari pada tanggal 12 Mei kemarin?"

Dan tersangka itu adalah Dipta, seorang mahasiswa yang di duga melakukan tabrak lari  di hari yang disebutkan polisi barusan. Pria yang baru saja merasakan hidupnya kian berwarna, kini di hadapkan kembali pada masalah.

"Nggak pak, saya nggak tau masalah kecelakaan itu" Sebelum menjawab pertanyaan polisi, Dipta berusaha mengingat tentang bagaimana dia di hari yang di sebutkan, sampai pada ingatan bahwa hari itu adalah hari yang bertepatan dengan nenek Mina yang di keroyok orang.

Dan sepanjang ingatannya, Dipta tak pernah tau bahwa hari itu juga telah terjadi kecelakaan.

"Hari itu terjadi kecelakaan di jalan pahlawan, tepatnya di depan SMA 12, sebuah mobil honda civic berwarna abu-abu tanpa plat menabrak seorang gadis sampai terpental cukup jauh, dan korban atas nama Arshakahyla Alfisa Narenda atau biasa dipanggil dengan nama Aca"

"Aca?"

Dipta terkejut bukan main, tadi saat di pantai dia sempat mendengar nama korban, tapi tak menyangka bahwa korban yang di maksud adalah Aca,

"Cukup lama kami menemukan barang bukti, Mobil tanpa plat sangat sulit kami temui, apalagi kondisi saat itu sedang pemadaman listrik bergilir di wilayah sekitaran TKP" ujar Polisi kembali.

"Sampai dimana kami menemukan cukup bukti, dan bukti itu mengarah bahwa anda pelakunya"

Belum selesai Dipta yang dibuat kaget dengan fakta bahwa Aca yang kecelakaan pada hari itu, kini dia semakin dibuat syok saat mendengar polisi di hadapannya menyebutkan bahwa dirinyalah yang di duga menabrak Aca.

Tidak, sepanjang ingatan Romy hari itu, dia tak pernah menabrak seorang pun.

"Bukan saya pak, saya benar-benar tak pernah menabrak siapapun, apalagi Aca"

"Di jam 14.03 pada hari senin tanggal 12 Mei, anda terlihat dari cctv salah satu supermarket di depan bengekel tempat anda kerja, tengah mengendarai sebuah mobil tua dengan merek honda civiv berwarna abuabu, yang dimana menurut para saksi mobil itu adalah mobil yang sama dengan yang menabrak saudara Aca hari itu juga"

Dipta dibuat diam, bukan karena yang diucapkan Polisi adalah kebenaran, hanya saja dia mencoba mengingat lebih detail lagi tentang hari itu.

Memutar mesin waktu di ingatannya, dimulai dari dirinya diajak berbicara oleh seorang gadis hari itu, lalu setelah gadis itu pergi, Dipta baru sempat makan siang dan kemudian mendapati telfon dari bosnya untuk membawakan mobil salah satu pelanggannya di jalan sukawati yang jaraknya cukup jauh.

Namun baru beberapa kilometer terlewati, Dipta mendapati kiriman vidio dari temannya yang memeperlihatkan bagaimana nenek mina dihakimi. Dan bertepatan dengan itu, Dipta kembali mendapatkan telfon untuk menyuruhnya menunggu sang pemilik mobil di depan sebuah taman kota.

Disaat dirinya sedang khawatir pada kondisi sang nenek, telfon dari bosnya membuatnya cukup bersyukur karena dengan itu dia bisa segera menuju lokasi tempat nenek Mina berada.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang