Sial?

974 156 32
                                        

Awalnya Romy kira, malam ini setidaknya dia bisa tidur diranjang yang sama dengan Aca atau berada dirumah yang sama dengan istrinya itu. Namun, apa yang dia duga harus kembali patah saat Oma Rosa memintanya untuk pergi kembali, kendati tak lagi dengan amarah yang membersamai, namun di usirnya kembali Dipta malam ini membuatnya menelan kekecewaan lagi.

Dipta tak bisa berbuat banyak, terlebih Aca yang hanya diam tak sedikitpun membela atau menghentikan saat oma Rosa memintanya pergi, seolah diamnya adalah persetujuan atas apa yang dilakukan sang oma.

Dan akhirnya Dipta berakhir dikamarnya kembali, seorang diri tanpa Aca disampingnya, seorang diri merasakan Rindu yang kembali besar lagi walaupun sempat ada pertemuan tadi.

Dipta memandangi ponselnya menunjukan jam yang sudah pukul empat dini hari, bukan kali pertama Dipta masih terjaga di jam seperti ini, berpisahnya dia dengan Aca membuatnya berakhir tidur saat waktu subuh sudah berlalu.

Bukan hanya mengecek jam yang tertera di handphonenya, namun lebih dari itu ada notifikasi yang sejak tadi dia tunggu, sudah hampir lima jam berlalu dari waktu dia mengirimkan pesan terakhir kali pada Aca, dan sampai saat ini balasan tak kunjung tiba, bahkan di baca pun istrinya itu belum melakukannya.

"Aca pasti ketiduran" Ujar Dipta meyakinkan dirinya, bahwa dia tak sedang diabakan tapi waktu yang salah saat dia mengirim pesan hingga membuat sang istri tak membalas pesannya.

Hanpdhone yang menampilkan locksreen dengan wajah Aca yang sedang terseyum manis itu semakin membuat Dipta merindukan sang istri, masih sangat terasa bagaimana lembutnya tangan dan pipi istrinya saat dia elus tadi, debaran kembali muncul hanya dengan mengingat itu semua.

Segila itu efek Aca pada Dipta.

Lima belas menit berlalu, Dipta yang kini di sibukkan memandangi setiap foto Aca yang berada di galery hadphonenya kini dikagetkan dengan notifikasi pesan yang menampilkan nama "Istriku" disana.

Istriku

Ta, jangan lupa shalat subuh.

Hanya itu, sesingkat itu tapi berefek besar bagi Dipta. Wajahnya bersemu, bibirnya tersenyum manis, istrinya memang tak membalas pesannya yang berupa pernyataan rindu, tapi mengirimkan pesan yang bahkan lebih romantis dari itu.

Sementara itu, Aca yang berada dikamarnya melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Dipta, sejak tadi wanita itu menatap lekat pada deretan pesan yang suaminya kirim, ingin mengetikkan sesuatu tapi bingung ingin mengatakan apa.

Aca tersentuh dengan segala pesan rindu dan cinta yang dikirim Dipta, sejujurnya dia pun merasakan hal yang sama dan hatinya kini cukup percaya dengan segala penjelasan Dipta.

Hanya saja, nampaknya oma Rosa masih tak terima cucu kesayangannya mendapati sakit yang luar biasa, terlebih wanita tua itu harus kehilangan cicit yang sangat dia nantikan kehadirannya.

Itulah menggapa Aca selama ini menyimpan masalah rumah tangganya sendiri, sebab situasi yang seperti ini yang dia hindari, disaat hatinya sudah memaafkan suaminya, kendalanya ada dikeluarga.

Baru saja Aca memberanikan diri mengirim pesan mengingatkan ibadah yang waktunya sebentar lagi akan tiba, setelah pesan terkirim dan segera terbaca oleh Dipta, Aca gugup hingga menaruh handphonenya dibawah bantal, entah dengan maksud apa, yang pasti debaran di jantungnya kian kecang, gugup, panik tapi dalam waktu bersamaan dia tidak bisa menutupi salah tingkahnya.

Tring

Handphone yang saat ini dibawah bantalnya tidak membuat Aca tak bisa mendengar notifikasi pesan yang masuk dalam ponselnya, Aca ingin melihat dan membaca namun dia urungkan sebab semakin merasa gugup hanya dengan menebak balasan pesan apa lagi yang dikirim oleh suaminya.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang