Dangdutan gaya baru

1.8K 199 78
                                        

Waktu berjalan sebagaimana mestinya, menjadi saksi bisu bagaimana hubungan harmonis kini tercipta dari pernikahan paksa yang tak berlandaskan cinta sebelumnya.

Hubungan Dipta juga Aca semakin membaik, kecanggungan perlahan menipis juga setiap harinya mereka berdua akan berbagi cerita tentang apa yang terjadi, kebahagiaan, kesedihan juga masalah yang menimpa. Tak ada yang disembunyikan, tak ada kebohongan, keduanya menjadi pasangan suami istri idaman orang-orang.

Aca semakin disibukkan dengan kerjaannya, pun dengan Dipta, namun sejak semalam pria itu terkena flu yang membuatnya sulit untuk tidur.

"Sayang kepalaku berat banget, pusing" ujarnya pagi ini, sebab flu berat yang menimpanya kini membuat kepalanya ikut merasakan sakit.

Dipta memeluk perut sang istri yang kini sedang berdiri tepat dihadapannya, dengan elusan lembut Aca mencurahkan kekahwatiran mengenai kondisi sang suami.

"Kita kerumah sakit yah" Bujuknya, namun tetap saja Dipta menolak akan hal itu.

"Tapi kondisi kamu buat aku khawatir ta" lanjutnya, sebab semalam Dipta telah mengkonsumsi obat namun tak ada perubahan pada kondisinya, malah semakin parah.

"Aku mau dipeluk kamu aja, nggak mau kerumah sakit" jawab Dipta, dia menyadari tubuhnya memang cukup rentan terkena sakit, namun berbeda dari sebelumnya yang hanya seorang diri tanpa dikhawatirkan dan diurus oleh orang lain, kini Dipta punya Aca yang selalu terjaga memastikan kesehatannya.

Ini bukan kali pertama Dipta sakit selama menjadi suami Aca, namun sebelumnya pria itu memilih berjuang sendiri membiarkan sakitnya sembuh, kali ini Dipta memperlihatkan sisi manjanya seolah menjadi bayi yang tak ingin ditinggal ibunya sedetik pun.

Aca mengecek kening Dipta, memastikan suhu tubuh suaminya lewat tangannnya sendiri "Badan Dipta hangat, makan dulu habis itu minum obat yah"

"Tapi kamu suapin yah?" Tanya Dipta, wajahnya mendongak memastkikan jawaban sang istri

Aca menjawab dengan anggukan membuat sang suami senyum manis disela sakit kepalanya "Terima kasih sayang, sun dulu"

Cup

Aca memberikan apa yang diminta Dipta, membuat pria itu semakin tersenyum mendapati obat yang tanpa dosis itu.

Waktu sudah menunjukan pukul tujuh pagi, masih ada setengah jam untuk Aca bisa menyuapi Dipta sebelum dirinya berangkat kerja, walau Aca sangat berat, namun dia juga merasa tak enal hati meminta izin saat kerjaan timnya sedang sibuk-sibuknya.

Lima belas menit waktu yang dibutuhkan Aca menyiapkan bubur yang dia masak sendiri, itu permintaan khusus dari Dipta, hanya ingin makan jika makanan itu hasil masakan istrinya sendiri.

Bagaimana pun rasanya, bagi Dipta masakan Aca yang terbaik.

Saat memasuki kamar dengan semangkuk bubur dan segelas air putih di atas nampan, Aca mendapati Dipta sedang duduk di sofa sembari membersihkan cairan bening yang keluar dari hidungnya menggunakan tisu.

"Ta, makan dulu" ujar Aca

Dipta mengangguk, menepuk sisi sofa sebelah kanannya sebagai pertanda agar Aca segera duduk disana.

Aca mengerti, wanita itu menempatkan diri sebagaimana keingininan Dipta, lalu dengan telaten Aca mulai menyuapi sang suami.

"Aca nggak usah kerja deh, Aca khawatir ninggalin Dipta sendirian disini" ucap Aca, tangannya sementara sibuk menyuapi sesendok demi sesendok bubur ke mulut Dipta.

"Nggak sayang, kamu ke kantor aja, aku nggak apa-apa ko" Dibanding Aca, sebenarnya Dipta lebih berat melepaskan istrinya dan berpisah walau hanya beberapa jam, namun dia juga tak ingin egois dengan menahan Aca sehingga gadis itu mengabaikan tanggung jawabnya.

If it is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang