Ini kali pertama Dipta memasuki kamar Aca dirumah gadis itu, sebuah kamar yang cukup luas dengan segala fasilitas yang memadai, tempat tidur dengan ukuran king size, lemari yang juga dengan ukuran yang sama, televisi yang tepat berada di depan tempat tidur, dan juga sebuah kamar mandi dengan fasilitas lengkap.
Sangat menarik, hanya saja di kesempatan pertamanya menginjakan kaki dikamar sang istri dulunya, Dipta tak menikmati malah sejak tadi pria itu menekukkan wajah tanda kekesalan hatinya saat ini.
Terlebih saat Aca nampak tak peka dan masih bersikap seperti biasanya, tak ada bujukan, tak ada maaf ataupun kalimat penenang untuk cemburu yang membara itu.
Padahal sejak tadi Dipta sengaja tak banyak bicara, sengaja memasang wajah yang tak biasa dan juga sengaja hanya diam di sofa kamar tanpa pergerakan berarti sama sekali. Hanya saja, Aca benar-benar tak bisa membaca kode yang dia tunjukan.
Sebuah foto yang terpajang di meja kecil disamping ranjang membuat perhatian Dipta terfokuskan disana, dibingkai foto ukuran 10r seorang anak kecil perempuan sedang berpose manis menghadap kamera, rambutnya dikuncir dua serta tangannya memeluk boneka beruang berwarna coklat.
"Lucu banget" ucap Dipta setelah mendekati dan mengamati foto masa kecil istrinya, lalu hanya dengan itu Dipta bisa membayangkan bagaimana lucu dan manisnya anaknya kelak, karena memiliki sosok ibu secantik Aca.
Sementara itu, Aca yang baru keluar dari walk in closet itu menjalankan kursi rodanya sendiri mendekati Dipta "Dipta mau mandi juga?"
Dipta menoleh, menatap Aca yang kini sudah sudah ada di sampingnya, namun dunia seolah berhenti terjeda saat dimana Dipta mendapati Aca dengan piyama tanpa lengan dipadukan dengan celana pendek sepaha dengan gambar kartun minie mouse.
Ekhem
Sekuat mungkin Dipta mengendalikan diri, dia masih mode cemburu dan kesal terlebih Aca sama sekali tak peka dengan kondisinya.
"Bajunya ada dilemari, maaf yah Aca belum bisa siapin buat Dipta" ujar Aca merasa tak berguna.
Tanpa jawaban, Dipta mengambil handuk yang di berikan Aca padanya lalu pria itu melangkah ke kamar mandi yang berada dikamar itu, sementara Aca yang ditinggal mulai menyadari sikap Dipta yang lebih banyak diam sore ini.
Selang beberapa menit, Dipta keluar dengan pakaian lengkap dan wajah yang nampak sangat segar, saat ini tujuan pria itu adalah mencari perhatian sang istri yang sedang duduk di sofa depan televisi, sedang menikmati serial kartun kesukaannya.
Dipta duduk disamping Aca dan pria itu semakin kesal saat Aca seolah tak menyadari kedatangannya disana "Lucu banget yah kartunnya, pasti kamu nginget masa kecil kalau lihat tontonan anak kecil kaya gini"
Suara itu akhirnya membuat Aca sadar bahwa disampingnya kini tengah duduk sang suami yang nampak sangat tampan dengan piyama yang diberikan oleh Kai.
"Dipta ganteng banget, cocok sama baju itu" ujar Aca, Alih-alih fokus pada ucapan Dipta sebelumnya, gadis itu malah lebih tertarik memuji tampang suamiya.
Sedangkan Romy, yang awalanya menekuk wajah karena berniat ingin menyindir kedekatan Aca dan Kala, kini malah tersenyum kecil salah tingkah mendengar Aca memujinya "Emang iya, gantengan mana sama Kala?"
Aca nampak berfikir, hal yang seharusnya tak perlu dia lakukan jika ingin cemburu Dipta tak menjadi kian membara "Dipta dong, Kala juga ganteng tapi bukan suami Aca"
"Jadi kalau aku bukan suami kamu, aku bukan yang terganteng?"
Aca mengedipkan polos matanya, mencoba mencerna pertanyaan Dipta, lalu detik berikutnya gadis itu mengangguk "Siapapun yang menjadi suami Aca, itu yang terganteng"
KAMU SEDANG MEMBACA
If it is You
Romance"Jika kamu hancur sebesar diriku Akankah kamu tahu? Semua rasa sakit yang memenuhi diriku Ke titik di mana hatiku akan meledak, Betapa aku menginginkanmu?" ~if it'S You
