Ada beberapa hal yang membuat Dipta merasa dirinya dalam keadaan tidak baik-baik saja, yang pertama, diamnya Aca, kedua sindirian istrinya itu dan yang lebih membahayakan adalah tangisan dari wanita yang sangat dia cintainya kini.
Dipta yang baru saja keluar dari kamar mandi dalam keadaan rambut yang masih basah itu dibuat kaget kala mendapati sang istri sedang meringkuk menyembunyikan wajahnya dengan posisi duduk di lantai.
Segenap pertanyaan muncul di benak Dipta, apakah kesalahannya sangat fatal? Apakah Aca benar-benar sangat cemburu hingga berekasi demikian.
Semakin panik saja pria 27 tahun itu saat dimana telinganya mendengar isakan tangis yang dia yakini keluar dari mulut sang istri, isakan tangis yang tak keras namun sangat terdengar pilu ditelinganya.
Sudah beberapa kali Dipta katakan, dia benci air mata yang keluar dari pelupuk indah milik sang istri, terlebih jika hal itu terjadi akiat ulahnya. Dipta benar-benar merasa gagal jika yang terjadi demikian.
Dipta mendekat, dengan langkah dipercepat juga dengan perasaan yang mulai resah tentang sesuatu telah terjadi pada istrinya.
"Sayang maafin aku, aku janji nggak bakalan lagi berinterksi dengan mba intan" Dipta masih tetap dalam pemikiran awalnya bahwa tetangga perempuannya itu yang membuat Aca seperti saat ini.
Tak ada jawaban dari Aca, baik ucapan ataupun minimal anggukan sebagai jawaban. Wanita itu masih setia dalam posisinya, seolah sedang menyembunyikan bukti kesedihannya yang tak ingin di bagi pada sang suami.
"Ca, jangan kaya gini, aku mohon maafin aku"Dipta memeluk tubuh milik Aca, hal yang membuat si pemilik tubuh semakin terisak dalam tangisnya.
Aca merasa semua tindakan dan perilaku Dipta adalah kepalsuan, sebuah kepura-puraan dengan tujuan yang semakin membuat Aca hancur kala mengetahuinya.
Ini lebih sakit dari sebelumnya, Fakta yang Aca dapati pagi ini bukan hanya tentang Dipta yang mencintai wanita lain namun lebih dari itu sebuah vidio dari pengirim yang tak wanita itu kenali, berhasil membuatnya sesak saat melihatnya.
Vidio dengan durasi beberapa menit memperlihatkan bagaimana yakinnya Dipta mengatakan alasan dibalik rencananya menikahi Aca, tentang sakit hati dan juga ajang balas dendamnya, lalu lebih dari itu di vidio yang jelas di ambil dari kamer cctv menunjukan bagaimana Dipta memukul dengan sengaja pria yang merupakan cinta pertama Aca.
Bagaimana Aca tak hancur? Bagaimana Aca tak sakit hati saat mengetahui semuanya.
Alasan Dipta menikahinya, perasaan suaminya itu, juga bagaimana dengan teganya Dipta memukul keras pria parubaya yang kini menjadi ayah mertuanya.
Aca kecewa, tentu saja!, segala kebahagaiaan yang Dipta berikan beberapa minggu ini nyatanya harus di tukar dengan perasaan sakit yang luar biasa.
" Ca " ujar Dipta entah sudah yang berapa kalinya.
Masih tetap tak ada jawaban dari istrinya, Dipta semakin frustasi, tangisan Aca benar-benar menyakitkan juga buatnya.
Hingga di beberapa menit kemudian, setelah Aca mengumpulkan kekuatannya untuk minimal bangkit dari tempatnya menangis, Aca akhirnya berdiri dan mengabaikan Dipta yang berada disampingnya, wanita itu lekas memasuki kamar mandi meninggalkan Dipta dalam penyesalan dalam tindakannya yang keliru hingga membuat sang istri seperti ini.
***
Dipta sejak tadi mengikuti kemana pun langkah Aca, wajah wanita itu terlihat pucat dengan mata sembab yang semakin menunjukan dirinya sedang tidak baik-baik saja, hal yang semakin membuat Dipta khawatir dibuatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
If it is You
Romance"Jika kamu hancur sebesar diriku Akankah kamu tahu? Semua rasa sakit yang memenuhi diriku Ke titik di mana hatiku akan meledak, Betapa aku menginginkanmu?" ~if it'S You
