Semoga yang rajin vote, segala urusan dan rezekinya diberi kelancaran🤗
~
"Itu motor mau ditaruh di mana kalau kamu sudah balik ke asrama?" tanya oma.
Selesai makan malam, keluarga itu berkumpul di ruang tengah. Topik pembahasan seputar motor yang baru dibeli oleh Langit.
"Nanti aku bawa ke asrama saja, Oma."
"An, mumpung masih libur. Bawa gue jalan-jalan kek!" Velyn yang sejak tadi diam seraya memainkan tablet kini menjadi yang paling heboh.
"Betul itu, An. Mumpung kamu masih libur! Nanti kalau udah aktif lagi, pasti enggak ada waktu buat jalan ke luar," imbuh papa Velyn. Pria paruh baya yang biasanya sibuk dengan berkas itu merasakan sendiri bagaimana waktunya terkuras untuk pekerjaan. Dari yang awal ingin terus mendampingi anak, istri kini hanya di waktu tertentu bisa bercengkerama santai seperti ini.
"Iya, Om. Aku udah ada rencana buat keluar malam ini."
"Asyik! Ajak gue ya!" Velyn menaikkan sebelah alisnya.
Pembicaraan keluarga itu terdengar sampai meja makan. Di mana, di sana masih ada Senja yang belum selesai membersihkan peralatan makan.
"Gue udah ada partner."
Desah kekecewaan terdengar. Senja yang mendengar kalimat Langit menghentikan pergerakan tangannya.
"Siapa partner lu? Teman kerja? Ish, enggak asik dong! Mending sama gue, kan di sini lu baru, nanti bisa gue ajak ke tempat-tempat keren." Velyn masih berusaha membujuk Langit.
"Gue udah ada orang yang bisa jadi pemandu di daerah sini kok."
Apa si Salsabilla? Gadis yang tadi pagi mengirim pesan pada Langit.
"Siapa?" tanya Velyn. Bukan hanya Velyn yang menunggu jawaban, Senja yang ada di ruangan berbeda juga penasaran dengan nama yang akan Langit ucapkan.
"Sama Rose."
"Anjir!"
Tak lama setelah itu, bunyi pukulan tongkat oma terdengar. Sudah Senja katakan sejak awal, oma adalah orang yang sangat menjunjung tinggi tata krama, dan sopan santun. Dilarang ada teriakan, atau kalimat berintonasi tinggi di rumah ini atau tongkat legend oma akan melayang, dan mencium brutal orang itu.
Senja termenung sejenak. Dia sangat mengenal siapa gadis yang Langit sebut namanya. Gadis itu yang datang tadi, teman dekat Velyn.
Velyn langsung menegakkan tubuhnya ketika Langit mengucapkan nama Rose.
Rose, gadis yang suka memakai pakaian kurang bahan, menurut Senja. Dan yang Senja ketahui ketika dulu dia dekat dengan Langit, lelaki itu akan menjauhi gadis dengan baju seragam yang ketat dan terang-terangan menggodanya.
Mungkin sekarang Langit yang Senja kenal sudah berubah. Toh, hal itu adalah urusan pribadi Langit. Lalu kenapa di sini Senja ikut memikirkannya?
Senja yang sudah membawa piring kotor menuju wastafel mulai membersihkan berbeda tersebut. Berulang kali, Senja menggeleng. Gadis itu berusaha mengenyahkan bayangan dua manusia berbeda jenis kelamin, berboncengan, di bawah sinar bulan, saling tertawa, menikmati angin malam, dan suasana kota.
'Jangan gila, Senja! Kamu sendiri yang memutuskan dia!'
***
Kalimat sugesti yang Senja tanamkan nyatanya tidak mempan. Semakin malam, gadis itu tidak bisa beristirahat karena membayangkan Langit dan Rose berpelukan sepanjang jalan.
"Astaga!" Senja beranjak dari kasur lantainya. Dia melirik jam yang masih menunjukkan pukul setengah delapan. Harusnya Senja sudah bisa tidur, karena dia wajib bangun sebelum subuh untuk memulai pekerjaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story: Our World
RomanceKumpulan cerita pendek warning!!! area dewasa #1 Short Story 4/4/2023 #1 Short Story 5/4/2023 #1 Short Story 6/4/2023 #1 Cerpen 30/9/2023 #4 Oneshoot 5/4/2023
