Posesif Girl~ End

18.5K 602 21
                                        

Hallo, masih ada yang nungguin ending cerita ini tydak?😳

Vote dulu!!!

Selamat membaca cintaaa

~

'Bukan urusan lu, Ken!'

Ken mengacak rambutnya berulang kali. Ucapan Ani di kafe tadi sore mengusik hati dan pikirannya.

"Om Ken!" Suara Daffa yang berada di balik pintu kamar tidak Ken hiraukan.

"Om, kayak anak ABG aja enggak mau makan karena putus cinta," teriak Daffa lagi. Pemuda itu sudah lapar, tapi karena Ken tidak kunjung turun alhasil nenek tidak memulai acara makan malam mereka.

Brak!

Tangan Daffa yang akan mengetuk pintu kamar Ken menggantung di udara. Dahi pemuda itu mengerut melihat tampilan omnya yang sangat kacau. Kemeja yang keluar, rambut acak-acakan, wajah juga tidak kalah kacau.

"Ini Om Ken apa genderuo?"

Tanpa menyahut, Ken melewati Daffa begitu saja. Lelaki itu berjalan pelan menuju tangga. Turun ke lantai bawah untuk menemui sang ibu yang ada di meja makan.

"Ma, temani Ken ke rumah Ani."
Sukma mengerjap pelan. Tidak ada angin juga badai.

"Ngapain ke sana? Ini udah malam loh, Ken." Sukma bangkit dari kursi, memandangi putranya yang berbeda dari biasanya.

"Kamu kenapa, Ken? Ada masalah apa?"

"Ma, temani aku ke rumah Ani. Jangan lupa bawa cincin pertuangan kami yang aku titipkan ke Mama."

"Mama harus siap-siap. Mama, tolong panggilkan bibi, Ken harus pakai baju yang bagus." Ken terlihat gelisah. Tatapannya kosong, dan bergerak tidak menentu.

"Hei! Ken! Nak, tenang!" Tangan Sukma mengelus lengan sang anak. Menarik perhatian sang anak yang terlihat kalut.

"Nak, tenangkan dirimu! Ada apa? Apa kamu lupa kalau kalian sudah putus?" Sukma membingkai wajah sang anak. Tangan wanita paruh baya itu basah karena air mata Ken.

"Ma-"
Suara Ken tercekat di tenggorokan.

"Ani, Ma. Dia akan menikah dengan orang lain." Air mata Ken semakin deras.

"Lalu apa masalahnya? Toh, kalian sudah putus," balas Sukma.

"Enggak, Ma. Aku enggak mau putus!" Badan Ken luruh, lelaki itu bersimpu di bawah kaki Sukma.

"Apa kamu lupa, Ken? Bahkan setiap kali Ani meminta hubungan yang lebih serius, kamu selalu menolak. Kenapa sekarang kamu berubah pikiran?" tanya Sukma.

Lama Ken terdiam, sebelum dia menjawab, "aku hanya takut memulai sebuah hubungan, Ma."

Sukma meraih bahu sang anak. Menuntunnya untuk kembali berdiri. Wanita itu menatap lekat pada sorot mata penuh luka Ken.

"Apa yang kamu takutkan?"

"A-aku takut melukai Ani, Ma." Ken tergugu.

"Aku takut melukai Ani, sama seperti yang papa lakukan pada Mama," lanjut Ken.

Sukma sampai menahan napas mendengar hal itu. "Sudah, Nak. Ikhlaskan semua yang terjadi di masa lalu."

Sukma segera memberi pelukan hangat pada anaknya. Anak satu-satunya. Tentu kalian bingung, padahal Ken saja mempunyai Daffa sebagai keponakan.

Semua berawal saat Sukma dan mendiang suaminya dijodohkan. Saat itu, Tonii masih memiliki perasaan pada mantan pacarnya. Karena baktinya pada orang tua, Sukma dan Toni terpaksa menyetujui perjodohan itu dan akhirnya menikah.

Short Story: Our WorldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang