Heyooo, Pitaloka comeback
Bab kemarin, Abi dihujat habis-habisan🤣
Kalau ada typo, kasih tahu aku ya!
Happy reading👐
~
Pita menatap lelaki di hadapannya yang sibuk mengisi perut. Wajah garang saat berhadapan dengan Tom itu hilang. Kata orang, lelaki terlihat perlu dikasihani saat makan, agaknya kalimat itu benar, meski tampilan Abi gagah dengan seragam dorengnya, di mata Pita lelaki itu seperti anak kucing yang kelaparan.
"Kenapa ngelihatin gue terus?"
"Makanlah!" perintah Abi, dia baru sadar jika makanan Pita masih utuh, dan istrinya itu justru sibuk menatapnya.
"Bi, lain kali jangan gitu sama orang, masa baru aja ketemu udah dijudesin gitu."
Abi meraih tissu dan mengusap sudut bibir, menatap tak suka ke arah Pita. "Pantes dijudesin! Laki mana yang enggak judes kalau istrinya diajak makan sama cowok lain?"
Mulut Pita sedikit terbuka mendengar kalimat Abi, ada rasa senang yang menyusup ke hati ketika Abi mengatakannya. "Ehem." Pita berdehem berusaha mengendalikan debaran jantung yang mulai menggila.
"Lu juga, jangan mau diajak makan sama bule itu! Pokoknya sama siapa aja, atau jangan-jangan sebelum ini ada yang kayak si bule, ngajak lu makan bareng?"
Sontak Pita menggeleng.
"Ya-ya tapi jangan galak-galak sama orang. Tom baru dapat musibah, baru pertama ke Indo dia enggak sengaja nabrak orang. Kasihan tahu, dia sakit tapi harus tanggung jawab sama korban, terus enggak ada yang dampingi karena semua keluarganya di luar."
"Bodo amatlah! Lu jangan polos-polos amat, Ta! Yakali bahasanya lancar begitu, baru pertama kali ke Indo."
"Please, jangan mudah tertipu, apalagi wajah bule tadi enggak meyakinkan."
Bibir Pita maju beberapa senti. Suaminya itu memang sedikit susah diberi tahu, ya, sama halnya ketika selama ini Pita selalu berusaha memberi kode tentang perasaannya, mana ada Abi menyadari hal itu?
"Lu kelaperan? Mau pesen lagi?" Pita melihat piring Abi yang hampir tandas.
"Heem," jawab Abi tanpa melihat ke arah Pita.
"Meja makan kosong terus, gue enggak sempet masak, mau beli juga enggak sempet tadi," lanjut Abi.
Pita mengunyah makanannya dengan susah payah, padahal sebelum mereka menikah, dapur bukan hal tabu untuk Abi. Meski ibu Pita pandai memasak, yang mana keterampilan itu menurun pada Pita, perlu Pita akui masakan Abi tak seburuk itu, tak jauh beda dengan masakannya.
"Makan yang banyak!" Pita meletakkan ayam goreng miliknya ke piring Abi. Gadis itu mengambil potongan buncis yang Abi sisihkan di pinggir piring. Sekadar informasi, Abi sangat membenci sayur satu ini.
"Kenapa dikasih gue-"
"Gue tadi siang makan pakai ayam, pingin makan perkedel aja," ucap Pita sebelum menggigit perkedel.
"Em, makan gue banyak, menurut lu apa gue harus kurangin porsi makan?" Abi teringat percakapannya dengan Becca semalam.
Pita meraih air putih, meminumnya sedikit. "Ngapain? Kan lu olaharaga terus, Bi. Lagian, porsi makan lu enggak berlebihan kok. Jadwal lu padet, ya emang perlu diimbangi makan banyak yang bergizi."
"Kenapa emangnya? Kayak cewek aja lu!"
Mata Pita memicing meneliti wajah Abi, lalu beralih ke lengan berotot yang dilapisi kerah baju doreng. Ampun mak, pipi Pita memerah hanya karena hal itu!
"Enggak papa, lu juga makan yang banyak!" Abi tersenyum simpul.
Keduanya kemudian fokus dengan makanan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story: Our World
RomanceKumpulan cerita pendek warning!!! area dewasa #1 Short Story 4/4/2023 #1 Short Story 5/4/2023 #1 Short Story 6/4/2023 #1 Cerpen 30/9/2023 #4 Oneshoot 5/4/2023
