Hate to Love~1

6.8K 254 2
                                        

Selamat malam, aku kembali dengan cerita baru, di tengah malam🫠

Klik bintang di pojok dulu ya cintaaaah

Typo? Let me know!

Heppi riding❤️

~

Mobil berwarna hitam itu memasuki gerbang sebuah sekolah menengah atas. Orang awam yang hanya melihat sekilas tentu saja tahu jika sekolah itu diperuntukkan kalangan elit. Mobil mewah bergantian menurunkan penumpang, tak terlihat kendaraan roda dua di antrean itu.

Salah satu mobil mewah itu ditumpangi oleh dua gadis cantik. Seperti biasa, gadis cantik di sisi kanan selalu menunggu dibukakan pintu oleh sang supir. Dia tidak membiarkan kukunya yang cantik membuka pintu mobil itu sendiri. Selepas keluar dari mobil, dia segera melenggang memasuki gedung sekolah tanpa repot mengucapkan terima kasih. Pun tanpa menunggu gadis cantik yang selalu duduk di sisi kiri.

"Pak, makasih ya."

"Sama-sama, Non Kirana, semangat ya sekolahnya."

Kirana, gadis yang selalu tidak lupa mengucapkan terima kasih itu mengangguk dan melempar senyum kecil ke arah pak Mamat.

Dengan langkah pelan Kirana menyusuri koridor sekolah. Gadis itu disambut sorak sorai lapangan. Tentu saja, si idola baru sekolah ini yang membuat gadis-gadis itu memekik. Kirana terus berjalan, akhir-akhir ini suasana sekolah sudah ramai meski masih sangat pagi. Tahu, kan penyebabnya apa? Iya, si idola baru yang suka tebar pesona dengan main basket di pagi hari.

Bugh!

Kirana hampir tersungkur ketika bola basket itu mengenai kepalanya. Rasa pening mulai menyelimuti, pandangan Kirana berputar, dia berpegangan pada tembok agar tidak terjatuh.

"Eh! Sorry! Gue enggak sengaja!" Suara itu berasal dari belakang. Sebuah tangan terulur, berniat membantu Kirana, atau sekadar menangkap tubuh gadis itu.

"Bisa enggak sih kalau main basket tuh jangan di luar jam olahraga!" sembur Kirana seraya menoleh, dan tatapannya bertemu dengan lelaki itu.

Lelaki itu tampak menaikkan kedua alis. Tentu saja dia tidak berekspektasi akan terkena semburan gadis ini. "Why?"

"Why! Why! Why! Why! Caper tau nggak!" Kirana berbalik, dia meninggalkan kebingungan di diri lelaki itu. Caper? Cari perhatian? Sorry, tanpa dicari pun dia sudah menjadi pusat perhatian!

"Ck! Dasar tukang caper! Duh, kepala gue!" Kirana memegang kepala sebelah kiri yang terkena lemparan bola basket. Nyut-nyut!

Bukan tanpa sebab Kirana menjuluki lelaki tadi dengan sebutan 'tukang caper'. Mulanya Kirana hanya menganggap biasa lelaki pindahan itu, tapi ketika dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, apa yang lelaki itu perbuat dengan adik kelas, Kirana seketika illfeel. Tampan sih, tapi kalau dia tukang bully, Kirana dipastikan menjadi haters nomer satunya! Kirana benci pembully dan pembullyan, hidupnya selalu dikelilingi hal itu, dia tahu rasanya dibully seperti apa.

***

Pulang sekolah, tidak usah bermimpi akan ada tidur siang setelah makan! Nyatanya Kirana langsung berjibaku di dapur membantu para asisten yang sebenarnya bisa menyelesaikan masakan itu tanpa Kirana.

"Kirana!"
Suara menggelegar itu membuat Kirana menghentikan gerakan tangannya, dia mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menghampiri si pemilik suara.

"Ada apa?" tanya Kirana pada gadis yang sedang duduk di atas ranjang seraya memainkan ponsel.

"Kutekkin kuku kaki gue dong!"

Short Story: Our WorldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang