Cupid~1

5.4K 281 20
                                        

Siaaang, upload di jam rawan neeh🙃

Cerita dari si tukangjastip🤟

21+ yee
Ada bahasa gaul yang diperuntukkan remaja dewasa, BUKAN BOCIL!

jan ngeyel kalau dibilangin!

Ada typo? Kasih tahu aku ya!

Klik bintang di pojok dulu

Happy reading🫶

~

"Terima! Terima! Terima!"
Seruan itu riuh terdengar di tempat parkir kampus. Seorang lelaki berlutut dengan bunga di tangan kanan, di hadapan lelaki itu gadis cantik hampir menangis terharu dengan kejutan ini.

"Iya, aku mau!"

Sorakan kembali terdengar, beberapa di antaranya ikut mengabadikan moment itu.

"Yee!!! Selamat yaaa! Duh, couple baruku! Semoga langgeng!" Silva menjadi yang paling heboh. Bagaimana tidak heboh, dia sosok penting yang menjembatani pasangan baru ini.

"Gila lu, Kak! Gue kira habis ospek nembaknya!"

"Kan lu sendiri yang bilang, kalau cewek gue ini banyak yang suka. Gue enggak mau kecolongan dong!"

Silva bertepuk tangan. Cerita tentang mahasiswa baru yang cinta lokasi dengan kakak tingkat memang terdengar seperti sinetron, tapi yakinlah, Silva banyak menemui hal itu. Bahkan dia menjadi jembatan bagi mereka untuk memperlancar hubungan.

Terkadang ada yang gagal, ada juga yang berhasil seperti pasangan baru ini. Tapi apapun itu, Silva dipastikan mendapat bonus besar jika mereka berhasil menjadi pasangan.

"Oke deh, nanti kalau kalian berdua anniversary jangan lupa ajak gue makan-makan," ucap Silva seraya tertawa.

"Gampang itu, Va!"

Sip deh! Silva sangat senang jika pada akhirnya kakak tingkat dan teman satu angkatannya ini menjadi pasangan. Hitung-hitung sebagai testimoni di dunia perkuliahan. Dulu ketika SMA Silva sudah terkenal akan jasa-jasanya, semoga setelah ini semakin banyak para jomblo menggunakan jasa Silva.

"Eh, Va, surat gue kemarin gimana? Belum dibales?"

Silva yang sedang kegirangan karena melihat nominal transferan dari pasangan baru tadi seketika menghentikan tangan menggulir layar ponsel.
"Duh, Rin! Kan, gue udah bilang, yang itu udah punya pacar! Gue enggak mau terlibat dosa karena merusak hubungan orang!"

Ririn, satu angkatan, dan juga satu prodi dengan Silva, gadis itu tak suka dengan jawaban yang Silva berikan. "Lah, katanya kemarin dibaca! Masa punya pacar mau baca-"

"Ya emang surat lu udah dibaca sama Eki, tapi saat itu juga Eki bilang dah punya cewek. Udah ah, gue mau cabut!"

"Kok gitu sih, Va! Kalau begitu balikin uang gue!"

Silva menghentikan langkah. Gadis itu berbalik. "Etdah! Yang bener aje!" Perjanjian awal tidak seperti ini! Baru saja mulut Silva terbuka untuk mengultimatum Ririn, datang rombongan cewek cantik dari fakultas ekonomi.

"Lu yang namanya Silva?"

Ririn mendekati Silva, gadis itu membisikkan sesuatu pada Silva.
"Ya, gue, gue Silva. Ada yang perlu dibantu?"

"Kenalin, nama gue Della."
Gadis cantik dengan rambut bergelombang itu mengulurkan tangan, tentu saja Silva dengan cepat membalas uluran tangan itu.

"Gue Silva-"

"Lu udah terkenal di kalangan maba," ucap Della memotong kalimat perkenalan Silva.
"Gue minta bantuan lu boleh?"

Short Story: Our WorldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang