Soreeee
Mika dan Ale kembali👐
Typo? Kasih tahu aku yaaa
Jan lupa klik bintang di pojok
Happy reading👐
~
Sayup-sayup, telinga Mika mendengar suara azan. Seperti biasa, seakan mempunyai alarm, Mika pasti segera terjaga. Mata gadis itu masih terpejam, tapi dalam hati dia sudah bertekad untuk segera bangun lalu menunaikan ibadah subuh.
Grep!
Mata Mika terbuka sempurna ketika dari belakang sebuah tangan kekar membelit perutnya. Dia sampai menahan napas ketika terbesit satu kata di otaknya 'setan!'
Oke, dengan mata mengerjap berulang kali, Mika berusaha mengabsen bacaan kitab yang dia hafal. Mulut gadis itu mulai membaca beberapa surat yang memang dia hafal di luar kepala.
Tapi tunggu dulu! Bukannya terlepas, belitan ini justru semakin erat, badan Mika bahkan seolah ditarik sampai punggungnya bersentuhan dengan sesuatu yang keras.
Mika memegang tangan yang erat membelitnya. Sialan! Ini bukan setan, tapi memang tangan orang! Dengan cepat, Mika berusaha melepaskan diri dari belitan itu lalu membalikkan badan.
"Bangk-"
Kalimat Mika tertahan di tenggorokan, melihat wajah damai Aleron. Ternyata lelaki itu, oke, dan di mana Mika saat ini?
Pandangan Mika menyapu ruang pribadi milik Aleron. Gadis itu teringat, terakhir kali dia ada di ruang tamu menunggu kedatangan Aleron, dan sepertinya dia ketiduran saking lamanya lelaki ini pulang.
"Ish! Cari kesempatan banget!" Mika memalingkan wajah menatap Aleron yang pulas. Huh! Pagi macam apa ini? Dua puluh enam tahun Mika ada di dunia, baru kali ini dia bangun lalu disuguhi pemandangan wajah tampan.
Eeh! Mika menggeleng! Tidak! Tidak! Siapa yang bilang Aleron tampan tadi? Hah!
Ya, memang tampan sih!
Sepertinya otak Mika sedikit konslet. Eh, tunggu! Tadi malam tidak terjadi sesuatu, kan? Lelaki ini tidak berbuat aneh padanya, kan? Mika memindai penampilannya, gadis itu bernapas lega menyadari piyama yang dia kenakan masih tertempel rapi.
Lantunan ayat suci terdengar, Mika berhenti berpikiran aneh, gadis itu merubah posisinya menjadi duduk dan menggelung rambutnya karena tentu saja tak ada kuncir di kamar Aleron.
"Hoam!"
Sudah bangun rupanya lelaki ini! Mulut Mika berkedut, dia sedang menyusun kalimat yang pas untuk memarahi Aleron yang sembarangan membawanya ke kamar ini.
"Mbak?" lirih Aleron.
"Hem! Lu ya-"
Lagi lagi, Mika tak sanggup meneruskan kalimatnya, melihat gurat kelelahan di wajah lelaki itu, mendadak Mika tak tega untuk memberi ceramah.
"Bangun! Lu mau solat Subuh enggak?"
Aleron sibuk mengucek mata, seraya menoleh ke arah Mika lelaki itu segera merubah posisi menjadi duduk dan bersandar di kepala ranjang.
"Mbak-"
"Ish! Jangan panggil gue, Mbak!"
Mika mendelik ke arah Aleron yang menyipit menatapnya. Rambut berantakan, dan muka bantal itu tidak mengurangi kadar ketampanan Aleron. Heh! Diam kau otak! Plak!
"Terus apa? Sayang?"
"Aw! Sakit, Mbak!" Aleron terjaga sepenuhnya, dia sibuk mengelus lengannya yang terkena cubitan pedas Mika.
"Pokoknya jangan panggil gue, Mbak!" ucap Mika penuh penekanan. Terkadang dia ikut menoleh ketika Aleron memanggil mbak yang bekerja di rumah ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story: Our World
RomanceKumpulan cerita pendek warning!!! area dewasa #1 Short Story 4/4/2023 #1 Short Story 5/4/2023 #1 Short Story 6/4/2023 #1 Cerpen 30/9/2023 #4 Oneshoot 5/4/2023
