Heyoooo
Vote dulu gak sihh😚
~
Tak!
Tak!
Pisau tajam mengkilap itu memotong tipis wortel dan sayuran lain. Selesai dipotong, sayuran itu masuk ke kuah ayam yang telah dimasak sejak beberapa menit lalu.
Aroma masakan Jihan menyebar ke penjuru dapur. Tangan wanita itu memegang centong sayur dan mengaduk pelan. Tak lupa mencicipi masakannya menggunakan sendok kecil.
Kepala Jihan mengangguk kecil, rasanya sudah sesuai dengan yang dia inginkan. Baru saja tubuhnya ingin berbalik, sepasang lengan kekar berbalut kemeja panjang melingkari pinggangnya.
"Hem, wanginya menusuk hidungku." Hidung Sakti mendusel lipatan leher Jihan.
Hembusan napas lelaki itu membuat Jihan tersenyum kecil. "Sebentar lagi matang." Jihan mengelus lengan Sakti.
"Bantu aku membersihkan diri!" Dagu Sakti bertumpu pada pundak Jihan.
"Kau bisa melakukannya sendiri, Tuan Sakti!" Jihan terkekeh. Bukannya melepaskan kukungan, Sakti justru semakin menempelkan dirinya ke tubuh Jihan.
"Kau menolak?" tanya Sakti seraya berbisik.
"Sayangnya aku tidak bisa menolak." Jihan mengulurkan tangan, mengecilkan api kompor.
Mengetahui permintaannya dikabulkan, Sakti langsung menggendong Jihan bagai karung beras. Menaiki tangga dengan mudah, lalu masuk ke kamarnya. Dan bagian yang paling Sakti suka, membanting tubuh Jihan ke atas ranjang.
Dan keduanya kembali menggila.
***
Slurp!
Sakti merasa tenggorokannya hangat. Lidah lelaki itu juga dimanjakan. Mata Sakti membulat, merasakan cita rasa masakan yang tidak asing ini.
"Kenapa? Tidak enak?" Jihan mengamati ekspresi Sakti yang berubah. Wanita itu segera menarik mangkuk sup yang ada di depan Sakti.
"Rasanya seperti masakan Audrey."
Ting!
Kini Sakti yang menoleh, dan mendapati ekspresi Jihan yang keruh. Wanita itu menggeser kursi, lalu berdiri. Untung Sakti segera menangkap pinggang Jihan dan menarik wanita itu ke pangkuannya.
"Aku tidak bermaksud-"
"Sudahlah. Aku tetap bersyukur karena malam itu bukan Audrey yang kamu sebut." Jihan menunduk, menghindari kontak mata yang Sakti coba ciptakan.
Sakti menghela napas. Hampir satu bulan hubungan mereka terjalin, Sakti sering kali menyebut nama Audrey, mungkin Jihan mulai terganggu dengan hal itu. Tapi bagaimana Sakti bisa melepas bayangan Audrey secepat itu?
"Sayang, apa kamu cemburu dengan Audrey yang telah pergi?" Sakti menarik dagu Jihan, mengecupi beberapa kali bibir Jihan yang maju beberapa senti.
"Kamu keterlaluan, apa pun yang aku lakukan selalu dikaitkan dengan nona Audrey. Kau salah jika menganggapku sebagai pengganti nona Audrey, aku tidak secanti-"
"Kau cantik, cantik sekali. Yang di dalam sana juga cantik," balas Sakti cepat.
Lelaki itu menunduk, dan berbisik di telinga Jihan. "Percayalah, kamu wanita pertama."
Kalimat itu membuat Jihan tersenyum. Tangan Jihan merambat ke leher belakang Sakti, menarik kepala lelaki itu, lalu menciumnya.
Sengaja, sebab Jihan tahu, ada seseorang yang masuk ke rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story: Our World
RomanceKumpulan cerita pendek warning!!! area dewasa #1 Short Story 4/4/2023 #1 Short Story 5/4/2023 #1 Short Story 6/4/2023 #1 Cerpen 30/9/2023 #4 Oneshoot 5/4/2023
