Young Husband~1

5.4K 226 9
                                        

Selamat Malaaam👐

I'm back👐
Long time no see yaaa😭

Mianhee

Real life ku sedang argajxnxnkaksnx

Aku harap kalian tidak lupa padaku😭

Selamat membaca cerita baruku
Semoga suka yaa🙏

Tolong tinggalkan jejak🙏

Happy reading👐

~

Sebagai seorang perempuan, apa yang lebih menyakitkan dari melihat lelaki tercintamu bersanding dengan perempuan lain?

Katakan Mika gila saat ini, dengan kesadaran sepenuhnya, gadis itu datang ke pernikahan pacarnya, lebih tepatnya mantan pacar yang terpaksa mengakhiri hubungan karena restu tak berpihak pada Mika.

Di antara ribuan tamu undangan, Mika berdiri menyaksikan lelaki itu bergandengan mesra dengan sang istri. Beberapa orang mengenali Mika sebagai mantan pacar sang mempelai pria, tatapan iba mereka layangkan pada Mika yang mematung di antara ribuan tamu.

"Silakan dipotong kuenya!"
Sorakan terdengar riuh ketika pasangan suami istri itu memotong kue tingkat tiga dengan pisau panjang menyerupai pedang.

'Kak, nanti enggak perlu kue-kue an, kan kita enggak suka kue, gimana kalau kuenya ganti jajanan pasar aja.'

Mata Mika memerah ketika sekelebat kenangan terlintas. Bodoh, bagaimana dia bisa yakin sekali jika lelaki itu akan menjadi suaminya!

Mika menarik napas panjang, sudah cukup! Mika tak sanggup. Bukan tanpa alasan Mika datang, dia diundang langsung oleh ibu mantan pacarnya, entah apa maksud beliau, mungkin untuk menunjukkan perempuan pilihan beliau yang tentu ribuan kali lebih sepadan daripada Mika.

Mika berbalik, gadis itu memejamkan mata sejenak. Baiklah, setelah ini dia harus benar-benar ikhlas. Jodoh sudah diatur Tuhan, tapi kenapa Mika tak bisa bersanding dengan lelaki yang dia cintai?

Katanya Tuhan selalu memberi yang terbaik untuk hamba-Nya, Mika percaya Febi adalah yang terbaik, lantas kenapa mereka tak berjodoh?

Febi Ananta, lelaki yang Mika kenal sejak tahun pertama lelaki itu berada di universitas. Lelaki baik, kalem, dewasa, dan selalu ada di saat Mika butuhkan. Cerita Mika dan Febi dipaksa usai, meninggalkan rasa sakit yang entah kapan akan selesai.

Lelaki sebaik Febi yang selalu mengusahakan kebahagiaannya, yang menenangkan Mika ketika keluarganya tertimpa musibah, yang Mika pikir pelipurnya di kala kenyataan pahit harus dia hadapi, yang menguatkan Mika ketika anak terakhir ini dipaksa menjadi peran anak tunggal.

Mika tak sanggup Tuhan!

Air mata Mika terus membasahi pipi meski gadis itu telah berpindah tempat. Angin malam, suara bising kendaraan menjadi latar kesedihan Mika, dan halte bus ini menjadi saksi bisu isakan tergugu Mika melepaskan Febi.

Ikhlas! Mika harus ikhlas! Berbaik sangka pada Sang Pencipta.

"Mika!"

Mika mendongak, bukannya berhenti, tangis Mika semakin menjadi ketika tatapannya bertemu dengan gadis manis pengendara motor matic.

"Yah! Malah tambah nangis! Kan, gue tadi udah bilang, jangan datang!" Sera Sinambela segera turun dari motor. Percuma menyuruh orang sakit hati untuk berhenti menangis. Percuma!

Sera menempati tempat di samping Mika, mengelus pundak sahabatnya. Tak apa, akhir-akhir ini dia sudah sering menjadi saksi hidup setiap air mata Mika mengalir deras. Tak apa, sudah biasa, sudah biasa bagi Sera dipandang aneh karena menemani Mika yang masih galau.

Short Story: Our WorldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang