111. Pendeta jake

19 4 0
                                        

"dahulu sekali.... Sebelum dewa kesuburan menciptakan manusia. Beliau lebih dulu menciptakan para dewa lainnya dengan menggunakan bagian tubuhnya sendiri. Apa disini ada yang tahu berapa dewa yang kita miliki di dunia ini?"seorang pria berambut orange sedikit ikal tampak duduk di kursi panjang yang terbuat dari kayu.
Sebuah buku tebal dengan sampul coklat tergenggam erat di telapak tangannya.

Matanya yang tampak seperti apel hijau itu terlihat berbinar cerah sembari memperhatikan para anak laki-laki yang sedang duduk sembari mendengarkan ceritanya.
Wajahnya yang tampak berbintik terlihat begitu menawan karna cahaya lilin.
"5 pendeta jake"ucap salah satu anak begitu antusias.
"Bisakah anda menyebutkan siapa saja nama dewa tersebut, tuan muda Lainer"ucap pria itu dengan suara lembut.
"Dewa kesuburan,dewa perang,dewa keadilan,dewa takdir lalu dewa Lampion "ucap anak itu begitu antusias dengan senyuman lebar yang menghiasi wajahnya.

Pria itu tampak tertawa kecil
"Jawaban anda benar namun juga salah"ucap pria itu
Sontak para anak anak itu tampak kebingungan sembari menatap pria dewasa yang duduk di hadapan mereka.

Pria itu tersenyum begitu lembut ketika melihat ekpresi kebingungan yang menghiasi wajah 7 anak laki-laki itu.
"Dahulu sekali.. dewa kesuburan menciptakan beberapa dewa lainya. Yang pertama adalah Dewa perang, dewa perang di ciptakan dari setetes darah milik Dewi kesuburan, kedua adalah dewa takdir dewa takdir diciptakan menggunakan mata kiri Dewi kesuburan, ketiga dewa keadilan, dewa keadilan di ciptakan menggunakan bagian dari lidah Dewi kesuburan lalu terakhir adalah dewa-dewi kembar yang di ciptakan sang Dewi dari bagian hati Dewi kesuburan"ucap pendeta jake.

Anak anak itu tampak terdiam dengan ekpresi kebingungan di wajah mereka.
"Dewa-dewi kembar ini diberi nama Dewi kehidupan dan dewa kematian. Sama seperti nama mereka, mereka memiliki tugas yang berfokus pada kematian manusia, Dewi kematian bertugas untuk mengambil jiwa orang hidup lalu mengantarnya ke pintu penghakiman sedangkan Dewi kehidupan bertugas untuk mengantarkan jiwa yang baru terlahir atau jiwa yang akan berengkarnasi. Dewi kehidupan itulah yang sekarang kita sebut sebagai Dewi lampion sang penunjuk arah "ucap pria itu bercerita sembari membalik membalik kembar buku yang ia pegang.

"Tapi, pendeta jake kenapa dewa kematian tidak perna disebutkan lagi?"tanya salah satu anak bertanya.
Pendeta jake tersenyum lembut kepada anak laki laki tsb.
"Karna dewa itu telah di hapus dari langit"ucap pendeta jake.

"Dihapus?"
"Apa maksudnya?"
"Entahlah aku tidak tahu?"

"Konon katanya, dewa kematian jatuh cinta kepada jiwa seorang manusia, jadi alih-alih mengantar sang jiwa itu ke tempat penghakiman beliau malah memilih untuk tetap membawa jiwa itu terus disisinya. Dia menciptakan seekor kelinci dengan bulu putih tebal lalu memasukan jiwa sang wanita kedalam tubuh hewan pengerat itu. Mereka saling menyayangi satu sama lain hingga akhirnya penyimpangan itu di ketahui oleh Dewi kesuburan, namanya sebagai dewa di hapus dan dia dilenyapkan didepan saudari dan jiwa gadis itu."

"Jiwa gadis itu merasa begitu dendam kepada Dewi kesuburan dan meminta pertolongan kepada sang Dewi kehidupan agar mengantarnya ke gerbang rengkarnasi, namun sayangnya Dewi kehidupan tidak bisa melakukan hal itu karna jiwa gadis itu sudah menggelap dipenuhi api dendam. Karna itulah jiwa sang gadis di anggap tidak kayak untuk menginjakkan kakinya di bumi. Tidak habis cara, jiwa gadis itu memohon kepada dewa takdir, dewa takdir menyetujui permintaan gadis itu. Namun dewa takdir berkata 'karna jiwamu telah tercemar oleh dendam, kau mungkin tidak akan terlahir sebagai manusia saat turun ke bumi' namun jiwa gadis itu dengan mantap tetap akan melakukannya. Jiwa gadis itu akhirnya berengkarnasi menjadi hewan pengerat yang berlalu lalang di selokan.
Namun meskipun dia berengkarnasi menjadi hewan pengerat, dia mendapatkan berkah dari dewa takdir. Dia akan menjadi mahluk abadi yang tak perna bisa mati, namun dia mampu berpindah dan mengambil alih tubuh manusia yang sudah sudah mati. Tubuh yang menjadi wadahnya akan menua seperti biasanya lalu ketika tubuhnya sudah mencapai batas dia akan berpindah ke tubuh orang mati lainya" ucap pendeta itu

"Setelah dewa kematian di hapus, Dewi kehidupan berubah nama menjadi Dewi lampion yang bertugas menyambut dan mengantarkan jiwa orang mati ke pintu rengkarnasi ataupun pintu penghakiman"ucap pendeta jake.
"Wow"
"Ternyata ada dewa lain selain kelima dewa"

Tuk tuk
Perlahan suara ketukan terdengar dari arah pintu yang terbuka lebar.
Disana tampak seorang biarawati berambut coklat tua berdiri.
"Pendeta, saya ingin menjemput anak anak. Sudah saatnya tidur"ucap wanita itu
"Silahkan, angel"ucap pendeta jake.
"Anak anak mari kita kembali ke kamar, besok kita masih memiliki doa pagi"ucap biarawati sembari mengajak para anak-anak itu.

Pintu tertutup dan hanya meninggalkan pria itu sendirian di ruang dewa.
Mata pria itu beralih keara patung patung yang berada paling depan.
Matanya tertutup lalu dia menggenggam kedua tangannya didepan dada.

Perlahan rambut orange pria itu memanjang dan  berubah  warna menjadi lavender dengan bagian bawanya berwarna ungu yang lebih gelap.
"Bukankah cerita yang kau sampaikan masih memiliki kelanjutannya, Pendeta jake?"perlahan suara wanita terdengar begitu lembut muncul.

Pendeta jake membuka matanya, tampak seorang gadis berkulit abu-abu dengan tudung putih panjang menutup dari area wajah sampai ke mata kakinya.
Wanita itu memakai gaun berwarna putih yang senada dengan kulitnya, warna bibirnya yang begitu merah tampak cukup jelas dari balik tudung itu.

Pendeta jake langsung berlutut dengan tangan kiri yang di silangkan di dadanya.
"Saya memberikan hormat kepada Dewi kesuburan sang ibu para dewa dan Dewi"ucap pria itu berlutut di kaki sang wanita.
"Berdirilah pendeta jake, tidak... Atau harus ku sebut anakku sang dewa kematian"ucap wanita itu tersenyum sembari menepuk pundak pendeta jake.

"Apa yang membuat anda sampai turun ke bumi, ibunda"ucap pendeta jake yang perlahan berdiri.
"Dewa takdir dan dewa perang telah beraliansi dan berencana untuk menghapus saudarimu"ucap wanita itu.
Wajah pendeta jake tampak mengeras dengan tangan yang meremas erat.

"Bagaimana dengan dewa keadilan, apa beliau juga ikut beraliansi bersama mereka?"tanya pendeta jake
"Dengan kepribadian dewa keadilan , kali ini mungkin dia akan tetap diam seperti biasa dan sama sekali tak akan ikut campur"ucap Dewi kesuburan.

"Syukurlah kalau begitu, karna jika dewa keadilan ikut beraliansi dengan mereka. Aku ragu bahkan dengan kekuatanku sendiri aku bisa melawan nya"ucap pendeta jake.

"Namun jiwa gadis yang kau cintai sudah begitu tercemar serta kehilangan jati dirinya dan hanya meninggalkan dendam"ucap Dewi kesuburan.

Pria itu mengangguk.
"Saya mengerti maksud anda, ibunda. Tolong izinkan saya menjadi orang yang akan mengakhiri penderitaan gadis itu"ucap pendeta jake.
_____
Di sisi lain
Tampak seorang pria berambut hitam duduk di kursi kayu sembari memegang tangan gadis yang terbaring di kasur di hadapannya.
"yang mulia saya ingin menyampaikan pesan dari mata-mata yang berada di kediaman Utara"ucap pria berambut merah pekat itu.
"Katakan"ucap Dargon Tanpa menoleh sedikitpun.
"Mereka menyampaikan kalau tuan Reeves di tahan dalm penjara, dan tuan Trance belum kunjung bangun. Serta terjadi sedikit pertengkaran antara tuan Duke dengan sepupunya bernama Heront"ucap pangeran Rosseh.

Senyuman muncul di wajah Dargon.
" kirimkan pesan merpati kepada mata-mata untuk memulai rencananya"ucap Dargon.
"Saya mengerti"ucap pangeran Rosseh hendak pergi.
"Tunggu!"ucap Dargon menghentikan langkah Rosseh.
Tiba tiba Dargon melemparkan botol kaca bening dengan cairan biru didalamnya, dan dengan instingnya pangeran Rosseh bisa menangkap botol kaca itu dengan cepat.
"Ambil, adikmu pasti sedang kesakitan. Bukan?"ucap Dargon dengan tawa menghina.
Pangeran Rosseh membungkuk sedikit lalu berterima kasih dan keluar dari ruangan itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 2 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang