"Leamona, warna rambutmu?"ucap Reeves terbelalak.
"Hmm!?" Leamona hanya menyatu singkat dari pertanyaan laki-laki itu.
perempuan berambut merah tergerai itu mendekat keara jeruji besi tempat pria berambut pirang itu dikurung.
Dia menatap Reeves yang terduduk di lantai dengan posisi berdiri.
Permukaan Sarung tangan yang ia pakai kini menyentuh pagar besi yang sedingin es tersebut.
"Perbuatan mu dan Trance kali ini benar benar membuat ayah terseret dalam masalah yang cukup rumit, Reeves"ucap Leamona bicara dengan bahasa formal.
Mata Leamona terpaku kepada Reeves yang masih terduduk dengan posisi menindi betis.
"Yang harusnya sadar itu, kau Mona. Pria yang kau panggil ayah itu bukanlah ayah kita yang sebenarnya. Dia hanya roh jahat yang merasuki tubuh ayah"ucap Reeves berteriak sembari menciba mengguncang borgol kayu yang masih mengunci kedua tangannya.
"Aku bertemu dengan seseorang, orang itu berkata dia bisa mengusir roh jahat itu dan mengembalikan jiwa ayah kita kembali"ucap Reeves tergesa-gesa, kepalanya terus mendongak mencoba menatap mata ungu cerah milik Leamona.
Berharap kalau adiknya akan memberikan bantuan yang ia harapkan.
Namun wajah yang terpampang jelas dihadapannya hanyalah ekpresi jijik serta muak dari seorang gadis yang merupakan adiknya itu.
"Leamona, jangan jangan kau sudah tahu"ucap Reeves dengan wajah tertegun.
"Sebaiknya kau memakai bahasa formal saat berbicara denganku, Tuan muda Reeves"ucap Leamona dengan ekpresi datar.
"Lalu, entah aku mengetahuinya ataupun tidak. Bukanlah hal yang perlu dibicarakan kepada orang asing seperti anda, bukan?"ucap Leamona dengan senyuman tipis di wajahnya.
"Orang asing, Leamona sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu selama aku tidak ada disini"ucap Reeves mencondongkan tubuhnya mencoba meraih jeruji besi.
Namun rantai di tsb langsung mencekik kakinya dengan erat membuatnya tak bisa melangkah melebihi 100 cm.
"Tidak terjadi apapun selama kau pergi, kami hidup bahagia dengan canda gurau. Aku memiliki 7 ayah yang sangat baik dan menyayangiku, para pelayan yang menghormati ku, serta orang orang yang selalu berada saat aku berada dalam masalah"ucap Leamona merendahkan tubuhnya perlahan membuat matanya kini berada sejajar dengan Reeves.
Gadis itu tersenyum.
"Namun, sejak kalian berdua kembali sembari membawa wanita itu" senyuman di wajah Leamona mendadak sirna, dan hanya menyisakan tatapan yang begitu berat dan dalam yang langsung menembus pupil mata Reeves.
Reeves seketika bungkam sama sekali tak memiliki keinginan untuk menjawab kata kata yang Leamona lontarkan.
"Hanya ayahlah yang berdiri di sampingku, dia bukanlah ayahku, dia bukanlah orang yang membesarkan ku. Namun lihatlah, orang itu sangat perduli padaku bahkan ketika aku berbuat salah pria itu tetap berdiri di sisiku tanpa menyalahkan ku tanpa mencaci ku"ucap Leamona bicara dengan bahasa formal.
"Le- "SEDANGKAN KALIAN BERDUA?, APA YANG KALIAN LAKUKAN KETIKA AKU DI HUJANI DENGAN CACIAN YANG TAK ADA HABISNYA?. KALIAN HANYA BERDIRI DI BELAKANG GADIS ITU MENATAPKU SEOLAH AKU ADALAH MAHLUK MENJIJIKAN,
KALIAN BERDURI DENGAN MULUT TERTUTUP RAPAT SEOLAH TAK MEMiLIKI MULUT"Leamona berteriak keras sampai Suarnaya terdengar pecah.
"Apa kau tahu betapa dinginnya lantai malam itu, Reeves?. Bahkan lebih dingin dari lantai jeruji tempatmu saat ini.
Seharusnya kalian tetap berada di ibukota bersama gadis yang kalian cintai dan biarkan kami juga hidup damai di pelosok Utara ini. Namun sepertinya kalian masih tidak puas dengan kedamaian ibu kota, dan akhirnya kalian menyeret kami yang tak tahu apa apa ini terseret dalam skenario yang kalian buat"ucap Leamona.
Prok
Prok
Leamona bertepuk tangan dengan wajah tersenyum lebar.
"Selamat, tujuan kalian sudah tercapai. Sebentar lagi perperangan akan pecah di antara pasukan kekaisaran yang mencoba menghancurkan Utara dengan tuduhan pemberontakan akan terjadi sesuai keinginan kalian, korban akan terus berjatuhan dan kalian hanya akan menginjak para mayat tsb seolah mereka hanyalah benda yang tak berarti."ucap Leamona perlahan bangkit dari posisi jongkok nya, ia menatap mata coklat Reeves dengan erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pembalasanku (Harem BL)
Fantasi"aku memutuskan pertunangan denganmu" teriak pria berambut pirang yang tak lain adalah pangeran. dan seorang gadis yang menangis di tengah tengah aula yang merupakan seorang Villainess itu. gadis itu di permalukan oleh pangeran dan hanya mampu menan...
