Sepenggal kisah dari Golden Child.
Penasaran dengan keseharian Golden Child? Merana karena setiap ingin menonton video tentang Golden Child tetapi Woollim Entertainment tidak pernah menyediakan Engsub apalagi Indosub?
Kesal karena beberapa video yan...
"Bagian selanjutnya adalah ... Kesan pertama kami," canda Y, "Joseonghamnida."
"Sebenarnya aku cukup penasaran setelah kita mengikuti Incheon Hallyu Concert, aku penasaran bagaimana reaksi kalian. Kami dapat tampil di panggung yang besar."
"Dan itu adalah pertama kalinya."
"Nama Golden Child juga disebutkan yang pertama. Itu pertama kalinya kami tampil di panggung yang besar dan aku benar-benar gugup. Banyak pendukung di depan kami. Aku pikir aku tidak bisa memberikan yang terbaik dan itu seperti ada kupu-kupu di perutku. Seragam baseball yang kami pakai juga keren. Bagaimana menurut kalian?"
"Aku pergi ke sana dan melihatnya."
"Jinjja? Kamsahamnida."
"Jadi kami sudah menarik perhatian kalian untuk datang? Kami juga menggunakan kaos kaki merah."
"Koreografinya sulit."
"Kaos kakinya menarik perhatian."
"Kaos tangan karet?"
"Menurutku itu sangat menyenangkan karena kami bersebelas bisa menggunakan pakaian terang bersama. Ini memperlihatkan bahwa itu Golden Child. Kami menyukainya."
"Jujur saja aku tidak ingin turun dari panggung," aku Y, "Aku sedih jika harus turun dari sana, aku ingin melakukannya lagi, kenapa DamDadi sangat singkat? Seperti itu."
"Kalian tahu saat kita mengakhirinya dan terdengar teriakan yang keras?" Tanya Daeyeol, "Aku merasa ingin menghentikan waktu. Neomu kamsahamnida."
"Live, daebak."
"Kamsahamnida. Jika kalian memberi kami dukungan lebih, kami juga akan lebih bekerja keras dan menampilkan yang lebih baik ke depannya."
"Aku akan melihat Weekly Idol."
"Tersisa 9 menit lagi."
"Tapi ingat sebelum kalian mulai menonton pastikan kalian makan terlebih dahulu."
"Oh, kami juga tidak menggunakan make up hari ini."
"Aku malu harus melakukan ini."
"Bagaimana kalau kita melakukan aegyo tanpa make up?" Usul Daeyeol.
"Itulah kenapa aku dan Jaeseok mengatakannya tadi. Aku sudah tahu ini akan ke arah sana."
"Aegyo?"
"Hm."
"Bagaimana mau melakukannya?"
"Aku?" Tanya Jaeseok malu.
"Ne. Kita lihat bagaimana pendapat penonton."
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Heart?"
"Ah, heart? Aku ingin mencoba ini sekali. Dari oppaya menjadi noonaya. Biarkan aku mencobanya, meski aku merasa malu."
🎶
Noonaya Naega jinjja johahaneun sarami Saenggyeoseo honja kkeungkkeung Alhdaga jugeobeorilgeosman gataseo Yaegireul handa Nun ape areunareun georineun Jal saenggin eolgul jakku Gwie maemdoneun geuui Chokchokhan moksori ye
"Wah, kamu membaca dengan baik."
Jaeseok tertawa, tidak mengira Daeyeol akan mengatakannya.
"Tadi sebelum dia ingin melakukan aegyo. Aku mengatakan padanya untuk melakukan aegyo oppaya. Lalu dia memintaku untuk menulis liriknya. Dan aku menulisnya. Dia sama sekali tidak melihat kamera tapi dia terus menerus menatap liriknya. Kamu tidak bisa melakukan itu."
"Aku sudah menghafalnya."
"Benarkah?" Tanya Daeyeol lalu menutup liriknya.
🎶
Noonaya Naega jinjja johahaneun sarami Saenggyeoseo honja kkeungkkeung Alhdaga jugeobeorilgeosman gataseo Yaegireul handa Nun ape areunareun georineun Jal saenggin eolgul jakku Gwie maemdoneun geuui Chokchokhan moksori ye
"Wah, dia menghafalnya," seru Daeyeol bangga.
"Dia hanya kurang percaya diri."
"Sekarang giliran Y."
"Aku ingin berurutan sesuai tempat duduk."
"Benarkah? Sebenarnya aku tidak pernah mencoba ini tapi aku ingin mencobanya. 1 plus 1 gwiyeomi. Aku belajar aegyo itu. Aku mulai."