Googoos masih sibuk membuat api untuk acara memasak mereka. Semuanya terlihat kacau, tentang api, arang bahkan nasi yang mereka masak.
Googoos meletakkan aluminium foil di atas bara api yang menyala dan langsung meletakkan daging tanpa mengolesinya dengan minyak atau mentega terlebih dahulu, otomatis itu membuat daging lengket dan melekat pada aluminium foil.
Proses memasak itu ternyata menghabiskan waktu mereka cukup lama.
"Yak. Kalian benar-benar menghabiskan waktu kalian?" Tegur Daeyeol.
"Hyung, kami tidak bermaksud menghabiskan waktu kami," elak Joochan.
Tiba-tiba kertas aluminium foil itu terbakar dan mengakibatkan keributan besar pada Googoos.
Tanpa menunggu lama mereka langsung menepikan daging dan bersiap menyantapnya padahal daging itu masih mentah merah merona.
"Hal yang paling lucu adalah ... Itu belum matang dan orang-orang sudah mulai memakannya." -Donghyun.
"Aku sudah tahu kalau itu mentah." -Joochan.
"Syukurlah kita tidak keracunan makanan." -Donghyun.
"Wah Joochan sangat menikmatinya," ejek Jaeseok.
Setelah makan Googoos membuat taruhan memakan cabai menggunakan permainan kertas-batu-gunting.
Jaehyun dan Joochan mengeluarkan gunting sementara Jibeom dan Donghyun mengeluarkan kertas. Jaehyun dan Joochan berpelukan erat karena terlalu bahagia.
Penentuan akhir. Jibeom mengeluarkan gunting sementara Donghyun tetap mengeluarkan kertas. Otomatis Donghyun yang harus memakan cabai hijau besar itu.
"Aku tidak bisa makan makanan pedas."
Joochan membantu Donghyun memasukkan cabai ke mulutnya dan mengunyahnya pelan.
"Kita sudah tidak punya nasi." -Jibeom.
"Gwenchana?" -Joochan.
"Makan dengan suara keras." -Jibeom.
"Bukankah itu tidak pedas?" -Joochan.
Donghyun tetap diam belum menjawab apapun meskipun Jibeom dan Joochan sangat cerewet.
"Kadang ada yang pedas. Dan kadang ada juga yang tidak pedas." -Joochan.
Donghyun menatap Joochan, "Tapi ini tidak pedas."
Mendengar hal itu tanpa pikir panjang Joochan langsung memasukkan satu buah cabai ke dalam mulutnya dan memakannya. Ia langsung berteriak secepat ia memotong cabai itu dengan giginya. Donghyun juga langsung berteriak karena pedas setelah berhasil membodohi Joochan.
Donghyun dan Joochan merasakan lidahnya terbakar dan sulit berbicara.
"Gwenchana?" Tanya Jaehyun kepada Donghyun.
"Sallye juseyo," pinta Donghyun.
"Mari kita akhiri untuk hari ini," ajak Jibeom mewakili yang lain, "Donghyun dan Joochan, tolong katakan sesuatu."
Jibeom menyerahkan cabai besar itu masing-masing untuk dipegang sebagai mic.
"Mari kita bekerja keras untuk kegiatan selanjutnya. Mari kita memasak dengan benar." -Joochan.
"Kami tidak berpikir bahwa camping menjadi masalah bagi kami. Mari jangan pergi camping lagi. Mari kita coba kegiatan lain untuk waktu berikutnya nanti. Mari kita makan ini untuk terakhir kali," kata Donghyun memberi aba-aba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Golden Child - All Day
FanfictionSepenggal kisah dari Golden Child. Penasaran dengan keseharian Golden Child? Merana karena setiap ingin menonton video tentang Golden Child tetapi Woollim Entertainment tidak pernah menyediakan Engsub apalagi Indosub? Kesal karena beberapa video yan...
