《STONY》
A/N: Hey! It's good to be back. Aku harap cerita ini cukup satsfying karena aku kehabisan ide untuk Avengers Oneshot *dramatic gasp*
Sebenarnya aku mau langsung publish 3 chap, tapi aku tiba-tiba dapet Tugas Tambahan dari guru *chef kiss*. Dan 2 chapter yang rencananya pengen aku publish itu belum di bikin. Tapi karena berhubung aku udah banyak libur dari kalian, maka dari itu aku mau publish aja sekarang. Selamat menikmati!
~~~
Musim semi. Musim yang paling menegangkan bagi Steve. Konklusi itu dimulai ketika ia tengah tertidur santai sambil memeluk suaminya yang sangat ia sayangi itu. Dia memeluk erat dunianya itu, seakan-akan jika ia melonggarkan pelukannya, Tony akan pergi dari hidupnya selamanya. Tetapi dirinya mulai merasa tak nyaman ketika ia merasakan sesuatu yang aneh. Seakan-akan matahari terbit tepat diatasnya. Steve membuka matanya dan menyadari sesuatu yang tidak pernah terpikirkan olehnya sebelumnya. Tony sakit. Dia bisa merasakan suhu tubuh Tony yang mulai menusuk kulitnya. Tony juga mendengkur sedikit, dan itu membuat Steve sangat yakin bahwa Tony sedang sakit. Sebelumnya, Steve pernah mengurus Tony yang sedang sakit, dan itu berakhir dengan kekacauan yang luar biasa. Walau begitu, dia berhasil. Lagi dan lagi. Seperti perang-perang yang selama ini dia menangi. Tetapi mengingat bagaimana hari itu berjalan, rasanya kengerian mulai bangkit di dalam tubuh Steve.
"Babe?" Steve mengguncangkan tubuh Tony sedikit, mencoba untuk membangunkannya. Tetapi Tony tidak bergerak. Steve juga merasa tidak tega membangunkan Tony yang sedang sakit begini. Dia tidak ingin membuat kenyamanan dalam tidur Tony terganggu begitu saja karena Steve yang ingin memastikan apakah Tony sakit. Padahal sepertinya sudah jelas Tony memang sakit. "Oh, my poor baby..." Steve merasa kasihan pada Tony yang sakit begini. Memang, mengurus Tony yang sakit adalah mimpi buruk yang menjadi nyata. Tetapi, meninggalkan Tony yang sedang sakit begitu saja adalah lebih dari pada mimpi buruk.
Steve bangkit dari tempat tidurnya secara perlahan, lalu pergi keluar untuk membuatkannya teh hangat dan juga obat penurun panas untuknya. Setidaknya, Steve memiliki pengalaman untuk menangani Tony yang sedang sakit, dan itu sudah cukup untuknya. Setidaknya Steve tahu caranya bermain pintar dengan Tony yang sedang sakit. Steve menaruh semua hal yang menurutnya cukup ke atas nampan kayu, dan membawanya perlahan ke kamarnya yang dia bagi dengan Tony. Sebentar lagi adalah pukul 6, yang berarti, dia harus membangunkan Peter karena ia harus bersiap ke sekolah. Biasanya Steve akan pergi untuk lari pagi pada pukul 5 dini hari, tetapi rasanya hari ini hal itu tidak akan terjadi. Rasanya egois bagi Steve untuk meninggalkan Tony begitu saja di atas tempat tidur dengan suhu yang cukup panas.
Steve memasuki kamarnya perlahan, lalu meletakkan nampan itu di nakas dekat tempat tidur mereka. Steve berjalan ke kamar mandi dan membuka kabinet P3K untuk mengambil Thermometer dan membawanya ke nampan tadi. Sebenarnya Steve tidak mau melakukan hal ini. Pertama, membangunkan Tony sama saja seperti membangunkan macan yang sedang tertidur. Kedua, dia tidak tega mendengar rintihan manjanya yang akan ia keluarkan karena perasaan tak nyaman di tubuhnya. Ketiga, Ada kemungkinan Tony tidak akan kembali tidur, yang berarti kode merah: Tony tidak akan berhenti mengganggunya. Tetapi mau bagaimana lagi? Jika tidak cepat ditangani, bisa-bisa membutuhkan waktu lama untuk mengurusnya, yang berarti lebih lama waktu bagi Tony untuk mengganggunya dengan senang hati. Sedangkan di sisi lain, kemarahan Nick Fury juga bisa menusuk jantung, daging, dan tulang-tulangnya. Godaan Natasha dan Clint bisa membuat kepalanya meledak. Dan Peter. Oh no, that kid will cry uncontrollable. Dan butuh waktu lama untuk Steve menenangkannya di tengah-tengah Tony yang minta disuapi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eccedentesiast
Fiksi Penggemar[BAHASA INDONESIA] (HIATUS) Kumpulan Avengers AU. - More of Peter Parker - STONY - and Irondad Story that will be forever. Semoga longlast sampai 2 tahun, dan semoga kalian suka tiap partnya. Jangan lupa untuk tetap setia dan tetap mau menunggu kela...
