Chapter 89

2.1K 220 93
                                        

"Papi called me?"

Jeongguk yang tengah menyesap kopi hangat mengangguk, tanpa bersuara menunjuk anak laki laki pada sofa di seberang dengan dagu "Teach him."

Zack mengerutkan kening, segera mengikuti gestur tubuh sang ayah untuk melihat ke arah dimana anak itu terduduk. Baru saja pasang mata menangkap perawakan seseorang, kala dia adalah adiknya— emosi sudah lebih dulu membuncah hingga  "Did i told you? i don't —" belum sempat ucapannya selesai, namun jemari pria Jeon lebih dulu melayang dan membuat mulut si putra sulung menjadi bungkam.

Jeongguk pada kursinya masih enggan menurunkan tangan, menaruh gelas kopi dengan tenang lantas menunjuk telinga sendiri yang segera dimengerti oleh sang putra untuk cepat menutup mulut dan menghela napas "Sorry."

Sementara Ethan masih saja diam, anak itu bahkan terlalu sungkan untuk menaikkan pandangan dan bertemu tatap dengan manik elang milik sang kakak. Seakan dia tahu jika Zack akan bersikap demikiam bahkan sebelum dia sendiri yang meminta, maka untuk sekarang biarlah sang ayah yang bertindak dan membuat keputusan.

"Papi won't just ask you for nothing." suara pria Jeon terdengar tenang, di sela batuk Jeongguk bersandar pada tubuh sofa lantas menjalin tatap dengan safir hitam milik Zack yang tajam.

Zack melirik Ethan sinis, kepalan tangan menandakan jika anak itu benar benar merepotkan.

"So what's the pay?"

Kini, atensi sang ayah teralihkan. Seolah meminta Ethan agar berbicara tanpa perantara darinya, Jeongguk menatap kegigihan yang tumbuh dari diri Ethan. Dalam diamnya anak itu menaikkan dagu dan menjawab "Let's do sparing."

Yang mengundang senyum miring Zack terukir, senyum sombong itu semakin melebar hingga garis kening memudar seiring rahang tegas Zack bunyikan "As you wish~"

•—•

"Hug"

"Hug capt.."

"Captain hug~"

"Zack adiknya minta hug itu, peluk dulu Hans nya"

Si putra sulung berbalik, Zack yang sudah bersiap dengan seragam bertarungnya segera berjalan menuju sofa dimana Hans terbaring. Dipeluknya sang adik singkat, hanya sampai anak itu dapat memeluk punggungnya erat tanpa harus dia jatuhkan beban ke atas tubuh kecil Hans yang lemas.

"Are you done? do you want me to kiss you too?" suara baritone Zack terdengar dari balik kepala Hans, si putra bungsu mengangguk dari lehernya kemudian bergumam menggemaskan "Yes pwease.."

" Capt you are so warm~"

"Aku baru saja melakukan pemanasan." Zack mencium kening sang adik sebelum memutuskan bangun dan merapikan pakaiannya.

Kondisi ruang keluarga yang hangat terasa semakin nyaman kala si pemilik rumah sama sama berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama, pria Jeon beserta kekasihnya turun dengan membawa Hans sekaligus. Segala makanan telah dihidangkan, memutar film cartoon selagi suhu tubuh keduanya kini membaik dan bisa Taehyung tinggalkan walau sebentar.

"Apa yang akan dilakukan oleh kedua putraku? ini sudah sangat malam, mereka harus beristirahat"

Siulan terdengar dari ujung tangga, Ethan datang dengan penampilan yang sama. Menarik perhatian Taehyung untuk melihat keberadaan putra— nya, Ethan tak berbicara selain menunjuk Zack dengan dagu mengajaknya pergi dari sana.

"Tunggu, sayang apa yang akan kalian lakukan?"

"Jangan khawatir papa, kami hanya akan berlatih sebentar" Ethan pada akhirnya bersuara, ada senyuman manis yang dia pancarkan guna meyakinkan kekhawatiran ayahnya

J E O N ' S || KV 3Where stories live. Discover now