Chapter 106

1.6K 189 149
                                        

"Candyboo.."

"Aku tidak pernah mendidik putraku untuk berperilaku seperti itu! sedikitpun aku tidak pernah mengajarkan mereka untuk berbicara rendah seperti itu! aku tidak pernah— "

"Sstt sayang.. sayang.."

"Apakah aku ini orangtua yang buruk tuanku? apakah aku orangtua yang tidak pernah berhasil, apakah aku orangnya— "

Brugh!

Uhuk!

Jerit pekerja dapur menggema sesaat tubuh anak laki laki terlempar mengenai tangga, bersama air liur keluar dari mulutnya— Hans terbatuk parah, memuntahkan ludah pada lantai disaat tubuhnya tak mampu dia gerakkan.

"Uhuk—! p—papih.."

Di sana, di depan deretan pekerja— seseorang berdiri dengan tegak tanpa sedikitpun menurunkan kepala yang seolah akan menurunkan pangkat dirinya sebagai pemimpin keluarga. Jeongguk, menendang perut si putra bungsu yang kala itu baru tiba bersama kedua saudaranya. Menghempaskan tubuh paling kecil dari mereka hingga Hans tak bisa bergerak bebas, Hans terbatuk dengan mata memerah menatap ke arah sang ayah ketakutan.

"Kau, membuat kesalahan fatal."

"Papi hentikan!"

Tamparan kembali melayang di pipinya, kali ini sakitnya tak bisa dia tahan hingga Hans kembali tersungkur ke lantai dengan darah mengucur deras dari hidungnya. Ethan berteriak spontan, menatap nanar ke arah sang adik yang sudah tidak berdaya, dia menyaksikan bagaimana murka sang ayah membabi buta pada saudara kandungnya.

Jaehyun memejamkan mata tak mampu berbuat apa apa kala suara nyaring itu menggema ke lantai utama, pun amarah sang majikan sudah tak bisa terbendung lagi. Ketika mereka tiba lebih dulu, kekasih pria Jeon menangis kecewa terhadap apa yang telah terjadi saat di sekolah.

Taehyung berlari meninggalkan Jeongguk yang kala itu berusaha menenangkannya, namun sesaat terdengar ucapan Taehyung merendahkan dirinya— saat itulah amarah yang semula tak ada kini hinggap menggebu pada diri sang pria Jeon.

Kepalan tangan Jeongguk bahkan masih belum cukup untuk memberi pelajaran pada Hans yang kini sudah tak berdaya, dan pada saat pukulan yang ketiga— saat itulah seseorang menahannya secara bersamaan.

Zack menahan pukulan ayahnya dengan tangkisan, bersama Ethan menghalangi Hans dengan tubuhnya— Jeongguk terdiam dalam genggaman tangan si putra sulung.

"Menyingkir."

Zack mengeratkan pegangan di kepalan tangan sang ayah, mencegahnya. "Papi enough.."

"Saya katakan menyingkir."

Ethan sudah bersiap merasakan pukulan itu, namun kala menyadari bahwa sang kakak telah berada di depan mencegahnya— pada saat itulah dia memeluk tubuh kecil Hans dan membantunya bangun. Darah masih terus mengucur keluar dari hidungnya, dan Ethan berusaha tenang dengan memastikan bahwa sang adik tetap sadar pada jatuhnya.

"Adik kecil.. Hans.. aku di sini.."

Hans telah sepenuhnya lemah, tenang pria Jeon jelas bukanlah tandingannya. Ethan masih ingat pukulan amarah sang ayah mampu membuat pria dewasa tak sadarkan diri dalam sekali pukulan, lalu bagaimana dengan adiknya? Hans tetaplah anak kecil di matanya.

"I said move."

"Papi this isn't Hans fault."

Jeongguk menaikkan alis "Then?" lantas mendorong tubuh tinggi Zack yang menghalangi pandangannya. Pria Jeon melangkah maju namun lagi lagi, si putra sulung belum cukup untuk mengusik emosinya yang mulai menjadi tak terarah.

J E O N ' S || KV 3Where stories live. Discover now