Chapter 113

1.1K 175 114
                                        

Taehyung mengerjapkan mata, mencoba menjelaskan pandangan dari penglihatan yang masih sedikit berkunang. Dia mencoba bergerak dari tidurnya, namun menyesal sesaat pelukan di perutnya terasa mengikatnya secara erat.

Tangan pria Jeon tak pernah lepas dari tubuhnya— seolah jika Taehyung bergerak sedikit saja akan membangunkan pemiliknya yang terang terangan mengikatnya seperti sekarang. Respon suaminya cukup cepat untuk mencegahnya bangun, Taehyung mengusap wajah kantuknya lantas berbalik dan mendekap pada dada bidang suaminya.

Merasakan itu, pria Jeon jelas mendekap kekasihnya lebih erat — bahkan Jeongguk sempat mencium keningnya meski mata masih tertutup rapat. Berpelukan di bawah selimut dengan udara sekitar sedikit sejuk, hal ini disebabkan oleh keringat yang mereka peroleh dari perang kasur semalam tadi.

"Don't go anywhere sayang~" serak pria Jeon bersuara.

Taehyung merengek, berusaha menyingkap selimut "Aku ingin pergi ke kamar mandi~ papi lepaskan~ sudah tidak tahan~" ucapnya yang kemudian berbalik berusaha berdiri.

Jeongguk enggan melepaskan, padahal hanya menggunakan satu tangan untuk mencekal Taehyung namun kucing kecilnya tampak kesulitan melarikan diri "Mau apa?" lagi, yang kini membuka sebelah matanya.

"Pipis~" ucap Taehyung gelisah

"Then? pipis di sini candyboo, papi akan minta maid untuk membersihkan nanti."

"Tidak mau! papi lepaskan~"

Baiklah, Jeongguk dengan berat hati melepaskan. Melirik dengan mata sedikit terbuka bagaimana kekasihnya itu berlari cepat menuju kamar mandi. Ah ini terlalu pagi untuk dia bangun, tubuhnya masih perlu beristirahat, namun mengingat jika fajar sudah mulai muncul sebaiknya dia harus bangun.

Pria Jeon mengubah posisinya menjadi duduk, melihat kondisi kamar yang kacau akibat kelakuannya semalam. Jeongguk mendengus, dengan malas beranjak turun dari kasur kemudian berjalan melewati ceceran pakaian kotor di lantai dengan tubuh tak terbalut kain.

"Aaa!" jerit Taehyung sesaat pintu kamar mandi terbuka "Suamiku! kau mengejutkanku!"

Jeongguk mengerutkan kening, menerima pukulan di dadanya main main dari sang kekasih. Apa apaan barusan? kenapa kekasihnya ini sangat terkejut, bukankah di kamar ini memang ada dirinya saja? jadi untuk apa dia merasa takut?

Taehyung masih dengan sikat gigi yang menggantung di mulutnya, melihat bagaimana kedatangan pria Jeon yang mendadak jelas tak terpikirkan olehnya. Dia pikir, suaminya itu akan melanjutkan tidur, namun lihatlah sekarang. Pria itu memilih untuk memeluknya dan mengambil sikat gigi di dekatnya.

Keduanya melakukan kegiatan itu bersama sama, meski tak sekali tangan kasar sang tuan beberapa kali menampar bokong Taehyung jahil atau menggesekkan kejantanannya di sana secara sengaja. Taehyung sudah tak ingin merespon bagaimana wajah mesum pria itu jika dilihat dari cermin.

Jeongguk melakukannya dengan senang hati.

"Saya akan memanggil maid untuk merapikan kamar, dengan begitu kau bisa beristirahat."

"Tidak tidak, biar aku saja yang merapikan di sana terlalu bany—" telunjuk pria Jeon mengenai bibirnya, berbicara "Diam atau saya buat diam dengan ini" tunjuknya melirik ke bawah, menunjukkan betapa gagahnya kejantanan miliknya yang siap tempur kapan saja.

"Suamiku!"

Jeongguk mencium pipinya "Saya tidak ingin kau kelelahan sayang, berapa kali saya keluar hm?"

Taehyung mengingat ngingat "Tiga, empat...

Yang disusul kekehan dari sang tuan "Banyak sekali bukan? oleh sebab itu, beristirahatlah sayang.."

J E O N ' S || KV 3Where stories live. Discover now