Chapter 105

2.2K 214 229
                                        

"Papa.."

"Hum?"

"Sweetie

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Sweetie.."

Setelah panggilan itu, barulah Taehyung menoleh — mendapati putra kedua Jeon berdiri dengan baju santai yang baru dikenakannya malam ini. Ethan berjalan mendekati sang papa, menyambar sebelah pipinya untuk dicium, kemudian ikut duduk di dekatnya.

"Papi memanggil papa, urusan kami sudah selesai." Ethan berucap lembut, menggenggam jemari malaikatnya dan menciumnya singkat "Apa yang sedang papa baca itu? papa terlihat sangat menyukainya."

Taehyung dengan semangat menunjukkan gambar pada halaman buku yang dipegangnya, Ethan mengerutkan kening "What is that? a baby?" yang diangguki oleh Taehyung.

"Bagaimana jika rumah ini memiliki seorang bayi?" tanya Taehyung dengan mata berbinar, memandangi lukisan balita yang tengah tertawa begitu menggemaskan.

Raut wajah sang papa tak selaras dengan sorot mata putra Jeon yang kini menggelap, Ethan melunturkan senyuman, dengan pelan menjawab "No."

"Kenapa??" Taehyung menoleh ke arahnya "Kau tidak mau memiliki seorang adik?"

Dan Ethan menggeleng "Hans is enough for us, we don't need another 'baby' anymore"

Sedikit merasa kecewa, Taehyung cemberut selagi menyudahi kegiatan membacanya. Ethan bangkit tanpa berpamitan kepadanya, anak itu berjalan dengan tangan berada pada saku celana, sebelum benar benar menjauh dia berbalik— bertemu tatap pada manik kucing sang papa yang cantik "Sungguhan atau tidak, aku tidak setuju jika papa mengandung lagi. You can ask captain or our baby, Hans must be mad at you papa." yang kemudian meninggalkan ayahnya di sana sendirian.

Bahu Taehyung menurun, dia hanya bergurau, itu hanya sebuah candaan semata, lagipula dia tidak benar benar menginginkan seorang anak lagi. Taehyung hanya merasa kesepian, tidak cukup menyangka jika ketiga putranya telah menjadi dewasa. Bahkan wajah mereka tampak serupa, hanya tinggi badan yang bisa orang lain bedakan.

Namun baginya, ketiganya jelas berbeda.

Taehyung mengetahui putra Jeon seperti apa.

"— baik sir"

"Jae"

Jaehyun baru saja hendak meninggalkan ruang pribadi sang majikan, namun ketika seseorang menyuarakan namanya dia jelas berbalik dan menemukan si putra sulung berdiri tak jauh dari pintu menuju kamar tidur orang tuanya.

"Anda membutuhkan sesuatu?"

Zack melangkah lebih dekat, memegangi lengan Jaehyun agar tetap diam sebelum kakinya menyeleraskan langkah miliknya dengan sang pekerja. Dengan begitu dia dapat memasuki kamar milik sang ayah atas sensor Jaehyun sebagai penerima, Zack kemudian menepuk bahunya "Aku pernah mengatakan jangan terlalu formal kepadaku."

J E O N ' S || KV 3Where stories live. Discover now