Kisah mereka belum sampai di penghujung cerita, ada sebuah janji yang telah terikrar untuk dipertanggung jawabkan di hadapan tuhan atas nyawa seseorang sebagai jaminan
Pernikahan tulus menghadirkan beberapa nyawa sebagai pelengkap hubungan, bukan ha...
Pada meja yang terisi 4 orang dengan satu wanita di kursinya, kini berbincang setelah 30 menit mereka gunakan untuk saling berkenalan. Wanita dengan postur tubuh semampai memberi anggukan sebagai jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.
"Ceritakan bagaimana bisa kau masuk, lalu jelaskan apa yang ada di dalamnya Sun Jung—ssi."
"Pertama kali selama aku bekerja, atasan kami menjalin bisnis dengan pria yang anda sebutkan tadi— "
"Jeon— "
"Ya, sir Jeon." Ketika nama itu disebutkan, pria yang sebelumnya memberikan dia pertanyaan segera menutup mulut dengan kepalan tangan yang tak biasa. Mereka tidak curiga, namun gelagatnya layak dikatakan sebagai kejanggalan.
"Saat itu, atasan kami mengirim kami menuju sebuah alamat. Kediaman sir Jeon tidak bisa dikatakan strategis, sebab rumah yang ditinggali terletak di ujung jalan yang tidak banyak orang lalui. Dikelilingi dengan pohon rindang, tepat di ujung jalan kalian akan menemukan gerbang yang menjulang."
Pria itu masih diam, namun seseorang di sampingnya membuka suara "Bagaimana bisa kau mendatangi kediaman sir Jeon, apa ada hal yang sangat penting sehingga perlu sekali adanya pertemuan di sana?"
"Aku katakan, atasan kami yang memerintahkan." Wanita tersebut menegaskan, kembali duduk tegak lantas melanjutkan "Kami tidak tahu menahu tentang siapa sir Jeon, aku hanya bekerja untuk uang lalu Sir Jeon, merupakan pria pekerja keras yang seluruh kehendak nya harus kami ikuti. Sekretaris menerangkan bahwa sir Jeon selalunya berada di kantor, dan jika tidak maka sir Jeon memiliki kesibukan yang tidak bisa dia tinggalkan, tidak ada waktu luang untuknya — dan seluruh pegawai tidak pernah menyelam lebih dalam mengenai kehidupan pribadi sir Jeon."
"Begitupun kami" dia menjeda, mengingat kembali saat dimana mereka datang untuk bekerja "Pada saat itu cuaca cukup buruk, hujan besar melanda jalanan kota seharian sehingga menyebabkan terjadinya banyak kerusakan di sekitar jalanan yang kami lewati. Gerbang utama sir Jeon menjulang, tidak butuh waktu lama bagi kami masuk dan menelusuri jalanan yang cukup jauh menuju gerbang berikutnya."
"Gerbang berikutnya?" Pria tersebut bertanya tak percaya, lalu Sun Jung mengangguk "Kami bereaksi hal yang sama, rumah sir Jeon dilengkapi dengan banyak kamera pengawas, pada gerbang berikutnya keamanan lebih ketat untuk bisa kami masuki, ada banyak sekali kamera yang terlihat oleh pasang mata, dan sisanya kami tidak bisa menebak ada berapa. Namun, atasan kami berpesan untuk tetap menjaga sikap kami selama di sana, keamanan kami dipertaruhkan."
"Seberapa sulit untuk bisa masuk ke dalamnya?"
"Sangat sulit, kediaman sir Jeon dilapis oleh tembok tinggi yang melingkari seluruh bagian rumah. Aku tidak bisa memastikan kapan menit yang tepat, namun drone terlihat beberapa kali diterbangkan ke luar gerbang. Dan.. butuh waktu sangat lama bagi kami bisa masuk ke dalam sana."
Seluruhnya terdiam, dia mengingat semua itu dengan baik. Tiga puluh menit waktu paling cepat mereka bisa dikatakan bersih dari kejahatan. Dia ingat, ketika ajudan pria Jeon berdiri dengan tubuh tegap menyambut kehadiran mereka tanpa senyuman. Sudah tak terhitung ada berapa banyak pria yang berjaga di sana, namun yang jelas dia tidak akan pernah berkata jika rumah ini aman.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.