"You need to rest"
Taehyung tersenyum, dari atas ranjang laki laki manis itu bersandar memandangi punggung lebar sang tuan. Pria Jeon usai membersihkan diri, pagi ini Jeongguk tampil begitu santai dengan kaos hitam yang melekat pada tubuh kekarnya. Sang kekasih hanya bisa mengulas senyum simpul, sudah sejak kemarin— tepat di saat kepulangannya Jeongguk memutuskan untuk tetap berdiam di rumah.
"Aku sudah merasa lebih baik sekarang" ujar Taehyung, membuka selimut yang menutupi kaki jenjangnya— sebelum turun guna memeluk tubuh suaminya dari belakang.
Rangkulan hangat yang diberikan sontak membuat perhatian sang dominan teralihkan. Jeongguk meletakkan handuk pada kursi, mengabaikan rambut basahnya yang masih meneteskan air— pria Jeon jelas lebih memilih seseorang yang kini berada di belakangnya, tak peduli air pada rambutnya masih terus menetes— Jeongguk berbalik dan meraih pinggang sang kekasih lembut.
"Are you sure?"
Taehyung mengangguk lucu "Sangat sangat baik" kemudian merangkul tengkuk sang tuan lebih rapat "Apa tuanku sangat sibuk hari ini?" menjadikan lengan kekar itu sebagai tumpuan, Jeongguk tak keberaan disaat si kucing bergelayut manja kepadanya.
"Nah for you candyboo.." mengusak hidung keduanya romantis, Taehyung terkekeh gemas begitu hidung bangir sang tuan menggesek leher jenjangnya
"Katakan.. kau membutuhkan sesuatu sayang? kau tau papi tidak akan bisa diganggu jika sudah bekerja" Jeongguk berucap penuh kelembutan, masih dengan hidung yang terus mengendus kulit leher si kucing— pria Jeon melanjutkan "Ingin papi tolong mandikan sayang?" yang dibalas gelengan cepat dari sang kekasih, Taehyung segera melepaskan pelukan "Tidak! maksud ku aku akan pergi mandi sekarang!"
"Oh come on~" Jeongguk menghela napas sesaat suami kecilnya pergi berlari melarikan diri "Kau tau papi bisa membantumu kapan saja sweetie.. come over! let me in candyboo!" teriak Jeongguk turut berlari ke arah pintu kamar mandi tertutup.
•—•
Pagi hari di suasana rumah yang cukup berangin, di dalam bangunan megah yang terisi oleh banyak pekerja— sekitar 10 orang pria memasuki kawasan rumah milik pria Jeon. Kekacauan kemarin, membuat kerusakan dimana mana— mengharuskan perbaikan harus segera dilakukan. Jaehyun tanpak mengawasi, keadaan rumah jauh lebih terlihat rapi dibandingkan hari sebelumnya.
"Good morning everyone"
Suara serak seseorang menginstrupsi gerak seluruh pekerja, Jaehyun berbalik menemukan si bungsu Hans berjalan menuruni tangga "Pagi tuan kecil, anda bangun cukup pagi hari ini."
Hans dengan penampilan khas bangun tidur melirik malas ke arah Jaehyun, dia bersandar pada tiang tangga "What time is it? are ma brothers awake?" yang dibalas anggukan singkat dari sang pekerja, Jaehyun menunjuk dapur dengan dagunya "Lima belas menit lebih awal, mereka sedang sarapan sekarang."
"What?! they're having breakfast? without me?!"
Jaehyun mengangguk spontan "Yeah.. probably.. they have finished by now"
"Damn it, apa papa ikut bersama dengan mereka?" kini Hans menegakkan tubuh, berjalan malas ke arah dapur melewati Jaehyun yang hanya mengedikkan bahu "Tuan muda sudah sarapan dengan sir Jeon, mereka belum turun pagi ini."
"Paling tidak papi tidak akan menghukum ku karena terlambat."
Hans berlalu begitu saja, memasuki dapur dengan segudang rasa kekesalan. Menemukan kedua saudaranya tengah menikmati hidangan masakan tanpa dirinya, Hans berdecak lidah sebelum menghampiri keduanya "Good morning morons!"
YOU ARE READING
J E O N ' S || KV 3
RomanceKisah mereka belum sampai di penghujung cerita, ada sebuah janji yang telah terikrar untuk dipertanggung jawabkan di hadapan tuhan atas nyawa seseorang sebagai jaminan Pernikahan tulus menghadirkan beberapa nyawa sebagai pelengkap hubungan, bukan ha...
