Chapter 110

1.2K 163 188
                                        

"Jeon Taehyung kita harus pergi."

"Haewon kita harus segera menuju sekolah."

"Seokjinie kita pergi sekarang."

"Tunggu tapi ada apa?!"

-

"Capt you're injured, we must treat your wounds."

"Nah i'm fine, we need to fine a safe place."

"Right here! c'mon move fast!" Martin melambaikan tangan, membuka pintu kelas yang tampaknya belum terjamah oleh kekacauan sekitar. Jalan menuju aula terlalu beresiko, mereka semua terluka, kemungkinan kecil mereka bisa tiba menuju titik kumpul sesuai instruksi yang diberikan melalui pengeras suara.

James mengangguk, bersama tubuh Ethan dia bopong masuk terlebih dulu diikuti oleh Zack bersama dengan Haerin pada pangkuan- Martin menutup pintu lalu menguncinya dari dalam. Mematikan lampu dari beberapa listrik yang masih berfungsi di sekitar, mereka tidak tahu keberadaan orang itu berada dimana sekarang.

Ethan dibantu duduk pada barisan paling belakang deretan bangku sekolah, mereka mengambil tempat persembunyian di sana- hanya bermodal keberanian seadanya, untuk sementara kondisi masih cukup ramai oleh bunyi peluru yang terus ditembakan.

"You good?" James membantunya bersandar perlahan yang dibalas anggukan dari Ethan "Thanks a lot, i'm good." memegangi bahunya yang tampak cidera, James menyadari itu kala rintihan keluar pada saat dia mencoba membantunya.

"Oh shit, you're bleeding."

"No no i'm fine i'm fine- "

James menggeleng lalu sedikit mengeraskan suara "No you're not! Zack!"

Mengundang perhatian Zack yang tengah menurunkan Haerin tak jauh dari mereka duduk "What's wrong?" ucap Zack mengerutkan kening, berjalan sambil menyeret kakinya mendekati sang adik "Ada apa?"

"He's bleeding!"

Zack menatap ke arah bocah laki laki yang menutupi sebelah lengannya, namun kebenaran tak dapat disembunyikan ketika darah merembes berjatuhan pada lantai bahkan pada telapaknya. Dia sontak membulatkan mata "Ethan let me- "

Ethan menepisnya kasar "I'm fine."

"Biar aku periksa Ethan- "

"I said I'm fine!" bentak Ethan menolak tangan sang kakak darinya.

Perdebatan itu sejenak membuat suasana diantara mereka menjadi canggung, termasuk Haerin yang masih memeluk tubuhnya ketakutan bersama teriakan teriakan siswa siswi di luaran sana. Zack menatap adiknya dengan tajam, mengeraskan rahang kemudian mencekal satu langan Ethan "Hey jangan- " memcengkramnya kuat Zack berucap tegas "Diam!"

Ethan bungkam pada mulutnya, memalingkan wajah bersama amarah dia pendam dengan membiarkan sang kakak mengecek luka pada lengannya. Lalu ketika Zack melihat sumber aliran darah tersebut dia bergeming - dia terkena tembakkan tapi sejak kapan? apa itu sejak..

Ethan dengan cepat mendorong tubuh besar darinya hingga Zack menyingkir dari hadapannya. Bangkit dan menghiraukan luka tersebut, Ethan bersiap meraih satu jaket yang tertinggal di satu kursi untuk dia kenakan.

"Kemana kau akan pergi?" Zack bangkit, tak mendapat respon apa apa selain keputusan sang adik yang hendak meraih engsel pintu namun Martin sigap mencegahnya "Di luar terlalu berbahaya, siapapun yang keluar maka dia akan tertembak tak peduli siapa yang sedang diiancarnya dia sedang melakukan penembakkan massal."

J E O N ' S || KV 3Where stories live. Discover now