"—Sorry to wake you up chief, but we have guests..."
"At this late hour?" Jaehyun mengenakan kaosnya asal, dia baru saja terlelap. Mungkin tiga puluh menit setelah dia usai membersihkan diri dan memutuskan beristirahat, baru saja peri mimpi hendak membacakan dongeng tidur namun alarm lebih dulu menyala membuatnya terbangun.
Pekerja basement mengirim kabar mendadak, sepertinya ini penting hingga pekerja patrol tidak mampu menanganinya sendirian— mengharuskan para pria membangunkan Jaehyun saat itu juga, siapa yang bertamu di malam larut seperti ini?
Bahkan sistem telah dalam mode siaga
Jaehyun mengotak atik layar monitor, menempelkan sidik jarinya pada pintu utama—
Jaehyun confirmed
Ting!
Lampu menyala, sistem kembali aktif di bawah pengawasan sang pekerja. Jaehyun tergesa berjalan keluar, menemui sekumpulan pria yang tampak berdiskusi di depan, kehadiran Jaehyun membuat mereka berbalik dan mundur untuk membuka jalan.
"Ketua maaf mengganggu waktu istirahat mu tapi kami kedatangan seseorang.."
Jaehyun mengerutkan kening, beralih melihat ke arah rekaman kamera pengawas yang dipasang di gerbang utama— Jaehyun membulatkan mata, menemukan seseorang..
Dia tidak asing
dia seperti..
"Aizen.."
•—•
"Tuanku mengantuk?"
"Hm?"
"Papi sudah mengantuk ya?" digenggamnya pipi pria Jeon dengan kedua tangan, Taehyung yang berada di atasnya cemberut, memperhatikan wajah berkeringat suaminya yang sesekali akan memejamkan mata.
Jeongguk tersenyum tipis, membuka mata dan mencium bibir kekasihnya singkat "What do you expect from someone who just cum 4 times? It was so good candyboo.. saya sedikit mengantuk." ujarnya lembut.
Mereka tengah berpelukan sekarang, setelah memutuskan untuk menonton film bersama namun beralih menjadi berkeringat bersama— Taehyung rupanya masih sanggup terjaga dan mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa tidur. Lain dengan sang dominan yang tampaknya kelelahan, Jeongguk dengan sabar merespon setiap cerita kekasihnya yang samar terdengar di telinga.
Hanya bermodal sejuntai selimut, keduanya berpelukan mesra tanpa busana. Jeongguk tampaknya begitu kelelahan, tetapi Taehyung berulang kali mencegahnya untuk tertidur. Maka sang pria hanya diam tak menolak, mengusap pinggang ramping kekasihnya dari balik selinut, sentuhan yang dilakukan oleh Taehyung pada rahangnya sungguh menghantarkan kenyamanan hebat pada rasa kantuknya.
"Aku tidak bisa tidur.." cicit Taehyung menjatuhkan kepala di dada bidang suaminya.
Pria Jeon mencium keningnya lama, mengusak rambut pirang itu halus, kemudian memeluknya sangat erat "Why? ada sesuatu yang kau pikirkan sayang?" tanya Jeongguk dengan suara kantuknya.
Taehyung kembali menegakkan tubuh, bertumpu pada dada bidang sang tuan— dirinya mencium bibir suaminya dan membuat Jeongguk membuka mata "Katakan, saya mendengarkan.." lagi, Jeongguk mencoba meyakinkan.
YOU ARE READING
J E O N ' S || KV 3
RomanceKisah mereka belum sampai di penghujung cerita, ada sebuah janji yang telah terikrar untuk dipertanggung jawabkan di hadapan tuhan atas nyawa seseorang sebagai jaminan Pernikahan tulus menghadirkan beberapa nyawa sebagai pelengkap hubungan, bukan ha...
