"Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan, sekarang biarkan aku pergi."
-
Panggilan terputus, wanita dengan surai hitam berantakan menjatuhkan kepalanya ke meja bar setelah meneguk botol yang ke tiga. Kepalanya seolah berputar, alkohol tak membantu banyak dirinya yang kini tengah dipenuhi oleh perasaan bersalah. Dia terjebak, dalam bayang bayang menakutkan yang akan datang menghantuinya mulai saat ini.
"Aku be..bas..."
"Hei kau, hik berikan aku lebih!"
"Wanita gila, Sun Jung waktu bekerja mu sudah habis. Kembali lah ke apart mu jangan menghukum dirimu seperti ini. Kau terlihat mengerikan."
Sun Jung mendengarkan, namun tak sepenuhnya sebab pendengarannya telah dipenuhi oleh suara seseorang dari balik ingatan. Sun Jung menaikkan pandangan, menatap orang di sekitar, dia telah bebas, mereka akan memastikan akan melindunginya dari jerat hukum.
Dia tidak akan disalahkan bukan?
Ini bukanlah kesalahannya
Dia hanya ingin melanjutkan hidup
"Sun Jung?"
"Huh? s.. siapa kau..?" Sun Jung mengerjapkan mata, pria tak dikenal menyapa nya dalan keadaan susah. Mau apa dia? dia sedang tidak ingin menghabiskan malam di sini "A..aku tidak mengenalmu."
"Hei Sun Jung, dia taxi yang kau pesan tadi cepatlah pulang kau benar benar terlihat berantakan."
Sun Jung mulanya terheran, namun setelah mengingat hal tersebut dirinya bersedia untuk segera keluar dari keramaian. Hiburan malam memang bukan tempat paling baik untuk menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya dia bisa menghindar dari suara berisik yang selalu berputar di kepala.
Sun Jung berjalan sempoyongan, pria yang mengaku sebagai supir taksi pun turut membantu cara berjalannya yang tidak benar. Sesekali wanita itu akan menabrak seseorang, meminta maaf dan akan melakukan kesalahan berulang.
Setibanya di dalam mobil, Sun Jung merasakan kenyamanan luar biasa pada tempat yang biasa dia duduki, dia termenung, dia tidak memesan taxi vvip bukan? kenapa dirinya seolah tengah duduk di kursi mobil mahal? jika iya, maka dirinya akan kehabisan biaya selama satu bulan hanya untuk membayar sebuah taksi.
Tak ingin berpikiran panjang, Sun Jung perlahan terlelap, mendengarkan samar samar orang di kursi kemudi berbicara pada panggilan.
"I'm on ma way sir."
-
Remang remang dalam posisi tak nyaman, secerca cahaya mengusik mata yang semula terpejam. Dia berusaha menggerakkan tangan dan kakinya, namun tertahan ketika seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan. Perlahan mengerjapkan mata, membuka pendengaran yang hampir membuatnya kembali pingsan, seseorang terdengar memanggil namanya.
"Sun Jung.''
"S- sir Jeon.''
Bagai kejutan yang membuat seluruh tubuhnya bergetar, Sun Jung membulatkan mata, tak percaya sesaat perawakan seseorang berada di depan mata. Pria matang dengan aura dingin yang menusuk, berada di hadapannya, berlutut seolah tengah menunggu dirinya terbangun.
Dimana ini..
Sun Jung mulai tersadar, memperhatikan sekeliling yang dipenuhi oleh pria berbadan besar. Namun satu hal yang menjadi atensi Sun Jung sekarang -
"Sun Jung."
Lagi, pria Jeon memanggil namanya. Berat, dan terdengar serak.
Sun Jung menelan ludah, mengangguk ''S- saya.''
YOU ARE READING
J E O N ' S || KV 3
RomanceKisah mereka belum sampai di penghujung cerita, ada sebuah janji yang telah terikrar untuk dipertanggung jawabkan di hadapan tuhan atas nyawa seseorang sebagai jaminan Pernikahan tulus menghadirkan beberapa nyawa sebagai pelengkap hubungan, bukan ha...
