"Tutup gerbang lebih awal dan tolak setiap tamu yang datang, saya tidak ingin menerima laporan apapun lagi setelah ini."
"Baik sir."
Dua kendaraan milik keluarga Jeon tiba di halaman rumah, pemiliknya sudah lebih dulu turun guna menghampiri pekerja patrol yang sigap melaksanakan perintah tanpa menunggu waktu lama. Dari dalam mobil, Ethan dibantu turun bersama dengan sang papa yang setia menuntunnya masuk- sementara si putra sulung berada pada gendongan Jaehyun.
"Ini sedikit memalukan."
"Engsel mu bergeser, kau akan pulih lebih lama agar bisa cepat berjalan."
Zack bergumam, menopang dagu pada bahu sang pekerja yang langsung membawa dirinya naik menuju kamar. Kehadiran mereka tentu saja mengundang rasa khawatir para pekerja dapur beserta pengasuh yang setia mendampingi, tak ada kabar sebelumnya mengenai hal ini dan mereka seolah baru saja diberi kejutan besar.
"Apa yang sudah terjadi?!" panik, pengasuh menyambut kehadiran sang majikan yang dipenuhi oleh derai air mata.
"Terjadi penembakkan massal di sekolah, putraku Ethan terkena peluru yang beruntungnya hanya meleset dan Zack engsel kakinya bergeser akibat lompat dari lantai dua." Taehyung berucap getir, mereka sama sama terkejut, melihat wajah putra dari majikannya yang tampak biasa meski perban telah menghiasi lengan kanannya.
"Tuan muda apa tuan kecil Hans baik baik saja?" tanya pengasuh lain khawatir
"Jangan khawatir aku baik baik saja." ujar Hans menenangkan
Taehyung mengangguk "Tolong bantu siapkan makan untuk mereka, obat kami tinggalkan di dalam mobil, kalian bisa mengambilnya di sana." Taehyung memerintahkan, sebelum memutuskan pergi dan melanjutkan langkahnya untuk naik menuju kamar sang putra.
Yang sesaat perintah itu dilaksanakan, mereka baru saja akan keluar menuju tempat dimana mobil itu terparkir namun pada saat yang bersamaan langkah pria Jeon tampak sedang terburu buru menuju ruang basement. Ntah apa yang sedang direncanakan, tetapi alarm berbunyi memberi sinyal bahwa rumah akan dikunci dalam waktu kurun dari 1 jam.
-
Sir Jeon confirmed
"Sir!"
Jeongguk bergegas masuk sesaat pintu terbuka, menerobos barisan pekerja keamanan yang memberi bungkukan dan serentak berdiri sesaat mendengar kehadirannya. Pria Jeon menyingkirkan kursi menggunakan kakinya, meraih mouse lalu memberikan fokus pada layar monitor yang menampilkan rekaman kamera pengawas.
"Jika pihak sekolah tidak memberi keterangan mengenai penangkapan pria itu dalam kurun waktu satu jam, maka satu satunya tempat yang dia tuju adalah rumah ini."
Ucapan dari sang majikan mengundang kebingungan dari setiap pekerja, Jeongguk menegakkan tubuh "Tetap lakukan patroli, kerahkan drone setiap satu jam sekali. Jika dia tiba jangan bunyikan alarm, saya tidak ingin Taehyung mendengar keributan lain setelah ini."
Jeongguk mengepalkan tangan, menyusahkan. Seandainya tadi mereka bukan berada di tempat umum, mungkin sejak tadi dia sudah meminta Jaehyun agar melenyapkannya sekaligus. Namun dia harus tetap waspada, bagaimanapun dia tidak bisa gegabah, ada banyak orang yang dikenali oleh mereka- termasuk Namjoon dan juga Mingyu yang tidak mengetahui apa apa.
Sialan
"Apa yang harus kami lakukan sir?"
"Jangan lakukan apa apa, biar saya yang berhadapan dengannya."
YOU ARE READING
J E O N ' S || KV 3
RomansaKisah mereka belum sampai di penghujung cerita, ada sebuah janji yang telah terikrar untuk dipertanggung jawabkan di hadapan tuhan atas nyawa seseorang sebagai jaminan Pernikahan tulus menghadirkan beberapa nyawa sebagai pelengkap hubungan, bukan ha...
