Chapter 108

1.9K 173 108
                                        

"Seseorang melompat dari gedung! seseorang melompat dari gedung!"

Seluruh orang berlari dari koridor, saling bertubrukan hingga tak peduli pada jalanan yang cukup ramai sebab bel sekolah baru saja dibunyikan. Zack dari jauh memperhatikan, kumpulan murid melingkari seseorang yang sudah tidak bernyawa di halaman sekolah. Lantas dia mendekat, sedikit penasaran pada korban yang belum diketahui asal usulnya.

Hingga ketika perawakannya tampak pada penglihatannya Zack mematung

Adeline?

Zack dengan segera berbalik, menjauhi kerumunan lantas mengusap wajah— menyembunyikan senyum lebar sebelum benar benar pergi dari sana.

Jemputan telah tiba, area parkiran tampak kosong akibat kebanyakan orang masih berada di dalam gedung sekolah. Merayakan kematian seseorang? Zack berjalan keluar sesaat melihat siluet adiknya telah berada di dalam mobil sendirian.

"That was you? wasn't it?"

Ethan menaikkan pandangan, sebelum menjawab "Yeah"

"This is unfair." Zack melirik sang adik dengan ujung mata "Hans should have been able to witness how she drew her last breath."

Mobil melaju dengan kecepatan sedang, tak ada obrolan selain suara jalanan kota yang sedikit teredam oleh tebalnya jendela mobil. Ethan masih pada diamnya, dan Zack menyadari kejanggalan tak biasa yang dialami oleh si putra kedua. Kala dimana suara rematan terdengar memilukan, Zack menoleh— mendapati Ethan tengah meremat rambutnya sekuat tenaga.

Zack mendorong tubuh Ethan, membuatnya bersandar "Chick chick hey wake up." rematan itu terus menerus dilakukan, dia bahkan tak bicara selain urat urat leher mulai tampak memerah menjalar pada matanya. Zack membulatkan mata "No, it can't happend."

Lantas tawa mengerikan menggema di dalam mobil, semua berasal darinya. Ethan menatap Zack dengan netra elangnya yang memerah berbicara "I killed her."

"Jae what's wrong with chick chick?"

Jaehyun menatap tubuh Ethan yang tidak bergerak, anak itu kehilangan kendali. Ledakan emosi membuat kesadarannya semakin berada di bawah batasan, dia baru saja mendengar ungkapan si putra sulung tentang berita sekolah yang kini geger akibat ulah dari adiknya. Ethan dibuat tak sadarkan diri setelah berulang kali merintih kesakitan, ciri cirinya tampak tidak asing, sejak kapan dia mengalami gejala ini?

"What did you give him?" tanya Zack penasaran.

Jaehyun membuang napas panjang "Obat pereda nyeri, hanya agar rasa sakitnya menghilang."

"Tapi sekarang dia kehilangan kesadaran, tepat setelah kau menyuntikkan sesuatu padanya Ethan tidak sadarkan diri."

Jaehyun terdiam, masih berupaya mencerna keadaan yang tampaknya semakin berantakan. Mereka membutuhkan kekasih pria Jeon agar secepatnya turun tangan, ketiga putra nya bisa kehilangan arah jika terus menerus dibiarkan. Dia tidak memiliki pilihan selain memberikan Ethan obat penenang, rasa sakitnya mungkin akan semakin bertambah maka ini adalah satu satunya cara yang bisa dia lakukan.

"Jaehyun."

"Tuan kec— "

"Call my name." tegas Zack mewajahinya.

"Zack, Ethan hanya mengalami kelelahan. Dia perlu beristirahat dan begitu juga denganmu. Saya akan memberi kabar ini pada sir Jeon ketika beliau tiba nanti."

Zack mengeraskan rahang, sebelum meninggalkan kamar dengan kepalan tangan yang tak bisa dia lemaskan. Jaehyun memandangi tubuh Ethan di ranjang, dia menatapnya lurus.

J E O N ' S || KV 3Where stories live. Discover now