Chapter 90

2.9K 294 124
                                        

Manik terbuka menyisakan kantuk yang tertunda, laki laki manis dengan segudang perasaan cemas memaksakan bangun dari tidur malam yang tak lelap. Dini hari terasa begitu dingin, tak sempat memasang mantel di tubuhnya— Taehyung turun untuk membawa semangkuk air beserta handuk kecil.

Alas kaki dia hiraukan, kepalanya terus berputar memikirkan kondisi keluarga tercinta. Kali ini, giliran kamar si putra dua yang dia masuki. Berat rasanya dia melangkah, namun ayah dari ketiga anak itu tetap enggan pergi dan meninggalkan dirinya yang kini terduduk di hadapan sang putra.

"Papa.."

Suara Ethan mengalun sangat pelan, hampir tak ada suara yang keluar sehingga kala batuk papa—nya terdengar laki laki manis itu tetap melanjutkan langkah untuk pergi dari sana.

Ethan membuka mata, menatap langit langit kamar yang berkunang. Tak kunjung dapat menarik kesadaran untuk bangun— pada akhirnya dia terlelap saat dingin terasa mengompres keningnya begitu nyaman.

"Tuan muda

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


"Tuan muda.."

Gerak Taehyung terhenti kala suara dari belakang menyapa kekosongan sekitar, sempat mengejutkan dirinya yang terbangun tanpa seseorang — Taehyung dengan tenang berbalik untuk melihat pada orang itu sekarang.

"Apa aku baru saja membangunkanmu?"

Hening, Taehyung pandangi pria berpakaian rumahan yang tampaknya tak sempat untuk merapikan penampilan. Dia bisa dibilang sangat jauh dari kebiasaannya ketika bekerja, tak ada dasi yang mengikat lehernya, yang ada hanyalah kaos putih melekat di tubuhnya yang gagah.

"Jae, aku tidak memanggil mu."

"Tuan muda tidak, namun pekerja lain mengirim sinyal ke ruangan ku" Jaehyun melirik ke arah kamera pengawas berada, kemudian melanjutkan "Anda tampak bekerja keras malam ini, pengasuh bisa berjaga di kamar tidur Hans dan juga Ethan, dengan begitu tuan muda dapat beristirahat."

Jaehyun melepas alas kaki yang dipakainya, melangkah maju lebih dekat dengan sang majikan— tanpa diminta dia menaruh sepasang sandal miliknya ke hadapan kaki Taehyung "Malam ini sangat dingin, penghangat ruangan tidak cukup membuat lantainya menjadi hangat. Anda bahkan melupakan kaos kaki anda tuan muda"

Taehyung masih pada tempatnya, kaki nya yang telanjang tak lekas memakai sandal pemberian dari si pekerja. Sempat terdiam memandangi Jaehyun yang seolah memohon kepadanya, tanpa berpikir panjang Taehyung segera mengenakan sandalnya yang kebesaran "Terima kasih, Jae."

Jaehyun mengangguk, lantas tersenyum "Mari saya antar tuan" dia menyamping, bermaksud memberi jalan agar sang majikan dapat berjalan lebih dulu.

Baru saja Taehyung hendak berjalan, tepat ketika langkah miliknya sejajar dengan Jaehyun di depan— secara tiba tiba tubuhnya kehilangan keseimbangan.

"Tuan muda!" Jaehyun menangkap tubuh ramping sang majikan, memegangi pinggangnya dengan kedua tangan, Taehyung tidak dapat menjaga pegangan pada nampan yang dibawanya hingga benda tersebut jatuh ke lantai dan menimbulkan keributan.

J E O N ' S || KV 3Where stories live. Discover now