Ethan membuka mata, bertemu pandang pada wajah serupa miliknya yang tegas. Tangan kasar sang ayah menangkup rahangnya, menelisik dirinya yang seolah tengah disandra— sejenak, dia dapat merasakan kedekatan jarak antar dirinya dengan orang yang tidak pernah berani dia jalin kontak mata.
Safir hitam pria Jeon tampak kelam, pupil matanya menunjukkan pribadi seseorang yang berbeda dari semua orang. Tanpa sadar, Ethan menelan ludah— dia meremat ujung selimut, ntah mengapa begitu sulit baginya untuk bisa bertahan pada jalinan kontak mata yang sedang berlangsung, sesaat Jeongguk melepaskan barulah Ethan menunduk dan bisa bernapas lega.
"You good?" tanya Jeongguk yang dibalas anggukan singkat dari Ethan.
Ethan sesungguhnya tidak mengerti apa yang sedang terjadi, dia baru saja terbangun dari waktu istirahatnya namun kala dia duduk— tiba tiba saja pintu terbuka lalu menghadirkan pria Jeon beserta Jaehyun di dekat pintu sana.
"Apapun yang terjadi, jangan sampai papah mu mengetahui hal ini." ujar Jeongguk dingin
Kepala sang putra terangkat, namun tidak sepenuhnya— dia pikir, ayahnya baru saja akan memberikan tamparan atau pelajaran setimpal atas apa yang sudah dia lakukan kemarin. Ethan memejamkan mata, bayangan itu kini kembali lagi, namun rasa sakitnya sudah tidak ada.
Dia tidak ingat apapun selain—
Dengan segera Ethan membuka mata, menatap ke arah satu satunya pekerja yang menerima tubuhnya kala itu. Jaehyun berada di sana, masih dengan postur tubuh yang sopan dia berdiri tepat sejajar dengan duduknya Ethan di atas ranjang. Apa yang telah Jaehyun lakukan?
"Cepat bersiap, sebelum papahmu memanggilmu."
—
"Sir saya pikir kondisi tuan kecil Ethan membaik."
Jeongguk mengangguk singkat "He is."
Keduanya berjalan beriringan, masih dengan upaya sang pekerja untuk menindak lanjuti kejadian tak terduga di sekolah hari itu. Mereka telah memastikan jika tidak ada saksi mata yang melihat kejadian itu, sementara dugaan pembunuhan itu ditiadakan, pihak berwajib mencetuskan kejadian tersebut sebagai tindakan bunuh diri.
"Saya khawatir tuan Zack akan terlibat dalam kasus ini."
"Maksudmu?"
Jaehyun membuang napas panjang sebelum berbicara "Kemungkinan besar, dugaan pihak Adeline akan jatuh terhadap Zack. Hal ini diakibatkan perseteruan antar tuan kecil dengan Adeline hari itu, tuan Zack menolak ajakan berkencan teman wanitanya, itu sebabnya mereka berasumsi bahwa Adeline mengalami depresi sehingga melakukan bunuh diri."
Langkah Jeongguk terhenti, tiba tiba saja bahkan Jaehyun tidak menduga jika sang majikan akan diam saat itu juga. Pria Jeon mengepalkan tangan, melirik "Jika mereka berani menyentuh putra Taehyung, akan kuhabisi mereka."
•—•
"Tolong hangatkan itu untuk nanti"
"Candyboo."
"Ya papi sebentar!— papi Jeon sudah memanggilku sarapan akan segera dilakukan dan—"
"Jeon Taehyung"
"Baiklah baiklah aku datang suamiku aku datang~" seru Taehyung berlari meninggalkan dapur.
Menghampiri ruang makan yang sudah terisi keempat laki laki di sana, Taehyung dengan langkah ceroboh berjalan cepat mendekati kursi milik suaminya sebelum—
"Eh—"
Grep
Sesuatu menangkapnya, beruntung gerak sang tuan lebih sigap dibanding kesialan Taehyung pagi ini. Jeongguk mengeratkan pegangan di pinggang suaminya lantas membantunya berdiri tegak, hal itu rupanya mengundang rasa cemas pada ketiga putra Jeon hadir. Dengan si putra sulung yang juga sudah berancang menangkap tubuh papahnya, atau Ethan dan Hans yang turut bangun akibat kecerobohan Taehyung kala itu.
YOU ARE READING
J E O N ' S || KV 3
RomanceKisah mereka belum sampai di penghujung cerita, ada sebuah janji yang telah terikrar untuk dipertanggung jawabkan di hadapan tuhan atas nyawa seseorang sebagai jaminan Pernikahan tulus menghadirkan beberapa nyawa sebagai pelengkap hubungan, bukan ha...
